• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Renungan Kristen 9 April 2024: Yesus Bangkit Dalam Realitas, Bukan Replika

by Agustinus Hari
9 April 2024
in Edukasi
0
Renungan Kristen 14 Maret 2024: Jangan Menyusahkan Sesama

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: freepik)

0
SHARES
165
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada Selasa 9 April 2024 diberi judul: Yesus Bangkit Dalam Realitas, Bukan Replika dengan bacaan Alkitab Lukas 24:39-40.

Kebangkitan Yesus, nyata. Bukan khayalan. Yesus menampakkan diri bukan ilusi, tapi terbukti. Yesus yang berdiri di tengah-tengah murid-murid-Nya adalah fakta, terlihat dan dapat dipegang. Wujud-Nya ada bukan bayang-bayang yang tidak ada dan tidak nyata. Tapi lengkap sebagai manusia yang memiliki tubuh, tulang, daging dan darah. Dia bangkit tidaklah berbentuk Roh saja, meski Dia sendiri dipenuhi oleh Roh Kudus. Dia bangkit dari kubur bukan hanya Roh-Nya, tapi juga tubuh-Nya secara utuh, sehingga dapat dilihat dengan jelas oleh semua yang melihat-Nya ketika Dia menampakkan diri-Nya.

Murid-murid dan para pengikut-Nya tidak mengenal-Nya karena mereka diliputi oleh rasa takut. Mereka takut karena ancaman para imam kepala, tua-tua Yahudi dan ahli-ahli Taurat yang terus mencari dan mengincar para pengikut Yesus. Sebab dendam mereka belumlah padam kepada Kristus. Itulah yang membuat pikiran mereka tidak fokus kepada Yesus yang sudah menampakkan diri di depan mata mereka. Mereka fokus bertahan melindungi diri untuk cari aman, sehingga mereka berkumpul di rumah di mana Yesus menampakkan diri itu.

Itulah sebabnya, Yesus harus menguatkan iman mereka dengan memberikan penjelasan dan pembuktian tentang kebenaran kebangkitan diri-Nya yang nyata. Dia yang terlihat itu bukan hantu, tetapi Tuhan yang hidup. Dia kemudian mempersilahkan mereka membuktikan sendiri kebenaran tentang keaslian diri-Nya yang sudah bangkit itu. Bahwa tubuh-Nya masih utuh, lengkap dengan bekas luka-luka cabikkan cambuk, tusukan tombak dan tikaman paku yang dalam menembus daging dan tulang-Nya.

Di antara murid-murid-Nya itu, hadir juga Tomas yang sebelumnya tidak bersama mereka. Dia tidak percaya sebelum melihat langsung. Maka Yesus juga mempersilahkan Tomas untuk membuktikan sendiri keaslian dan kebenaran tentang kebangkitan-Nya, agar dia percaya. Yesus kemudian menunjukkan tangan dan kaki-Nya, bahwa memang Dia sendirilah itu.

Dia menyuruh mereka bukan hanya melihat tapi meraba tangan dan kaki-Nya yang bekas lubang paku yang dalam menembus kaki dan tangan sampai ke balik Salib-Nya itu. Dia menyuruh mereka melihat dengan cermat dan memeriksa dengan teliti apakah itu benar-benar Yesus. Jadi kebangkitan Yesus adalah realitas (kenyataan), bukan replika (duplikat), atau rekaan atau dugaan yang mirip dengan-Nya, apalagi diganti orangnya ataupun seseorang atau bayangan yang mirip Yesus. Bukan replika, tapi realitas.

Maka Yesus menjelaskan lagi kepada mereka bahwa Dia benar-benar Tuhan yang bangkit itu, bukan bayangan yang mirip apalagi hantu seperti yang mereka duga dan sangka. Sebab hantu tidak memiliki daging, tulang dan darah. Juga rambut, mata tidak ada. Kalaupun ada, hanya bayangan saja. Tidak dapat diraba ataupun dirasakan. Apalagi berbicara secara terbuka, tatap muka atau saling menatap. Itu hanya dapat dilakukan oleh manusia yang berwujud atau manusia yang hidup seperti kebanyakan orang. Tetapi Yesus sendiri bisa melakukan semuanya, karena memang Dia bangkit secara lengkap dengan tubuh-Nya. Bukan hanya jiwa-Nya. Sebab kalau hanya jiwa-Nya, pasti gentayangan ke sana ke mari dan tidak tahu ke mana dia berada karena tidak berwujud.

Jadi, kebangkitan Yesus, adalah kebangkitan yang sempurna, nyata dan terbukti. Dia bukan makhluk halus yang mirip (replika) dan tak dapat dilihat oleh semua orang. Kepada siapa saja Dia menampakkan diri-Nya, mereka bertemu seperti manusia biasa, berbicara, saling melihat dan pegangan. Hantu ataupun makhluk halus, tidak nyata, hanya bayang-bayang yang tidak jelas. Sangat jauh berbeda dengan Yesus yang bangkit itu. Sungguh, semuanya itu terjadi sebagai pembuktian bahwa Dialah Tuhan. Mereka semua melihat dan menyaksikan sendiri kebenaran semua peristiwa kebangkitan-Nya yang menakjubkan itu.

Demikian firman Tuhan hari ini: “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka, (ayat 39-40).

Hal terpenting bagi kita adalah memaknai kebangkitan Kristus dengan terus berbenah diri dan membulatkan tekad untuk mengenal Kristus lebih dalam lagi. Eratkan hubungan kita dengan-Nya. Rasakan hadirat dan kasih-Nya, dan nikmati baiknya Tuhan dalam hidup yang lebih menyenangkan dan mengagungkan nama-Nya.

Sembahlah Dia. Hiduplah sesuai perkataan dan teladan-Nya. Itulah ucapan syukur yang benar atas kematian dan kebangkitan-Nya. Tuhan tahu apa yang paling baik dalam hidup kita, pasti disediakan dan dikaruniakan-Nya bagi kita sesuai kasih-Nya yang heran, dahsyat dan ajaib, amin.

Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM

Barta1.Com
Tags: Renungan KristenRHK GMIMSelasa 9 April 2024Tuhan YesusYesus Bangkit
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Timnas Indonesia U-23 Kalahkan UEA, Modal Bagus Menuju Piala Asia

Timnas Indonesia U-23 Kalahkan UEA, Modal Bagus Menuju Piala Asia

Discussion about this post

Berita Terkini

  • DPRD Sulut Bahas Dua Ranperda Strategis, Gubernur Yulius Tekankan Akuntabilitas APBD dan Kemudahan Investasi 26 Juni 2026
  • Welfrits Jacobus: Soliditas dan Integritas Kunci Organisasi Profesional 26 Juni 2026
  • AMDATARA Resmi Hadir di Sulut, Berikut Susunan Pengurusnya 25 Juni 2026
  • Plt Bupati dan Ketua TP-PKK Membaur di HUT ke-168 GMIST Imanuel Kelling Balehumara 25 Juni 2026
  • Bupati Michael Thungari Promosikan Potensi Sangihe di Penutupan PENAS XVII 25 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In