Tagulandang, Barta1.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., Sabtu (4/5/2024) mengunjungi pulau Tagualandang yang sebelumnya diporakporandakan erupsi Gunung Ruang pada tanggal 17 dan 30 April 2024.
Dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian, yang berada di Kampung Apengsala, Kecamatan Tagulandang ia memastikan kondisi pengungsi, serta berkoordinasi untuk penanganan darurat relokasi warga dua kampung yang tertimbun erupsi Gunung Ruang yaitu Kampung Pumpente dan Laingpatehi.
Dengan mengacu pada pengalaman erupsi Gunung Semeru pada tahun 2021 dan 2022, Suharyanto menggarisbawahi urgensi relokasi warga. Langkah ini menjadi semakin penting karena tidak ada korban jiwa dalam erupsi tahun 2022, berbeda dengan tragedi tahun sebelumnya yang merenggut nyawa 57 orang.
Menurutnya pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, telah mengambil keputusan untuk merelokasi 301 Kepala Keluarga atau sekitar 828 jiwa dari Kampung Pumpente dan Laingpatehi ke Desa Modisi, Bolaangmongondow Selatan. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan habitat yang serupa, dengan keberadaan pantai, pohon kelapa, dan kesatuan suku yang sama.
“Kenapa dipindah di daerah itu pertimbangannya di situ hampir sama habitatnya ada pantai, ada pohon kelapa dan informasinya satu suku. Kemudian akan dibangun oleh pemerintah dalam waktu secepat-cepatnya ini namanya Rumah Sehat dari Kementerian PUPR,” Kata dia.
Selain menyiapkan hunian baru dengan program rumah sehat dari Kementerian PUPR, setiap keluarga juga akan mendapatkan lahan perkebunan. Proses pembangunan akan segera dilaksanakan untuk memastikan pengungsi mendapatkan tempat tinggal yang layak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Dalam proses relokasi ini kata dia, BNPB akan terus mendampingi untuk memastikan kelancaran dan keamanan warga. Pemerintah juga akan memberikan bantuan dana tunggu hunian untuk memenuhi kebutuhan hidup sementara, serta menyediakan logistik dan perabotan rumah tangga yang diperlukan.
“Sekarang 301 kita maksimalkan, jadi selama Bapak Ibu sekalian menunggu nanti pemerintah akan membantu namanya dana tunggu hunian yang nanti Pak Bupati tolong didaftar untuk membantu biaya hidup kalau misalnya Tinggal di tempat pengungsian Ya silakan digunakan tapi kalau untuk tinggal di rumah saudaranya mungkin nggak enak numpang dana itu bisa digunakan untuk sewa,” Kata Suharyanto.
Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa langkah-langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden, menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ia juga menyampaikan rasa prihatin dan dukungan dari seluruh jajaran pemerintah dan institusi terkait, serta mengajak semua pihak untuk bersatu dalam doa agar bencana ini segera berlalu.
“Ini yang saya ceritakan adalah langkah-langkah yang kita lakukan dan itu langsung diperintah Presiden. Jadi mudah-mudahan dengan penjelasan kami ini di samping tadi pak gubernur kemarin sudah menjelaskan mungkin ditambah lagi dengan ini informasi bahwa akan segera dibangun akan ditambah dengan lahan perkebunan mudah-mudahan Bapak Ibu, ” Jelasnya.
Kepala BNPB juga memberikan kesempatan kepada beberapa warga yang ingin bertanya atau menyampaikan aspirasi lainnya. Dari kesempatan itu, salah seorang warga menyampaikan keresahannya karena rumah mereka rusak parah setelah dihujani batu vulkanik saat terjadi erupsi Gunungapi Ruang sehingga tidak mungkin lagi ditempati.
“Yang menjadi kekhawatiran kami, Pak. Kalau erupsi ini selesai, kami mau pulang ke mana, pak? Karena semua atap rumah kami rusak dan tidak bisa lagi ditempati,” ungkap seorang warga.
Mendengar hal tersebut, Kepala BNPB lantas memberikan jawaban bahwa pemerintah melalui BNPB akan terus mendampingi masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya pada masa tanggap darurat saja, namun BNPB bersama pemerintah akan terus menyertai hingga pascabencana melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa pemerintah akan segera membangun hunian tetap sebagai rumah relokasi bagi warga yang sebelumnya tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I. Kemudian bagi warga yang rumahnya rusak berat, maka pemerintah akan membantu biaya perbaikan atau pembangunan senilai 60 juta rupiah. Kemudian untuk rumah rusak sedang berhak mendapat bantuan senilai 30 juta rupiah dan rumah rusak ringan sebesar 15 juta rupiah.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam setelah erupsinya selesai. Kami dari BNPB bersama pemerintah daerah akan tetap mendampingi bapak-ibu sekalian. Ada nanti mungkin di antara bapak-ibu sekalian akan direlokasi. Dipindahkan ke rumah yang baru. Karena rumah yang ditinggali sekarang berada di zona berbahaya,” jelas Suharyanto.
“Bapak yang rumahnya rusak berat nanti berhak mendapat bantuan 60 juta rupiah untuk perbaikan atau pembangunan. Yang rumahnya rusak sedang 30 juta rupiah dan rusak ringan 15 juta rupiah. Ini semua atas arahan Bapak Presiden Joko Widodo,” imbuh Suharyanto. (*)
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post