Manado, Barta1.com – Renungan Kristen pada Senin 1 April 2024 dikutip dari RHK GMIM diberi judul: Mujizat Dalam Kebangkitan Yesus dengan bacaan Matius 28:2-3.
Sungguh, Yesus adalah Anak Allah. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat dunia. Semua yang Dia lakukan dan alami menunjukkan bahwa Dia benar-benar Tuhan sejati. Semua perkataan-Nya, adalah benar dan mengandung kuasa. Entah itu larangan, perintah, teguran dan pengajaran, adalah untuk kebaikan manusia dan dunia. Itu adalah firman yang hidup dan menghidupkan umat manusia bahkan alam semesta.
Selama di dunia, Yesus sangat banyak melakukan perkara besar, ajaib, dahsyat, heran dan luar biasa. Banyak mujizat dilakukan-Nya. Apa yang Dia karyakan dan kerjakan semuanya melampaui akal kepikiran manusia. Karena terlalu tinggi dan sungguh di atas segalanya kepikiran-Nya, sehingga Dia melakukan hal-hal yang tak terkira. Peristiwa ajaib terjadi sejak dari proses kandungan hingga kematian, kebangkitan dan kenaikkan-Nya ke sorga. Semua terjadi secara ajaib dan luar biasa.
Tanda-tanda alam mengikuti-Nya. Karena alam tunduk kepada-Nya. Demikian juga peristiwa Ilahi menyertai perbuatan dan keberadaan hidup-Nya. Terutama seputar kematian dan kebangkitan-Nya. Ketika Yesus disalib, cahaya terik matahari pukul 12 siang, langit menjadi gelap. Itu berlangsung selama 3 jam. Ada yang menyebutnya sebagai gerhana matahari total. Tapi, gerhana total hanya terjadi sekitar 5 menit saja. Tapi peristiwa penyaliban Yesus selama 3 jam gelap gulita. Hal itu disusul dengan gempa bumi dahsyat yang membuat Bait Suci terbelah menjadi 2, dari atas ke bawah. Maka tampaklah orang mati bangkit dan hidup kembali.
Itu karena Sang Putera Allah yang menjadi manusia itu, mati di Kayu Salib. Kematian-Nya membuat bumi bergoncang. Setelah mati dan dikuburkan oleh Yusuf Arimatea dan para pengikut-Nya, di hari ketiga, pada hari Minggu, sehari sesudah Paskah umat Israel, terjadi lagi peristiwa yang menggemparkan seluruh dunia. Hal ini terjadi karena Yesus yang sudah mati selama 3 hari, bangkit dari kubur yang ditutup batu besar dan dimeteraikan oleh para prajurit Romawi.
Ini terjadi pagi-pagi benar. Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome yang pergi ke kubur untuk merempah-rempahi-Nya menemukan peristiwa di luar nalar mereka: Yesus sudah bangkit. Hal itu juga ditandai dengan peristiwa alam dan peristiwa Ilahi, yang lagi-lagi tak mampu dicerna oleh pikiran manusia. Karena sungguh sangat mengagumkan. Peristiwa Ilahinya adalah turunnya malaikat dari langit. Namun hal itu didahului dengan goncangan bumi. Bumi seakan berbicara bahwa Tuhan sudah bangkit. Begitu dahsyatnya kuasa kebangkitan Kristus, sehingga bumi pun berguncang.
Allah lagi-lagi menyuruh malaikat-Nya menjumpai Maria Magdalena dan teman-temannya di kubur tentang peristiwa itu. Sementara para prajurit Romawi yang sedang berjaga-jaga, ketakutan tak berdaya. Malaikat turun dari langit langsung menuju batu sebagai pintu kubur Yesus, kemudian dia membuka meterai kubur dan menggulingkan batu penutup kubur itu. Yang menarik, setelah batu terguling, malaikat duduk di atasnya kemudian berbicara langsung kepada para perempuan itu. Wajah malaikat itu bagaikan kilat dan pakaiannya serba putih bagaikan salju.
Semuanya terjadi karena Allah sangat mengasihi kita. Artinya, Yesus melakukan dan mengalami banyak mujizat itu untuk kebaikan manusia. Dia memang datang untuk menebus dosa umat manusia. Dengan cara yang mengenaskan, Dia rela berkorban mati di Kayu Salib, agar manusia bertobat dan diselamatkan. Tetapi siapa yang tidak bertobat, pasti dihukum Allah. Jadi, mujizat kebangkitan Yesus dengan segala peristiwa ajaib yang menyertainya yakni turunnya malaikat dari langit dan gempa bumi hebat, merupakan tanda dan bukti kebaikan kasih Tuhan yang sempurna untuk umat manusia. Karena Yesus itu kasih adanya.
Demikian firman Tuhan hari ini: Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju, (ayat 2-3).
Yesus adalah Tuhan yang datang menjadi manusia. Dia meninggalkan kemuliaan sorga untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dan sudah kehilangan kemuliaannya. Maka Yesus bersedia dikorbankan diri dan nyawa-Nya sebagai tebusan dosa bagi segenap umat manusia.
Kita sudah ditebus oleh Kristus. Dia telah mati menderita dan tersiksa disalib, tetapi hidup, bangkit dan menang, apa balas kita pada-Nya? Introspeksi diri dan bertobatlah dari segala dosa. Hiduplah dalam pertobatan. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik. Wujudkan kasih kepada sesama sebagai wujud ucapan syukur kita kepada Tuhan. Dia pasti mengasihi, memberkati dan menyelamatkan kita. Maka berbahagialah kita, di bumi dan di sorga bersama Kristus Tuhan kita, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post