Manado, Barta1.com – Mencoba hal baru kerap kali dilakukan oleh kebanyakan anak muda untuk menemukan bakat yang tersimpan dalam dirinya. Hal itu juga yang dilakukan oleh, Erica Carolina Lumenta, ketika terjun ke dunia kecantikan maupun modeling.
Perempuan berparas cantik kelahiran Tanjung Pinang, 03 September 2003 itu, memulai hal baru itu, ketika dirinya duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama).

“Saat duduk di kelas 3 SMP, saya memberanikan diri untuk terjun ke dunia kompetisi kecantikan, kepintaran, dan berbusana ini. Kompetisi peratama kali diikuti adalah Remaja Teladan, dan saya berhasil meraih Putri Remaja Teladan pada usia ke 17 tahun,” ungkap Erica kepada Barta1.com, Senin (15/04/2024), sembari memancarkan senyumannya.
Selain ingin mengetahui hal baru, kata Erica, dirinya adalah seseorang yang ingin bersosialisasi dan berdampak bagi banyak orang, baik itu melalui program sosial maupun kehidupan sehari-hari.
“Setelah mengikuti Remaja Teladan, saya mengikuti Ajang Siswa Kristen Berprestasi pada tahun 2020, Duta Anak Indonesia 2021, Duta CBPR-Qris dan Putra-Putri FEB unsrat 2023, kemudian Miss Mega Bintang Sulawesi Utara 2024,” ujarnya.
Setelah mengikuti berbagai audisi ini, tambah anak ke 2 dari 3 bersaudara dari pasangan Hans Christiaan Lumenta dan Meitty Van Bone, menyebut banyak manfaat yang didapatkan dimulai dari branding diri yang positif, meningkatkan kepercayaan diri dan relasi, mengingat banyak teman dan pengalaman baru yang didapatkan.
“Dari banyak manfaat yang didapatkan, saya bisa ikut membuktikan peran anak muda yang berdampak bagi orang lain, selain itu juga bisa membanggakan keluarga, di mana saat ini saya hanya tinggal dengan oma (Nenek). Saya hanya ingin membuat oma bangga dan bahagia,” tuturnya.
Lanjut Erica, dari setiap proses yang diikuti tentunya ada kesulitan yang dihadapi. Kesulitan itu, ketika ia menyesuaikan akan dirinya sendiri, di mana ajang yang diikuti ini harus disiplin dan harus mampu mengatur waktu, mengingat saat ini, ia masih berstatus mahasiswa yang sedang magang.
“Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kesulitan yang diceritakan tadi mampu ditangani dengan menyesuaikan diri dan mengatur waktu sebaik mungkin, agar bisa menjalankan studi dan mengikuti ajang secara profesional,” terang Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat ini.
Kemudian seseorang yang terus memberikan motivasi, tamba Erica, supaya dirinya bisa melewati setiap kesulitan yang ada adalah oma-nya sendiri.
“Oma selalu memberikan saya dukungan dan nasehat serta gambran mana yang harus diprioritaskan pada waktu-waktu tertentu dengan konsekuensi tersendiri. Ketika mengikuti berbagai ajang ini, saya memiliki dorongan untuk memberikan tanggungjawab yang sama, tanpa harus ada yang keteteran.”
Ketika ditanya selepas mengikuti berbagai ajang ini, ke depannya mau fokus apa. Erica menjawab, akan berfokus dengan cita-citanya menjadi seorang entrepreneur. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post