Sangihe, Barta1.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menargetkan seluruh wilayah yang belum menikmati layanan listrik 24 jam dapat teraliri listrik paling lambat pada 2028.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengatakan, target tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Pernyataan itu disampaikan Thungari seusai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gelora Santiago Tahuna, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, pada tahun ini terdapat dua desa yang mendapatkan tambahan layanan listrik 24 jam, yakni Benglaut dan Bebalang.
“Jadi sudah ada lima pulau yang kita nyalakan,” kata Thungari.
Sebelumnya, layanan listrik 24 jam telah menjangkau Tina Kareng atau Kepulauan Nane Dakele, Lautongan, dan Lipang.
Meski demikian, pemerintah daerah masih mencatat terdapat delapan desa yang belum menikmati listrik 24 jam. Selain itu, enam desa lainnya bahkan belum mendapatkan akses listrik sama sekali.
Thungari mengatakan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN Suluttenggo untuk memperluas jangkauan pelayanan listrik.
“Masih ada delapan desa yang belum 24 jam dan enam desa yang belum ada listrik sama sekali. Kita menargetkan sampai dengan tahun 2028 akan selesai,” ujarnya.
Menurut dia, pemerataan listrik menjadi bagian penting dari pembangunan Sangihe sebagai daerah kepulauan yang sebagian besar wilayahnya bergantung pada konektivitas dan pelayanan dari pemerintah pusat.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post