Tagulandang, Barta1.com – Setelah melakukan penggalangan dana, selama 3 hari. Badan Pengurus Kota (BPK) Oi Manado bersama Lintas Pecinta Alam Manado, melakukan kunjungan ke Tagulandang, Kabupatan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.
Pada kunjungan itu, keterwakilan BPK Oi Manado bersama Lintas Pecinta Alam Manado membawa bantuan berupa beras, minyak goreng, ikan blek, daun teh, kopi, gula, biskuit dan telur, untuk diserahkan kepada korban yang terdampak erupsi Gunung Ruang. Begitulah yang disampaikan oleh koordinator lapangan (Korlap), Fitran Domili kepada Barta1.com, Minggu (28/04/2024).

Bukan itu saja, ada pula bantuan berupa kebutuhan anak-anak dan pakaian layak pakai, yang diserahkan kepada masyarakat setempat.
Dalam kunjungan itu juga, Fitran tak sendiri. Ia ditemani oleh Marfel Pantoleng. Keduanya menggunakan transportasi laut, yaitu Marina Bay, untuk bisa tiba di lokasi.
Ketika tiba di lokasi, tepatnya Tagulandang. Keduanya, langsung melakukan survei dan melihat kondisi masyarakat, yang terdampak akibat letusan Gunung Ruang.
Keduanya menemukan beberapa persoalan di tengah masyarakat, salah satunya belum mendapatkan bantuan secara merata, mengingat di sana, persoalan politik sangat terlihat, jika beda pilihan, mungkin kurang bantuannya. Cerita Fitran, meneruskan apa yang disampaikan masyarakat kepadanya.

“Saat kami datang membawa bantuan, kami diteriaki masyarakat warna abu-abu ini, untung saja, saya sudah paham teriakan itu. Jadi, saya menjawab abu-abu dan tidak ada kepentingan apapun. Ini benar-benar bantuan masyarakat Kota Manado, yang kami kumpulkan. Mendengar penjelasan kami, masyarakat baru mendekat untuk mengambil bantuan,” ungkap Fitran.
Mereka, tambah Fitran, melakukan pengungsian secara mandiri, ketika malam hari. Sebagian dari masyarakat akan kembali ke kebun atau hutan, ketika hari menunjukan sore hari. Kemudian paginya, baru mereka turun lagi ke kampung untuk memperbaiki kondisi Rumahnya, yang rusak akibat hantaman batu dari Gunung Ruang.
“Sebanyak 37 keluarga kami kunjungi dan menyerahkan langsung bantuannya, jadi kami sangat bersyukur bisa bertemu masyarakat setempat dan bisa mendengarkan cerita mereka. Bahkan kami ikut membantu, memperbaiki beberapa Rumah warga yang rusak atapnya,” tutur Fitran.
Ia menambahkan, masyarakat yang mendapatkan bantuan sembako dan bantuan tenaga, terlihat sangat bahagia. “Ada beberapa kampung yang kami kunjungi dan menyerahkan bantuannya, seperti Boto, Balehumara, Bahoi, Pehe, Ageng dan Mahangiang.”
“Berharap dengan apa yang kami berikan kemarin, bisa membantu meringankan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Tagulandang saat ini. Kami hanya bisa mendoakan, agar akativitas dari masyarakat bisa kembali normal lagi,” terangnya.
Untuk itu, Kata anggota BPKel Oi Wayang ini, bagi setiap komunitas yang akan memberikan bantuan, sebaiknya datang langsung dan menyerahkan langsung, karena di sana banyak masyarakat belum mendapatkan bantuan secara merata.
Diketahui, yang tergabung dalam lintas pecinta alam Manado, di antaranya ada SPAB Kabut Hutan, KPAB Vulcanic Manado, Gelang Rimba Manado, KPAB Chiroptera Adventure, A.P.A.S, KPA Ampala,KPPA Tarantula, Geplak Manado dan Planning Jelajah. Sedangkan BPkel Oi se-Kota Manado, ada Oi Hidup, Rimba, Wayang, Bongkar, 1/2 Dewa dan Kesaksian. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post