Manado, Barta1.com – Setelah diwisuda akan kembali ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebuah ungkapan wisudawati Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Gehati Cheilah Tatuhe kepada Barta1.com, ketika ditemui di Hotel Sentra Manado, Selasa (29/10/2024).
Di selah wisuda gelombang ke II Diploma III dan Sarjana Terapan tahun akademik 2023/2024, Gehati merupakan salah satu diantaranya, sebagai lulusan dari Diploma DIII Jurusan Teknik Sipil Polimdo.
“Saya bangga bisa sampai ketahap ini, dan melewati 3 tahun hingga diwisuda pada hari ini,” ungkap Gehati sembari memancarkan senyumannya.
Bahkan perempuan berparas cantik itu, tak sungkan – sungkan menyebut bahwa dirinya sudah siap untuk terjun kedunia pekerjaan.
“Saya sudah siap untuk bekerja, karena pengetahuan yang didapatkan selama di Polimdo, khususnya DIII Teknik Sipil ini sangatlah berguna, apalagi banyak prakteknya. Buktinya saya dan 2 teman lainnya, bisa menerapkan ilmu kami ini selama magang di IKN,” ujarnya.
Ilmu yang diterapkan itu ada banyak yah, kata Gehati, baik itu dari persiapan hingga tahapan pengecoran. “Itu semua dapat kami kerjakan, karena ilmu yang didapatkan di Politeknik.”
“Selama magang juga ada hal baru yang didapatkan, seperti di kampus kami praktek membuat persiapan hingga pengecoran dengan skala kecil, baru namanya praktek yah, tapi ketika berada di IKN kami diperhadapkan dengan pekerjaan yang sesungguhnya dengan cakupan yang begitu besar, dan kami harus menunjukkan profesional dengan ilmu yang didapatkan,” terangnya.
Bahkan ia berpendapat bahwa tidak salah memilih Polimdo sejak awal, karena metode pembelajarannya mendorong setiap mahasiswa untuk siap bekerja ketika lulus nantinya.
“Intinya, sudah tepat memilih kampus Polimdo, karena manfaatnya sudah kami rasakan di mana mahasiswa diciptakan untuk menjadi generasi yang siap bekerja dan berkompeten di bidangnya masing-masing, sesuai dengan Jurusan yang diambil,” kata dia.
Apa yang menjadi rencana Gehati Cheilah Tatuhe sejalan dengan pesan Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA.
Alelo pada sambutannya meminta para wisudawan untuk tidak hanya mengharapkan warisan orang tua.
“Jangan pernah mengharapkan warisan orang tua. Jangan menjual warisan orang tua, karena orang tua sudah memberikan anda kesempatan untuk kuliah, pakailah warisan itu untuk bisa memberkati orang tua dan keluarga,” ungkap Dir Alelo.
Kedua, setelah diwisuda berhenti menghayal dan gunakan ilmunya untuk mendapatkan pelung-peluang yang ada.
“Ketiga ketika ada tantangan syukurilah itu, karena kamu sedang dilarikan dari bahaya. Karena kamu, diluputkan dari malapetaka,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, perempuan berdarah Nusa Utara ini meminta wisudawan, untuk memegang janji wisudawan dan berkomitmen dengan apa yang dijanjikan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post