Manado, Barta1.com – Pimpinan dan anggota badan musyawarah (Bamus) bersama pihak Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kemarin hari (6/01/2025), tepatnya di ruang rapat Serbaguna telah menggelar rapat perdana di tahun 2025.
Salah satu pembahasan pada rapat tersebut, terkait pelaksanaan Paripurna yang akan digelar pada hari ini, Selasa (7/01/2025). Paripurna itu dalam rangka Pelantikan Antar Waktu (PAW) dari 3 calon anggota legislatif, mereka adalah Hillary Julia Tuwo dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil (Daerah Pemilihan) Minahasa Utara dan Kota Bitung menggantikan Melky Jakhin Pangemanan (MJP) yang belum lama ini mengikuti Pilkada (Pemilihan kepala daerah) di Kabupaten Minahasa Utara.
Berikutnya, ada Melisa Gerungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dapil Minahasa – Kota Tomohon yang menggantikan Robby Dondokambey yang saat ini terpilih sebagai Bupati Minahasa.
Selanjutnya, ada Muliadi Paputungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR). Muliadi sendiri, menggantikan Yusra Alhabsy yang saat ini terpilih sebagai Bupati Bolaang Mongondow.
Informasi pelantikan ketiganya dikuatkan oleh Plt Setwan DPRD Sulut, Niklas Silangen. “Iya, akan dilakukan pelantikan PAW pada rapat Paripurna esok,” ungkap Silangen kepada awak media, Senin (6/01/2025).
Terus bagaimana dengan sepak terjang dari ketiganya dan apa yang akan difokuskan ke depannya.
Menduduki lembaga legislatif, bukan sekedar main-main, mengingat ada tanggung jawab yang harus diemban dan itu harus dibuktikan dengan kinerja yang nyata, apalagi memperjuangkan aspirasi masyarakat dari Dapilnya masing-masing.
Ketika seseorang terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut, bukan saja memperjuangkan aspirasi dari Dapilnya masing-masing, melainkan se-Sulut secara menyeluruh.
Penulis akan memulai dari Hillary Julia Tuwo. Sosok perempuan tangguh asal Kota Bitung ini, rupanya memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Hal itu, sudah ia buktikan ketika aktif dalam bidang digitalisasi pengelolaan sampah.
Tidak sampai di situ saja, Hillary juga perna menjadi bagian dari anggota kelompok kerja di Komite Ekonomi dan Industri Nasional dari tahun 2015 hingga 2019.
Bahkan perempuan berparas cantik itu pernah dinobatkan sebagai Putri Kota Bitung 2013 dan Noni Sulut di tahun 2014. Dari segudang pengalamannya itu membuktikan, bahwa Hillary dikenal sebagai pribadi yang peduli terhadap lingkungan, prekonomian daerah, serta suka bersosial. Apalagi dari beberapa postingannya di sosial media IG @Hillary Julia Tuwo, ia banyak berinteraksi dengan masyarakat hingga mengantarkannya ke Gedung Cengkeh untuk Periodisasi 2024-2029.
Istri dari Valentino Wuwungan itu, saat mencalonkan diri telah menyampaikan janji politiknya bahwa dirinya akan memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya dengan industri perikanan yang ada di Kota Bitung, mengingat dirinya memiliki pengetahuan luas dalam bidang perekonomian dan industri.
Apa yang menjadi janji politik Hillary, tentunya bukan sekedar janji, apalagi dirinya aktif di lingkungan gereja. Hilary adalah anggota setia Gereja GPdI, yang menjadi tempatnya menanamkan spiritualitas dan moralitas. Dibimbing oleh Pendeta Albert Kurniawan dan Pendeta Ruben Piri, ia menciptakan keseimbangan antara karir dan nilai-nilai spiritual dalam hidupnya.
Hillary ketika diwawancarai Barta1.com, setelah dirinya dilantik mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan, karena diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari DPRD Provinsi Sulut.
“Ketika ditanya apa yang akan dilakukan ke depannya. Yah, saya akan melanjutkan tongkat estafet yang sebelumnya ada ketua BPW PSI Sulut. Sekalipun PSI hanya satu kursi di Provinsi, semoga suaranya tetap nyaring dan lantang dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Pengurus Bappilu DPP PSI itu, setelah dilantik dirinya masih menunggu penempatan di alat kelengkapan dewan (AKD).
“Saya masih menunggu akan ditempatkan di Komisi berapa, sekaligus Fraksi apa. Jadi, belum bisa banyak bicara, namun fokus ke depan yang pastinya, sesuai dengan janji saat dilantik akan berjuang untuk kepentingan rakyat. Mungkin awalnya, saya akan bertemu dengan konstituen untuk menyerap aspirasi masyarakat, mengingat satu reses ini sudah terlewati,” jelasnya.
Pada kesempatan yang terbilang bahagia bagi Hillary bersama keluarga, Ketua BPW PSI Sulut ini tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukungnya, khususnya yang ada di Dapil Minahasa Utara dan Kota Bitung. “Sekali lagi, banyak terima kasih.”
Terus bagaimana dengan Melisa Gerungan, srikandi dari PDIP itu rupanya tak asing lagi, mengingat pada periode sebelumnya ia sudah pernah menjalani tugasnya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut.
Bukan hal yang baru, ketika ia akan dilantik kembali. Ibarat seorang anak yang merantau, kemudian kembali kerumahnya. Rumah di mana ia bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulut.
Selaras dengan tugas yang diemban, rupanya Politisi berparas cantik itu memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Terpantau oleh media, pada tahun 2023 ketika beberapa rumah warga di Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Sulut dihantam angin puting beliung. Melisa tak diam, ia turun bersama tim melihat kondisi masyarakatnya, sembari memberikan penguatan dan bantuan.
Sebelum kejadian di Kecamatan Eris. Di tahun 2022, Melisa kerap menunjukkan kepekaan sosialnya, hal itu terlihat ketika ia turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Matani, Kecamatan Tomohon, Sulut.
Setiap kali memberikan bantuan kepada masyarakat. Ia selalu menyampaikan. “Semoga bantuan yang diberikan bisa mengurangi beban dari keluarga yang mengalami musibah.” Hal yang kerap dilakukannya itu, rupanya menyimpan simpati dari masyarakat sehingga mempercayakannya kembali untuk menduduki lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan di Provinsi Sulut.
Ketika dilantik kembali, tentunya Melisa akan melanjutkan pekerjaan rumah (PR) yang sempat ia sampaikan pada janji politiknya di tahun 2024, di mana ia berkomitmen untuk membawa Minahasa-Tomohon maju, dan berfokus pada pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
Ia juga menekankan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah, legislator, dan masyarakat untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan.
Melisa ketika ditemui langsung Barta1.com, setelah dirinya dilantik mengatakan di tahun yang baru ini, tentunya harus ada semangat yang baru.
“Saya berbangga dan senang bisa bertemu dengan rekan-rekan yang terpilih kembali, kemudian akan bekerja keras lagi supaya pekerjaan bisa berjalan dengan baik,” singkat Melisa sambil tersenyum.
Terus bagaimana dengan Muliadi Paputungan, sama – sama pendatang baru dengan Hillary Julia Tuwo.
Politisi yang menggunakan jargon MP ini merupakan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sam Ratulangi. Dia terbilang matang dalam dunia perpolitikan, mengingat sepak terjangnya tidak jauh dari rekannya Yusra Alhabsy.
Pria kelahiran 24 September 1983 ini rupanya pernah menjabat anggota DPRD kota Kotamobagu dari Partai Demokrat, sebelum menempatkan kakinya di DPRD Provinsi Sulut. Bahkan Muliadi sendiri, saat ini bersama – sama dengan Bupati Bolaang Mongondow terpilih di PW Ansor Sulut dengan jabatan wakil ketua. Bahkan di partai PKB Sulut, ia menjabat Bendahara. Sebuah karir yang tak perlu diragukan lagi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
MP dikesempatan yang sama, ketika diwawancarai Barta1.com menjelaskan bahwa dirinya akan menjalankan 3 tugas dan kewenangan dari DPRD, berkaitan dengan pengawasan, penganggaran dan legislasi.
“Kemudian terkait dengan amanah dari masyarakat BMR yang pastinya kami memprioritaskan masalah pertanian, karena itu merupakan mata pencaharian masyarakat BMR. Kedua, terkait dengan visi dan misi kepala daerah terpilih yang di mana harus ada Universitas yang dibangun di Bolaang Mongondow,” ucapnya.
Apalagi Bapak Prabowo kemarin, lanjut MP, melalui Gubernur terpilih Yulius Selvanus Komaling telah menyampaikan bahwa ada anggaran kurang lebih 22,4 triliun. “Melihat hal ini, kami akan terus berjuang agar pembangunan Universitas masuk pada anggaran itu.”
Saat ditanya akan masuk komisi berapa. Secara blak-blakan, MP ingin bergabung dengan Komisi I yang membidangi pemerintahan dan hukum.
“Ketika nantinya masuk di Komisi I, terkait dengan kewenagan ataupun kebijakan dari pemerintah nantinya bisa dikawal. Sedangkan Fraksi, sampai saat ini masih menunggu komunikasi politik dari BPW PKB, mengingat pada Pilkada kemarin ada 3 partai besar yang berkoalisi, seperti Golkar, Nasdem dan Gerindra. Untuk saat ini, masih menunggu kami akan bergabung di Fraksi yang mana,” imbuhnya.
Bahkan ada pesan dari pengamat politik bagi ketiganya, yang baru saja dilantik menjadi bagian dari DPRD Provinsi Sulut periode 2024-2029.
Taufik Tumbelaka yang hadir pada pelantikan PAW itu menyebut setiap Wakil Rakyat harus terus menyadari bahwa mereka adalah orang orang yang telah mendapat kepercayaan. Di pundak para Wakil Rakyat banyak harapan yang dititipkan untuk diperjuangkan, hal ini terkait hak dan juga kewajiban.
“Oleh karenanya, perlu disadari sepenuhnya posisi yang diemban terkait dengan nasib dan hajat orang banyak,” terang Taufik.
Disamping itu pula, keberadaan janji politik para Wakil Rakyat diikat dalam sumpah saat pelantikan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post