Manado, Barta1.com–Zakat mengilhami Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw, untuk semakin bijak mengarungi hidup.
Berzakat tak sekadar panggilan memberi untuk mereka yang membutuhkan. Di satu sisi, ada persoalan yang disebut Steven sebagai extra-ordinary wisdom, kebijaksanaan luar biasa!
“Tak hanya memberi untuk mereka yang butuh, tapi luar biasanya ini mengajarkan memberi untuk orang yang membenci kita,” kata Steven saat menyalurkan 6000 paket zakat yang diinisiasi Badan Zakat Nasional (Baznas), Pegadaian Kantor Wilayah V Manado dan Bank Indonesia Perwakilan Sulut di Masjid Raya Ahmad Yani, Kamis (28/03/2024).
Ini, aku Wagub Sulut, adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Tetapi berzakat sebagai kebijaksanaan luar biasa telah mengajarkan seseorang untuk memaafkan.
“Karena dengan memberi untuk orang yang membenci diri kita tujuannya agar kebencian itu berubah jadi hubungan baik lagi karena saling memaafkan,” sebut dia.
Terkait penyaluran 6.000 paket zakat ini, Steven mengatakan ini adalah bentuk kewajiban apalagi kini menjalani bulan suci Ramadhan.
“Pemerintah provinsi berharap penyalurannya berjalan dengan baik dan bisa presisi sesuai peruntukan,” cetus dia.
Pratikno selaku Kepala Pegadaian Wilayah V Manado menjelaskan, dalam safari Ramadhan tahun ini menyiapkan ribuan paket zakat senilai Rp 250 juta.
Selanjutnya dia juga menjelaskan beberapa produk Pegadaian yang bisa menjadi pendorong ekonomi masyarakat. Salah satunya tabungan emas. Saat ini Pegadaian dipercaya warga menyimpan 8,5 ton emas di tempat penyimpanan yang aman.
“Maaf Pak, saya tak bisa menyebut lokasi penyimpanannya di mana,” seloroh Pratikno sambil tersenyum.
Produk lain yang lagi digawangi adalah KUR berbasis syariah yang sudah disalurkan sejak 2022.
“Ini tanpa jaminan dengan bunga hanya 3 persen per tahun dan pemeliharan yang terhitung kecil sehingga sangat terjangkau masyarakat,” kata Pratikno.
Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Manado, Andry Prasmuko, menyatakan Terima kasih atas dukungan Pemprov Sulut dalam penyaluran paket zakat tersebut.
“Semoga kita bisa terus saling menjaga untuk program-program yang tujuannya mengakselerasi perekonomian warga Sulut,” sebut Andry. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post