Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada hari ini Senin 16 April 2024 diberi judul: Yesus, “MANUSIA” Yang Bukan Saja Manusia dengan bacaan 1 Korintus 15:5-6.
Secara manusia, Yesus adalah Manusia. Tetapi, dalam perspektif yang lain, secara manusia juga, Dia bukanlah manusia. Itu adalah dua sisi atau kondisi faktual, nyata dan sangat penting dari Yesus dalam keberadaan-Nya ketika lahir dan berada di dunia. Yah, Yesus adalah Manusia yang lebih dari manusia. Tetapi Yesus memang adalah manusia nyata, riil, sama dengan manusia lainnya secara fisik tubuh-Nya. Organ tubuh-Nya, kebutuhan tubuh dan semua yang dibutuhkan manusia normal lainnya, juga dimiliki, terjadi dan dialami serta dibutuhkan oleh Yesus.
Seperti manusia normal lainnya, Yesus makan, minum, bernafas, bertumbuh. Organ tubuh-Nya juga lengkap sama seperti kita. Ada kepala, leher, tubuh, tangan, kaki. Ada mata, telinga, hidung. Punya rambut. Darah-Nya juga merah. Dia butuh oksigen. Dia lahir dari kandungan seorang perempuan, meskipun melalui proses Ilahi. Dia juga bisa tertawa, menangis, sedih, bahagia, berbicara seperti kita. Tak ada bedanya kemanusiaan Yesus dengan kemanusiaan kita. Bahkan dalam hal menderita, Dia jauh lebih menderita dari kita. Keaslian kemanusiaan Yesus sungguh nyata dan tak terbantahkan. Karena memang Dia lahir sebagai manusia normal (biasa). Bahkan Dia mati digantung di Kayu Salib. Jadi, Yesus bukanlah kisah dongeng nenek tua yang tidak nyata terjadi di bumi.
Semua standar atau “persyaratan” sebagai manusia normal Yesus terpenuhi. Namun demikian, jika melihat apa yang dilakukan-Nya dalam kemanusiaan-Nya di dunia ini, sungguh Dia sebenarnya bukanlah manusia. Sebab memang Dia adalah Tuhan. Dengan perkataan lain bahwa Yesus adalah benar-benar manusia 100 persen tetapi juga Dia adalah benar-benar Tuhan 100 persen. Maka, apa yang Dia lakukan dan apa yang terjadi pada diri-Nya sesungguhnya menunjukkan Dia itu bukanlah manusia saja. Dia lebih dari manusia manapun. Karena Dia adalah Manusia yang melampaui manusia. Sebab Dia adalah Tuhan. Dia Manusia yang juga Tuhan sejati. Tidak ada manusia yang seperti Dia.
Fakta membuktikan semuanya itu, bahwa Yesus adalah Tuhan. Mulai dari proses kelahiran atau kedatangan-Nya ke bumi, sudah diberitakan ribuan tahun sebelum-Nya. Tak ada manusia yang kelahiran atau kedatangan-Nya sudah diketahui ribuan tahun sebelumnya. Kemudian isi pengajaran-Nya tentang kasih adalah sempurna. Ajaran yang menjadi pusat segala pengajaran umat manusia. Karena isinya mendatangkan kebaikan, keselamatan dan kebahagiaan manusia di bumi dan di sorga dalam kekekalan. Hanya Dia, Manusia sekaligus Tuhan yang memiliki pengajaran begitu sempurna.
Bukti lain Yesus sebagai Tuhan adalah dari apa yang Dia kerjakan dan karyakan di dunia. Ada banyak mujizat yang Dia lakukan. Mulai dari merubah air jadi anggur, memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan, meredakan badai, menyembuhkan orang sakit, melahirkan orang kusta, orang pincang berjalan, orang buta melihat, telinga putus disambung kembali, orang mati dibangkitkan, orang lumpuh bangkit dan berjalan, berjalan di atas air, dan banyak lagi. Dari serangkaian mujizat yang Dia lakukan itu, belum pernah ada terjadi sepanjang sejarah umat manusia dari dulu kala, sejak zaman purbakala, hingga saat ini bahkan sampai kekal.
Mengapa demikian? Karena yang dapat melakukan itu hanyalah Tuhan. Manusia sehebat apapun tidak dapat mengubah air jadi anggur secara tiba-tiba. Atau berjalan di atas air, apalagi membangkitkan orang mati. Yesus bukan hanya 1 mujizat yang Dia lakukan. Tapi banyak. Bahkan sangat banyak. Dia melakukan itu semuanya di depan banyak orang. Semua orang yang hadir ketika itu menyaksikannya sendiri. Hal itu yang membuat sangat banyak orang mengikuti Dia yang akhirnya menimbulkan kecemburuan dan iri hati para imam kepala, ahli Taurat.
Fakta lain yang tak terbantahkan bahwa Yesus adalah Tuhan adalah soal kematian-Nya. Kematian-Nya juga sudah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya. Namun, hanya Dia satu-satu-Nya manusia yang mati tersalib, dikubur dan pada hari yang ketiga Dia bangkit. Kemudian di hari ke 40, Dia naik ke sorga disaksikan oleh orang yang banyak. Memang selain Yesus, ada 2 orang lain yang juga naik ke sorga, yakni Henock dan Nabi Elia. Tetapi mereka tidak bangkit dari kematian seperti Yesus. Mereka langsung terangkat ke sorga hidup-hidup seperti Yesus. Tapi, Yesus mengalami proses kematian dan dikubur dalam kematian-Nya, tapi kemudian bangkit.
Fakta kebangkitan-Nya itu yang disaksikan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus dan juga kepada kita di zaman now. Bahwa Dia benar-benar bangkit dan telah menampakkan diri kepada banyak orang. Antara lain kepada para perempuan, Petrus dan semua murid-Nya serta kepada lebih dari 500 orang secara serempak. Dia bukan bangkit dan menampakkan diri dalam bayangan apalagi mimpi serta khayalan. Juga bukan hanya dalam bentuk Roh yang melayang-layang. Tapi bangkit dalam bentuk dan rupa manusia dengan fisik tubuh yang utuh. Bahkan lengkap dengan bekas luka yang banyak, dalam dan berat.
Dia berbicara dengan semua orang yang bertemu dengan-Nya. Bahkan Dia makan ikan goreng. Tak ada hantu yang makan ikan. Para prajurit menyaksikan bagaimana Yesus bangkit dari kubur disertai dengan gempa bumi yang hebat dan hadirnya malaikat Tuhan. Itulah Yesus. Dia “MANUSIA” yang bukan saja manusia.
Demikian firman Tuhan hari ini: Bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal, (ayat 5-6).
Sungguh kita patut berbangga dan bersyukur memiliki satu-satunya Tuhan sejati, yang bangkit dan menjamin kehidupan kita di bumi dan di sorga.
Karena itu, syukurilah dengan terus hidup setia dan taat pada-Nya dalam segala hal. Pasti kita diberkati-Nya dalam segala hal, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post