• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Renungan Kristen 14 Maret 2024: Jangan Menyusahkan Sesama

by Agustinus Hari
14 Maret 2024
in Edukasi
0
Renungan Kristen 14 Maret 2024: Jangan Menyusahkan Sesama

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: freepik)

0
SHARES
212
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen hari ini Kamis, 14 Maret 2024 sesuai RHK GMIM diberi judul: Jangan Menyusahkan Sesama dengan bacaan Alkitab Matius 26:10.

Apa yang dilakukan oleh Maria saudara Lazarus dan Marta kepada Yesus yakni meminyaki-Nya dengan minyak wangi narwastu yang mahal dan apa yang dipikirkan oleh Yudas, semuanya diketahui oleh Yesus. Motivasi, dan ketulusan hati Maria kepada Yesus, itu adalah pasti dan tak diragukan lagi. Karena Maria melakukan itu sebagai rasa kagum dan hormatnya kepada Yesus.

Maka dia menyerahkan dan melakukan apa yang terbaik menurut hatinya untuk Yesus. Intinya, Maria melakukan kebaikan dan yang paling baik dalam ukuran dirinya untuk Yesus. Itu sangat dimengerti oleh Yesus. Karena Yesus melihat kedalaman hatinya.

Demikian juga reaksi atau apa yang dilakukan oleh Yudas, menanggapi apa yang dilakukan oleh Maria. Dia marah atau gusar kepada perempuan itu. Dia menganggap hal itu sebagai pemborosan dan tidak perlu dilakukan olehnya. Sebab uang yang banyak itu lebih baik diberikan kepada orang miskin. Yesus juga tahu isi hati Yudas. Bahwa dia menyampaikan itu tidak tulus. Apalagi dia sering mengorupsi uang kas mereka.

Jadi Yesus mengenal keduanya, isi hati mereka dan motivasi keduanya. Maka Yesus dengan tegas menegur Yudas serta murid-murid lain yang keberatan dengan apa yang dilakukan Maria. Sebab Maria melakukan sesuatu yang baik, baik bagi dirinya maupun untuk Tuhannya. Karena itu jangan menyusahkan kebaikan yang dilakukan seseorang sesuai dengan caranya masing-masing. Karena sesungguhnya Tuhan tahu hati semua orang.

Yesus dapat membaca pikiran mereka. Itulah sebabnya Dia langsung menegur Yudas dan murid lainnya lalu berkata bahwa tidak seharusnya mereka menyusahkan si perempuan yang hatinya tulus ikhlas melakukan kebaikan itu. Bahkan Yesus mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Maria itu adalah baik bagi Yesus.

Itu adalah perbuatan baik. Jadi, bagaimana mungkin Yudas protes dan menyusahkan orang yang melakukan kebaikan kepada Tuhannya? Itu jelas keliru dan tak pantas. Apalagi dilakukan oleh seorang murid Yesus, meski kemudian diketahui bahwa memang tidak mengherankan karena ternyata dialah si pengkhianat kepada Guru dan Tuhan, yang adalah Juruselamat dunia.

Ini adalah teguran sekaligus kritik Yesus. Bahwa banyak orang seperti Yudas suka mencari-cari kesalahan sesamanya. Suka Menyusahkan orang lain. Dalam prinsip hidup mereka, susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Hidupnya dihabiskan hanya untuk menyusahkan orang lain. Dia selalu berusaha mencari jalan untuk menyerang, menyudutkan, menyalahkan dan menyusahkan orang lain. Ini sangat ditentang oleh Yesus.

Sebab, belum tentu apa yang kita tuduhkan itu betul. Betul sekalipun, bukanlah hal dan urusan kita untuk menyusahkan nya. Justeru tugas kita menolong orang yang dalam kesusahan termasuk karena ulahnya sendiri, bukan lebih memperparah keadaan atau menyusahkan sesama. Dan, kebanyakan justeru orang yang kita susahkan dan diskreditkan seperti itu malah mereka yang baik dan benar. Seperti kisah Maria ini. Dia melakukan hal yang benar dan baik untuk Tuhan. Untuk apa menyusahkan dia. Kebanyakan yang suka menyusahkan itu hanya untuk pencitraan saja bahkan untuk menutupi dosa dan kejahatan mereka.

Prilaku Yudas yang cuci tangan dan suka pencitraan sekaligus untuk melindungi kejahatannya ini merupakan strateginya untuk menutupi rencana jahat pengkhianatannya kepada Yesus. Hal ini dia lakukan untuk mengesankan bahwa dia orang baik yang peduli orang miskin. Padahal sebenarnya sebaliknya. Yudas menutupi dosanya dengan membuat dosa baru, sehingga menambah dosanya menjadi berlipat ganda. Inilah ciri hidup orang munafik dan jahat. Mereka cenderung menghalalkan segala cara untuk membenarkan diri agar dikesankan sebagai orang baik.

Jelas Yesus membenci orang munafik sekaligus egois, tamak dan serakah seperti itu. Sebab Yesus mengajarkan murid-murid dan umat-Nya untuk hidup mengasihi sesama dengan hati yang tulus. Bukan karena ada maksud jahat yang terselubung. Tapi kasih yang sungguh, ikhlas bahkan rela berkorban. Kepada musuh sekalipun harus dikasihi. Jangan justeru menyusahkan orang lain, musuh sekalipun. Apalagi terhadap orang yang melakukan perbuatan baik kepada Tuhan.

Demikian firman Tuhan hari ini: Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku, (ay 10).

Janganlah memusuhi dan menyusahkan orang lain, siapapun itu. Kata pepatah, 1000 kawan terlalu sedikit dan 1 musuh terlalu banyak. Ini juga yang sering dikutip oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Artinya kita harus berteman dan saling membangun tali kasih yang tulus tanpa pilih kasih kepada semua orang.

Janganlah menyusahkan sesama dengan alasan apapun juga. Jangan sombong, jangan angkuh. Rendah hatilah dan milikilah hati sebagai hamba. Kasihilah semua orang tanpa menyusahkannya sekecil dan sesederhana apapun juga. Jadilah teladan dalam kasih dan selalu berpikir positif, suka menolong dan siap berkorban untuk sesama kita. Itulah yang berkenan kepada Tuhan. Itu menyenangkan-Nya. Lakukanlah Tuhan sangat mengasihi kita. Dia pasti menjaga, melindungi dan memberkati kita lebih dan lebih lagi secara ajaib, amin.

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: 14 Maret 2024MariaRenungan KristenRHK GMIMTuhan YesusYesus KristusYudas
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Komisioner KPU Sulut Meidy Tinangon

Oknum KPU Minut Diberhentikan Usai Dugaan Pergeseran Suara 26 TPS

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Tangani Kasus Dugaan Pemalakan dan Penganiayaan terhadap Pelajar di Bitung 20 April 2026
  • Hengky Honandar : Manajemen ASN Fondasi Utama dalam Mewujudkan Birokrasi yang Profesional 20 April 2026
  • Wabup Sangihe Buka TKA SD 2026, Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Infrastruktur 20 April 2026
  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026
  • Jalan Berlubang di Sulut: Keluhan Warga Menggema, Respons Diharapkan Nyata 20 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In