• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I

by Meikel Eki Pontolondo
24 Juli 2024
in Edukasi
0
Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1. (Foto: istimewa)

Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1. (Foto: istimewa)

0
SHARES
142
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lietje Lumatauw, S.Th., M.Si 
Mariska Walean, SE., M.Si
Rolyke Tulangow, SE., M.Si 
Dr. Ir. Barakati Karel Manginsihi, MT

Politeknik Negeri Manado; Jl. Raya Politeknik, Manado, (0431) 815212

1 Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Manado
2 Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Manado
3 Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Manado
4 Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado

ABSTRAK

Komunikasi sebagai proses penyampaian suatu pesan atau informasi kepada individu atau kelompok. Dalam dunia kerja, komunikasi yang tidak lancar sering kali menimbulkan berbagai masalah. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui bagaimana komunikasi pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai, untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai, dan untuk mengimplementasikan komunikasi terhadap kinerja pegawai. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif.

Populasi beserta sampel yaitu 37 pegawai dimana sampel jenuh yang digunakan. Metode penelitian regresi linier sederhana. Hasil dan pembahasan berdasarkan total skor komunikasi dan kinerja berada pada interval baik, uji validitas dan reliabilitas keseluruhan pernyataan valid dan reliabel.

Berdasarkan pengujian korelasi dan regresi linier sederhana yaitu terdapat hubungan yang sangat kuat serta berpengaruh positif dan signifikan antara variabel komunikasi dengan kinerja.

Kesimpulan : Masih ditemukan berupa masalah yang berhubungan erat dengan komunikasi yang masih kurang baik dan tentunya harus ditingkatkan lagi demi pencapaian kinerja dan tujuan instansi, Variabel Kinerja pegawai memiliki beberapa sub indikator yang masih bermasalah, agar masalah dapat teratasi dengan sangat baik tentunya tingkat kerja dari karyawan harus diperhatikan dan ditingkatkan untuk mendapatkan hasil kerja yang diharapkan instansi, Komunikasi secara parsial memberikan banyak pengaruh terhadap peningkatan kinerja dari pegawai pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.

Maka semua hal yang berhubungan dengan variabel harus ditingkatkan lagi demi meningkatkan kualitas unggul instansi.

Kata Kunci: Pengaruh, Komunikasi, Kinerja

1. Pendahuluan
a. Latar Belakang

Di era 4.0 dan 5.0 atau era digitalisasi seperti sekarang ini yang dimana segala sesuatu serba digital membuat persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat sehingga memaksa perusahaan harus memiliki strategi agar mampu mempertahankan bisnisnya. Perusahaan yang mampu bertahan yaitu perusahaan yang bisa menyesuaikan strategi yang dimiliki dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang dengan pesat serta penguasaan teknologi dan penerapannya terutama dibidang SDM. Jika suatu perusahaan tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti sekarang ini, maka akan sulit bagi perusahaan tersebut untuk berkembang bahkan bisa saja perusahaan tersebut akan mengalami ketertinggalan.

Salah satu strategi yang banyak digunakan oleh perusahaan saat ini yaitu mengeliminasi biaya-biaya yang merupakan pemborosan agar mampu mencapai performa yang optimal.
Pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien dapat membantu perusahaan untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak dibutuhkan dalam kegiatan operasional. Sumber daya perusahaan yang perlu dikelola dengan baik, salah satunya adalah sumber daya manusia. Kurang sesuainya  strategi SDM dan strategi perusahaan mempengaruhi tujuan perusahaan.

Di sisi lain, kesesuaian antara strategi SDM dan strategi perusahaan dapat mendorong kreativitas dan daya inovasi pegawai untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan atau instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan secara serius komunikasi yang ada dalam organisasi.

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan atau informasi kepada individu atau kelompok. Dalam dunia kerja, komunikasi yang tidak lancar sering kali menimbulkan berbagai masalah. Bahkan sebagian besar masalah bisa dikatakan sebabnya adalah komunikasi yang tidak lancar. Masalah seperti salah paham, adanya kesalahan dalam menjalankan prosedur kerja, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh kecil banyaknya masalah yang disebabkan oleh komunikasi yang tidak tepat. Oleh karena itu, pentingnya bagi setiap perusahaan perlu untuk memperhatikan aspek komunikasi dalam bekerja dan memastikannya berjalan dengan tepat. Dengan komunikasi yang baik maka diharapkan hubungan kerja antara sesama pegawai dapat terjalin dengan baik.

Selain melihat komunikasi, ada juga faktor lain yang harus diperhatikan yaitu kinerja. Mengingat kinerja sendiri memiliki arti penting bagi pegawai, karena sumber daya manusia merupakan unsur strategis dalam menentukan sehat atau tidaknya suatu organisasi. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai setelah mengerjakan serangkaian tugas yang diberikan kepadanya. Suatu organisasi baik pemerintah maupun swasta harus mampu meningkatkan kinerja pegawainya, karena pegawai merupakan aset terpenting organisasi. Agar pegawai dapat memberikan kinerja yang baik. maka suatu perusahaan atau instansi pemerintahan harus dapat memberikan dukungan yang baik kepada pegawai. Komunikasi sangat berhubungan erat dengan kinerja. Semakin baik komunikasi maka cenderung akan meningkat kinerjanya, begitupun sebaliknya jika komunikasi kurang baik maka akan cenderung menurun kinerjanya.

Berdasarkan uraian di atas dapat kita ketahui bahwa dengan semakin baiknya komunikasi, maka akan meningkatkan kinerja pegawai. Dengan meningkatnya kinerja pegawai akan membawa kemajuan bagi suatu organisasi atau instansi pemerintahan untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu, komunikasi perlu diperhatikan dengan baik demi meningkatnya kinerja pegawai. Dengan begitu tujuan organisasi dapat terealisasikan.

Balai Wilayah Sungai Sulawesi I adalah salah satu dari 7 Balai Wilayah Sungai yang berlokasi di Manado yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai, yang meliputi penyusunan program, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta pengelolaan drainase utama perkotaan, dan memiliki kewenangan pengelolaan Wilayah Sungai di Wilayah Sungai Tondano-Likupang, Wilayah Sungai Sangihe-Talaud, dan Wilayah Sungai Dumoga-Sangkub.

 

Berdasarkan situasi yang terjadi di lapangan, komunikasi yang ada di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang dapat dilihat ketika berkomunikasi dengan pegawai. Dengan berkomunikasi secara baik, bukan hanya informasi saja yang diperoleh melainkan hubungan dengan sesama pegawai juga dapat terjalin dengan baik, serta memunculkan suasana yang menyenangkan, sekaligus pemberian tugas didasari dengan kepercayaan kepada kemampuan pegawai.

Kemudian, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada salah satu bagian di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, terdapat adanya permasalahan yang berkaitan dengan Komunikasi dalam hal ini yaitu komunikasi horizontal (komunikasi antara sesama pegawai) dan komunikasi vertikal (komunikasi antara atasan dengan bawahan) yang belum maksimal dan masih kurang baik, dimana  pegawai kurang dapat memahami informasi yang didengar maupun informasi yang dibaca tentang tugas yang diberikan oleh pimpinan. Sering kali juga, terjadi kesalahpahaman di antara pegawai yang disebabkan oleh karena informasi yang disampaikan kurang lengkap, serta cara komunikasi yang kurang tepat dalam menyampaikan informasi baik secara langsung maupun lewat media perantara,seperti ponsel.

Persoalan ini biasanya terjadi ketika pembagian giliran tugas di lapangan, atau pembuatan laporan tugas lapangan menjadi terhambat karena pegawai yang kurang memahami maksud dari informasi yang diterima, sebab informasi yang kurang jelas.

Berdasarkan observasi peneliti, kinerja yang ada pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, dimana para pegawai mengerjakan pekerjaan sesuai dengan apa yang ditugaskan, pegawai dalam bekerja juga mengikuti prosedur yang ada di perusahaan, dan bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti masih menunjukkan adanya permasalahan yang berkaitan dengan Kinerja yang belum maksimal,  dan masih kurang baik, yaitu masih kurangnya pegawai yang memiliki antusias tinggi dalam melaksanakan tugas yang disebabkan tingginya beban kerja, seperti menyusun laporan hasil tugas lapangan, yang melebihi kemampuan pegawai, dimana waktu yang tersedia terbatas sehingga menyebabkan rasa antusias yang dimiliki oleh pegawai menjadi menurun.

Apa yang dikerjakan pegawainya, seharusnya dikerjakan oleh dua orang, tapi justru hanya dikerjakan oleh satu orang pegawai saja serta waktu yang tidak mencukupi untuk menyelesaikan tugas tersebut oleh satu orang pegawai.

Permasalahan lainnya yang didapat dari lapangan terkait dengan kinerja yaitu masih kurangnya pegawai yang menyelesaikan tugas tepat waktu, misalnya dalam penyusunan laporan hasil observasi. Hal ini disebabkan karena tidak membuat daftar penyelesaian tugas, dan kebiasaan pegawai dalam menunda-nunda pekerjaan karena disibukkan dengan hal lain seperti bermain ponsel, mengobrol dengan pegawai lainnya dan lain-lain, sehingga menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat dan akhirnya tidak selesai tepat waktu.

 

Dengan apa yang diuraikan di atas, dapat kita ketahui bahwa komunikasi cukup berpengaruh pada kinerja pegawai di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I. Buruknya komunikasi dapat mempengaruhi kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.

b. Tujuan Penelitian
1) Untuk mengetahui bagaimana komunikasi pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.
2) Untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai pada Perusahaan.
3) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.
4) Untuk mengimplementasikan yang baik diterapkan
Landasan Teori.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Hasibuan (2016:10), Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.

2) Definisi Komunikasi
Menurut Ganyang (2018:207), Komunikasi adalah suatu aktivitas penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi dari seseorang kepada orang lain dengan harapan orang yang menerima pesan atau informasi tersebut menginterpretasikan sesuai dengan yang dimaksud oleh penyampai pesan atau informasi.

 

3) Saluran Komunikasi
Menurut Effendi (2014:193), Ada tiga saluran komunikasi yang terjadi dalam perusahaan, yakni :

a) Komunikasi vertikal
b) Komunikasi horizontal
c) Komunikasi diagonal

Proses Komunikasi
Menurut Hamali (2018;226) proses komunikasi terdiri atas;Pengirim (sender), encoding, pesan (message), media komunikasi, decoding, penerima (receiver), umpan balik (feedback)

5) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Menurut Mangkunegara (2016:230), Ada dua tinjauan faktor faktor yang mempengaruhi komunikasi yaitu :
a) Faktor Dari Pihak Sender
b) Faktor Dari Pihak Receiver

6) Indikator Komunikasi
Dalam memahami komunikasi perlu mengetahui apa saja yang menjadi indikator-indikator dalam mencapai komunikasi yang efektif menurut Wardhani  et al (2016:7) dan Fitria (2012:2), Indikator tersebut yaitu : kepercayaan, rekan kerja, hubungan dengan rekan, pemahaman, kesenangan

7) Pengertian Kinerja
Menurut Edison et al (2018:188), Kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Lebih lanjut menurut Arianty (2014:147), Kinerja adalah hasil yang dicapai dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

8) Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Menurut Samsuddin (2018:79), Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, yaitu :
a) Faktor individu
b) Faktor Organisasi
c) Faktor Sosial

9) Tujuan Penilaian Kinerja
Menurut Hamali (2018:120), Penilaian kinerja harus dilakukan untuk membantu memelihara dan memperbaiki kinerja yang berfungsi untuk membantu manajer mengevaluasi kecocokan bawahan untuk pelatihan dan pengembangan serta mutasi jabatan, membantu supervisor mengambil keputusan mengenai kompensasi, membuka saluran komunikasi antara supervisor dan bawahan, serta memberi bawahan umpan balik yang berguna tentang bagaimana karyawan melakukan pekerjaan.

10) Indikator Kinerja
Menurut Wibowo, (2017:85), ada beberapa indikator kinerja, yaitu : tujuan, standar, umpan balik, alat atau sarana, kompetensi, motivasi, peluang
2 METODE PENELITIAN
a Jenis dan Metode Penelitian
Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti sedangkan metode penelitian yang peneliti gunakan, yaitu deskriptif, lapangan dan kepustakaan.
b Jenis Data
Data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung.
c Teknik Pengumpul Data
Observasi, Kuisioner Dan Kajian Pustaka
d Populasi Dan Sampel
Populasi sebanyak 37 dan sampel 37 karena teknik pengambilan sampel dengan sampel jenuh, sehingga keseluruhan populasi dijadikan sampel.
e Metode Analisis Data
Total Skor, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Analisis Korelasi, Analisis Regresi Sederhana, Uji Hipotesis

3 HASIL DAN PEMBAHASAN

a Hasil
1 Total Skor Variabel Komunikasi (X)
Variabel komunikasi dalam Total skor komunikasi letaknya di antara interval cukup baik dan baik
2 Total Skor Variabel Kinerja (Y)
Variabel kinerja dalam Total skor kinerja letaknya di antara interval mendekati cukup baik karena hasil yang diperoleh 59,14 hampir mendekati 60%.
3 Perolehan Hasil Validitas Variabel Komunikasi (X) Dan Kinerja (Y)
Dari hasil pengolahan data maka diperoleh untuk variabel komunikasi dengan 9 item pernyataan kesemuanya Valid dan untuk variabel Kinerja dengan 12 item pernyataan kesemuanya valid karena lebih besar dari tabel R 0,325
4 Perolehan Hasil Uji Reliabilitas Variabel Komunikasi(X) dan Kinerja (Y)
Dari hasil pengolahan data uji reliabilitas didapati bahwa variabel komunikasi 0,801 dan kinerja 0,911 menunjukkan bahwa variabel komunikasi dan kinerja reliabel karena keseluruhan variabel X dan Y kesemuanya > dari 0,6.
5 Analisis Korelasi
Perolehan hasil menunjukkan komunikasi mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kinerja, karena hasil yang diperoleh 0,860.
6 Analisis Regresi

Pengolahan data menggunakan SPSS dan memperoleh hasil  Y = 1,888 + 1,131 X mempunyai arti perubahan kinerja pegawai ditentukan oleh komunikasi.

7 Pengujian Hipotesis dengan Uji t

Nilai t hitung variabel komunikasi (X) = 9,970, sedangkan tabel T dengan alpha 0,05 dan derajat bebas = 35, rumusnya N-k-1 = 37-1-1 = 35 dalam arti N merrpakan keseluruhan sampel yang diambil, k = variabel komunikasi, 1 sudah ditentukan. Jadi  tabel t = 1,690 dengan demikian t hitung = 8,629 > 1,690 dan alpha 5%. Dengan hasil demikian komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga hipotesis Ho diterima dan Ha ditolak.

b Pembahasan
1) Komunikasi Pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I
Hasil temuan penelitian dimana dari 5 indikator komunikasi yang ada di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I belum sepenuhnya baik dalam penerapannya karena ditemukan masih terdapat indikator yang kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis kelima indikator terdapat tiga indikator dikategorikan sangat baik, dan dua indikator dikategorikan kurang baik, yaitu sebagai berikut : 1) Kepercayaan yaitu 4,22 dikategorikan sangat baik , 2) Rekan Kerja yaitu 1,84 dikategorikan kurang baik, 3) Hubungan dengan Rekan yaitu 3,93 dikategorikan sangat baik, 4) Pemahaman yaitu 2,08 dikategorikan kurang baik, dan 5) Kesenangan yaitu 3,87 dikategorikan sangat baik. Namun secara keseluruhan komunikasi di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dikategorikan baik dengan nilai 3,19.

Temuan ini juga diperkuat dengan hasil analisis Total Skor Variabel Komunikasi di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I sebesar 66,01% yang berada di kuartil ke-3 yang dikategorikan baik, walau masih terdapat Gap sebesar 33,99%.

2) Kinerja Pegawai Pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I
Hasil temuan penelitian dimana dari 3 indikator ternyata Kinerja pegawai yang ada di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I sudah sepenuhnya baik dalam penerapannya tetapi masih terdapat indikator yang masih kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis keseluruhan dari ketiga indikator dikategorikan baik yaitu sebagai berikut : 1) Kuantitas yaitu 4,12 dikategorikan sangat baik, 2) Kualitas yaitu 2,92 dikategorikan baik, 3) Ketepatan waktu 1,94 dikategorikan kurang baik. Namun secara keseluruhan Kinerja pegawai di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dikategorikan baik dengan nilai 2,99.

Temuan ini juga diperkuat dengan hasil analisis Total Skor Variabel Kinerja Pegawai di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I sebesar 59,14% yang berada di kuartil ke-3 yang dikategorikan baik walau masih terdapat Gap sebesar 40,86% yang perlu ditingkatkan agar Kinerja pegawai di Balai Wilayah Sungai Sulawesi I lebih dimaksimalkan agar menjadi sangat baik.

3) Pengaruh Kumunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Balai Wilayah Sungai
Koefisien determinasi berfungsi mengukur kebaikan kesesuaian dari persamaan regresi dan menunjukkan bahwa variasi kinerja pada komunikasi sebesar 74% dipengaruhi oleh komunikasi, sedang sisanya 26% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan melihat hasil pengolahan data maka variabel komunikasi harus diperbaiki dan ditingkatkan agar kinerja pegawai bisa lebih baik lagi.
Dari hasil analisis dan pembahasan diatas ternyata komunikasi secara parsial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja. Artinya apabila komunikasi meningkat tentunya akan mampu meningkatkan kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.

4) Implementasi Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai
4 SIMPULAN DAN SARAN

a Simpulan
1) Masih ditemukan berupa masalah yang berhubungan erat dengan komunikasi yang masih kurang baik dan tentunya harus di tingkatkan lagi demi pencapaian kinerja dan tujuan instansi.

2) Variabel Kinerja pegawai memiliki beberapa sub indikator yang masih bermasalah, agar masalah dapat teratasi dengan sangat baik tentunya tingkat kerja dari karyawan harus diperhatikan dan ditingkatkan untuk mendapatkan hasil kerja yang diharapkan instansi.

3)Komunikasi secara parsial memberikan banyak pengaruh terhadap peningkatan kinerja dari pegawai pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I. Maka semua hal yang berhubungan dengan variabel harus ditingkatkan lagi demi meningkatkan kualitas unggul instansi.

b Saran
1) Pegawai harus memiliki antusias tinggi dalam melaksanakan tugas pekerjaan yang telah menjadi tupoksi, dapat menyelesaikan tugas dengan waktu yang sudah ditentukan, kualitas dan ketepatan waktu dengan item pernyataan memiliki antusias tinggi dalam melaksanakan tugas dan menyelesaikan tugas tepat waktu merupakan temuan yang harus dibenahi oleh instansi.

2) Dengan adanya hubungan yang sangat kuat serta pengaruh positif dan signifikan maka instansi harus memperhatikan komunikasi yang terjadi antara rekan kerja dalam instansi.

3) Pegawai harus melakukan pekerjaan dengan tanggung jawab, menerapkan kebiasaan menyapa rekan kerja, memberikan pujian, dan kritik, menghargai pendapat, ide, privasi, kejujuran, menggunakan bahasa yang sopan dan santun, bersikap ramah, memberikan senyum. Serta memahami apa yang diinginkan, mampu menafsirkan, tidak terjadi pengulangan saat mendengar arahan, memahami tujuan, mampu membaca sekilas inti kalimat, tandai informasi penting, tidak cepat merasa bosan, suka berimajinasi, disiplin, dll.

DAFTAR PUSTAKA
Hamali, A. Y. 2018. Pembahasan Manajemen Sumber Daya Manusia (Strategi Mengelola Karyawan). Yogyakarta: CAPS.

Hariandja, M. T. E. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.

Hasibuan, M. S. P. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan keempat belas, Jakarta, Penerbit : Bumi Aksara.

Ismadi. 2021. Sasanti Journal of Economic and Business. Volume 2 Nomor 1, Februari Tahun, 2021. 2, 44–58.

Nawawi, H. H. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Rabeta, Y., et.al. 2021. Pengaruh Disiplin Kerja dan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Musi Rawas Utara. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS), 3(2), 54–60.

Rani, I. H., dan Mayasari, M. 2015. Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 3(2), 164–170.

Riduwan. 2014. Metode & Teknik Penyusunan Proposal Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Rizky, K., et.al. 2021. Work Engagement pada Karyawan di DKI Jakarta: Pengaruh Collaboration Skills, Digital Leadership, dan Perceived Organizational Support. Studi Ilmu Manajemen Dan Organisasi, 2(1), 61-75.

Ruben, B. D., dan Stewart, L. P. 2015. Komunikasi dan Perilaku Manusia. Jakarta: Rajawali Press.

Samsuddin, H. 2018. Kinerja Karyawan. Sidoarjo: Indomedia Pustaka.

Santoso, S. 2018. Statistik Parametrik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.

Simamora, H. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi III). Yogyakarta:

 

Sofiahiradawati. 2022. Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Lingkungan Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. Majalah Ekonomi, 27(1), 80–86.

 

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutrisno, Edy. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. (*)

Barta1.Com
Tags: Balai Wilayah Sungai Sulawesi ILietje LumatauwM.Si  Dr. Ir. Barakati Karel ManginsihiM.Si  Mariska WaleanM.Si Rolyke TulangowMTpolimdoS.ThSE
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Mis Natalia Elisa Rakinaung didampingi Mahasiswanya menjadi juri pada praktek mencuci tangan. (Foto: meikel/barta)

Mahasiswa Unika De La Salle Manado Sukseskan Program PKM-PM Duta Sehat Kepada Anak-Anak

Discussion about this post

Berita Terkini

  • 13 Tahun Putusan MK.35: Negara Masih Ingkar terhadap Hak-Hak Masyarakat Adat 16 Mei 2026
  • Dukungan Modal Usaha Dorong Pemberdayaan UMKM di Gorontalo 16 Mei 2026
  • Daya 66.000 VA Menyala di Melonguane, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Beranda Utara NKRI 16 Mei 2026
  • Meningkatkan Akses Desa, Bantuan TJSL Wujudkan Jalan Paving di Tempang Dua 16 Mei 2026
  • PLN UID Suluttenggo Pastikan Kelistrikan Andal Saat Kunjungan Presiden Prabowo di Gorontalo 16 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In