Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada Kamis, 4 April 2024 diberi judul: Takut Tapi Sukacita Besar sesuai bacaan Matius 28:7-8.
Kebangkitan Yesus memang menggemparkan semua orang ketika itu. Bahkan hal itu memang menjadi sesuatu keagungan yang mendatangkan kekaguman umat manusia hingga saat ini. Sebab memang, Yesus adalah satu-satunya manusia yang mati dan bangkit. Dia juga naik dan terangkat ke sorga. Hal itu lebih menghebohkan manusia di seluruh dunia hingga saat ini. Karena hingga saat ini tidak ada satupun manusia yang mati dan bangkit dari kematian-Nya kemudian naik atau terangkat ke sorga disaksikan banyak orang.
Itulah berita terbaik dan paling penting serta yang paling menarik sepanjang sejarah dunia, yang meski usianya sudah 2000 tahun, tetapi tetap tidak membosankan, justeru selalu dirayakan dan dibesar-besarkan oleh seluruh umat manusia yang beriman dan percaya kepada Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Apalagi dalam kebangkitan-Nya, sebelum naik ke sorga, Yesus menampakkan kepada lebih dari 500 orang, termasuk kepada semua murid-murid yang adalah rasul-rasul-Nya.
Orang pertama yang melihat Yesus bangkit dari kematian-Nya adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome. Itu terjadi ketika baru saja pulang dari kubur dan melihat kubur Yesus sudah terbuka dan kosong, setelah Malaikat Tuhan turun atasnya dan menggulingkan batu besar yang menutup pintu kubur itu. Setelah mendengar perintah dari malaikat untuk pergi memberitahukan tentang peristiwa itu kepada murid-murid Yesus dan semua orang. Dalam perjalanan pulang itulah mereka bertemu Yesus.
Mereka mengikuti semua petunjuk dan perintah malaikat tanpa kecuali. Mereka lari dengan cepat-cepat untuk memberitahukan peristiwa maha besar itu kepada semua murid Yesus. Karena mereka akan menyampaikan kepada murid-murid itu bahwa Yesus akan bertemu mereka di Galilea. Yesus akan mendahului mereka ke Galilea.
Hal yang menarik dalam perjalanan mereka adalah soal perasaan mereka. Yakni takut, tetapi bersukacita. Ini suatu rasa yang sebenarnya berlawanan, tetapi itu mereka alami. Takut tapi bergembira. Inilah perasaan yang campur aduk. Di satu sisi takut, tapi pada sisi yang lain bergembira. Takut karena Tuhannya tidak ada, tetapi gembira karena telah menerima kabar dari malaikat Tuhan bahwa Yesus Kristus, Sang Guru Agung, Tuhan dunia itu telah bangkit dan akan menampakkan diri-Nya kepada mereka di Galilea. Itulah yang membahagiakan dan menyukacitakan Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome.
Sukacita dan kegembiraan mereka mengalahkan ketakutan. Yah, karena mereka memang sedang diliputi sukacita yang luar biasa. Mereka sedang bereuforia dengan kebangkitan Yesus yang sedang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Itulah sebabnya segala ketakutan, kekuatiran dan kecemasan mereka hilang lenyap. Sukacitalah yang menguasai mereka sepanjang perjalanan itu.
Karena sukacita dan kegembiraan itulah mereka sangat bersemangat dan sambil berlari dengan cepat untuk menyampaikan Kabar Baik yang membahagiakan semua umat yang percaya. Para perempuan yang setia mengikuti Yesus itu terus berlari agar lebih cepat lagi dan segera bertemu dengan para murid Yesus, sehingga kebahagiaan itu menjadi milik mereka bersama. Jadi, mereka adalah para pembawa Kabar Baik pertama kepada semua orang tentang kebangkitan Yesus.
Sebab merekalah saksi pertama dan utama dalam peristiwa maha dahsyat itu. Maka nama-nama mereka ini kemudian dicatat dalam kitab suci sebagai para perempuan yang mendapat keistimewaan sebagai penerima pertama kabar baik itu. Karena mereka memang para perempuan yang terus setia mengikuti Yesus.
Demikian firman Tuhan hari ini: Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu. “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus, (ayat 7-8).
Peristiwa ini mengajarkan kita sebagai umat Tuhan untuk tidak takut dalam memberitakan Injil. Kabarkan atau wartakan Injil Kristus yang bangkit itu kepada semua orang dengan sukacita iman. Jangan takut memperkenalkan Yesus kepada semua orang dalam tutur kata maupun tindakan nyata, seperti yang sudah Dia ajarkan kepada seluruh umat-Nya.
Yesus sudah bangkit, ketakutan hilanglah. Maka beranilah menyampaikan kebenaran Kristus kepada semua orang, terutama dalam prilaku hidup kita setiap hari dengan menjadi teladan dalam kasih kepada sesama tanpa pilih kasih. Tuhan Yesus pasti menyertai dan memberkati kita bersama keluarga dalam segala hal, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post