Manado, Barta1.com – Sebuah lagu dari musisi ternama Virgiawan Listanto (Iwan Fals) dengan judul “belum ada judul” dan kalimat “no caption” mendorong beberapa pemuda menamai komunitasnya dengan sebutan Tanpa Nama. Salah satu dari mereka adalah Andi Maulana Ramdany Irham.
Komunitas yang didirikan sejak tahun 2019 itu lebih banyak beraktivitas di Kota Manado, Sulawesi Utara. Dan yang difokuskan dari komunitas non profit ini adalah kesenian dan literasi, keduanya dijalankan secara bersamaan.

Maulana ketika diwawancarai Barta1.com di kediamannya, Selasa (12/03/2024) menyebut judul lagu Iwan Fals “belum ada judul” dan “no caption” memiliki makna paradoks. Hal itu membuat dirinya dan teman-temannya, menamai komunitas yang sudah berdiri 6 tahun itu dengan sebutan Tanpa Nama.
“Sejak awal kami mengejar konsentrasi yang variatif dan abstrak, yang mempengaruhi penamaan Tanpa Nama ini,” singkat Maulana.
Kemudian tujuan dari komunitas Tanpa Nama ini, kata Maulana, dibentuk untuk membuka ruang seluas-luasnya kepada orang-orang yang karyanya kurang disoroti oleh publik, terutama bagi para seniman dan penulis. “Berharap dengan adanya movement (pergerakan) ini setiap individu bahkan komunitas bisa saling support (mendukung) satu dengan lainnya, khususnya bagi teman-teman penggiat seni dan literasi di Kota Manado,” ungkapnya.

“Dari tujuan tersebut, akhirnya kami bisa membuat berbagai program yang terbagi dari session digital konten, event utama dan lapak abstrakers & home ArtHome Studio, kemudian adanya sowan kawan, kembali ke studio, nafas broadcasting dan live session (koten digital/online),” ujarnya.
Anak dari pasangan Irham Tanry Latanro dan Miryanti Usman itu menambahkan, kegiatan lainnya yang dibuat oleh Komunitas Tanpa Nama ini adalah catatan sketsa (Annual Event), lapak abstrakers (produk marchandice), HomeArtHome Studio (Wadah Ekslusif Production House, dan kolaborasi dengan berbagai komunitas lokal dan interlokal (luar Kota Manado).
“Dan bersyukur sampai saat ini program-program tersebut bisa berjalan dengan baik, serta apa yang menjadi tujuan dari Komunitas Tanpa Nama ini sudah terlihat,” terangnya sembari menyebut keseluruhan dari anggota Komunitas Tanpa Nama ini sebanyak 25 orang.
Ia pun menceritakan, setiap anggota yang tergabung dengan komunitas Tanpa Nama ini bervariasi latar belakangnya, di mana di dalamnya ada mahasiswa dengan jurusan/ fakultas yang berbeda-beda, pekerja penuh dan paruh waktu, dan kebanyakan dari itu adalah mahasiswa ilmu Komunikasi dan Jurnalis.
“Dengan latar belakang yang bervariasi itu menghadirkan berbagai pemikiran kreatif dan inovatif, sehingga Komunitas Tanpa Nama ini terus berporgram dengan tujuannya memanusiakan satu dengan yang lainnya dari segi seni dan literasi.”
Bagi Maulana, seni dan literasi bukan sekedar menjadi hobi saja, melainkan pession yang menjadi salah satu alasan juga kenapa komunitas Tanpa Nama ini masih bertahan.
“Memilih fokus di dunia kesenian dan literasi merupakan hal yang melelahkan, namun menyelamatkan banyak hal dalam kepribadian saya sendiri, dan sekali lagi itu yang membuat saya bertahan bersama teman-teman untuk terus membangun Komunitas Tanpa Nama ini,” pungkasnya.
Diketahui, Komunitas Tanpa Nama ini lebih aktif di sosial media, seperti Ig dengan nama akun @Komunitas_tanpanama, fanpage Komunitas Tanpa Nama, dan Kabar dari abstrakers di Youtube.

Di sisi lain, ini arti dari Logo Komunitas Tanpa Nama :
Warna navy makna stabil dan berwibawa .
Ornamen (X) berarti kolaborasi yang selalu dijaga
Manado merupakan kota di mana komunitas ini dibentuk dan beraktivitas.
4 sisi di antara X mengartikan 4 fokus bidang yang mengawali konsentrasi komunitas (musik , seni rupa, foto/video & menulis). (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post