Manado, Barta1.com – I Gede Para Atmaja, ST MT, salah satu akademisi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terlihat gersik dalam membuat rangkaian Instalasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Jumat (06/09/2024).

Gede tidak sendiri. Ia dibantu rekannya Leony Ariesta Wenno ST M Eng, yang juga akademisi Jurusan Teknik Elektro Polimdo. Keduanya dibantu 5 mahasiswa, yakni Geraldy Heskiel Pontoh, Febrian Libano, Jonathan Umboh, dan Mario Y. Makalew.
Satu persatu perlengkapan telah dibuat Gede bersama timnya. Dimulai dari penentuan penempatan panel surya, penempatan struktur penyangga, kabel dan konektor, inverter, batrei penyimpan energi, serta sistem pemantauan di Halte Sentral Meras.
“Secara umum PLTS ini kegunaannya adalah menyediakan energi listrik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di fasilitas umum seperti Halte di kelurahan Meras ini,” kata Gede ketika diwawancarai Barta1.com, sembari menyebut program yang dilakukan ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat mahasiswa.
Kemudian, kata Gede selalu ketua Tim Pengabdian Pada Masyarakat, bahwa pihaknya memilih penempatan instalasi PLTS di kelurahan meras, dikarenakan pontensi pariwisatanya yang akan semakin berkembang.

“Peruntukannya juga pada pariwisata domestik yang berkunjung ke Meras, dan masyarakat setempat ketika kehabisan batrei atau listriknya sedang padam. Dapat merasakan kebutuhan penerangan, sekaligus melakukan pengisian batrei Handphone di Halte Meras, karena sudah ada PLTS,” ujarnya.
Terpasangnya instalasi PLTS di Kelurahan Meras. Gede sendiri terus memikirkan adanya pengembangan kapasitas yang baru, yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
“Kami masih memerlukan pengambangan – pengembangan baru, supaya ilmu yang kami ketahui bisa dibagikan kepada masyarakat secara umum, mungkin bukan hanya di Kelurahan Meras saja, mungkin juga di Desa – Desa lainnya,” ucapnya.
Lurah Kelurahan Meras, Connyna Harimisa S.Sos merasa bahagia dan berterima kasih kepada civitas Polimdo, yang sudah membantu menyediakan instalasi PLTS, jika mau dilihat sangat baik fungsinya.
“Kami berharap kerjasama pemerintah kelurahan meras dengan Polimdo tidak hanya sampai di sini saja, melainkan ada keberlanjutannya yang bisa dirasakan oleh masyarakat sendiri,” jelasnya.
Kenapa Dibuat Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa di Kelurahan Meras
Peningkatan kebutuhan energi listrik dan keterbatasan akses terhadap fasilitas pengisian daya di tempat umum merupakan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang menggunakan Halte Sentral Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Menurut I Gede Para Atmaja, ST MT, Halte ini tidak hanya titik penting untuk menunggu transportasi bagi masyarakat umum, wisatawan, tapi juga merupakan tempat rutin bagi pelajar untuk menunggu angkutan sekolah.
“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa bertujuan untuk menginstalasi PLTS di Halte Sentral Meras,” tuturnya.
PLTS sendiri akan menyediakan akses energi listrik, seperti penerangan, pengisian daya elektronik dan meningkatkan ketersediaan fasilitas umum di Halte.
“Semoga apa yang diberikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, pelajar dan wisatawan. Dan tujuan dari pengabdian kepada masyarakat mahasiswa ini adalah untuk meningkatkan aksesbilitas terhadap energi listrik, meningkatkan kesadaran, akan pentingnya energi terbarukan,” terangnya.
Air Bersih Persoalan Krusial di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado
Lurah Kelurahan Meras, Connyna Harimisa S.Sos terlihat bahagia ketika mengetahui instalasi PLTS memiliki fungsi untuk penyediaan air bersih.
Hal itu yang dirindukan oleh perempuan berdarah Sangihe itu, untuk masyarakatnya, yakni penyediaan air bersih yang dirindukan masyarakat Meras sejak dahulu.
“Kami sangat-sangat bersyukur, ketika mengetahui instalasi PLTS ini bisa menyediakan air bersih, untuk itu kami masih mau untuk melakukan kerjasama secara berkelanjutan dengan pihak Polimdo, apalagi berkaitan dengan penyediaan air bersih kepada masyarakat sekitar,” kata Connyna yang mengharapkan persoalan air bersih ini bisa terselesaikan.
Namun, tambah Connyna, beratnya itu pada biaya untuk melakukan penambahan PLTS untuk air bersih, kelihatannya membutuhkan biaya yang besar. “Tapi, saya akan mencoba mengusulkan ke Pemerintah Kota, sapa tahu bisa diterima.”
I Gede Para Atmaja, ST MT menambahkan, menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di Kelurahan Meras dibutuhkan kolaborasi antara civitas Polimdo bersama pemerintah Kabupaten/Kota.
“Jika kami ke depannya akan dibutuhkan untuk pengembangan energi listrik, khususnya untuk penyediaan air bersih. Dari Polimdo sendiri siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah kelurahan Meras,” ucap I Gede sembari tersenyum.
Menurutnya, PLTS juga bisa menyediakan air bersih, namun memerlukan biaya yang cukup besar. Dan hal ini, dibutuhkan kolaborasi.

PLTS ramah lingkungan
PLTS ini ramah terhadap lingkungan, kata I Gede Para Atmaja ST MT, ini namanya energi terbarukan atau green energi yang sumber energinya dari sinar matahari. Hanya saja dalam pengembangannya membutuhkan lahan yang agak luas.
Melansir Sunenergy.id, PLTS membantu mengurangi jejak karbon
PLTS, yang juga ramah lingkungan sehingga ekosistem bumi bisa lebih terjaga. Dengan menggunakan energi listrik yang dihasilkan dari energi alternatif sinar matahari, bumi akan terhindar dari potensi penyebab kerusakan lingkungan. Sumber energinya berupa cahaya matahari sehingga tidak pernah habis. Berbeda dengan listrik yang terhubung ke jaringan listrik nasional yang membutuhkan bahan bakar sehingga menyebabkan polusi udara. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post