Manado, Barta1.com – Duta potensi pemuda Indonesia dari berbagai Provinsi baru saja dikukuhkan di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemepora RI), Jakarta Pusat, Kamis (25/02/2024). Salah satu yang dikukuhkan adalah Nafilah Rizkia Ali, sebagai duta potensi pemuda Indonesia perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2024.

“Saya sangat bersyukur alhamdulillah karena Allah Swt dan dukungan orang-orang terdekat hingga bisa mendapatkan hasil yang baik, jika bukan mereka mungkin saya tidak bisa di titik ini,” ungkap Nafilah usai diwawancarai Barta1.com, selasa (12/03/2024).
Perempuan kelahiran Manado, 15 Agustus 2004 itu merupakan salah satu dari 2.464 peserta yang ikut mendaftarkan diri sebagai calon duta potensi pemuda Indonesia. Dan akhirnya Nafilah mendapatkan hasil yang memuaskan setelah mengikuti berbagai tahapan yang ada.
“Dengan hasil yang didapatkan ini, saya merasa bangga terhadap diri sendiri karena bisa mencapai prestasi diajang nasional,” singkat anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Abdul Thalib Ali dan Ivonne Dayu.

Ia menambahkan, bahwa tujuannya mengikuti duta potensi pemuda Indonesia 2024 ini, hanya ingin menjadi bagian dari anak muda yang bisa berkontribusi secara langsung untuk memajukan Indonesia, khususnya di Provinsi Sulut, dan ingin menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya agar lebih maju ke depannya, serta menjadi pemuda-pemudi bangsa yang berguna untuk negerinya.
“Sekali lagi, saya mau mengucapkan terima kasih kepada orang-orang terdekat, yang selalu mendukung saya sampai pada hasil akhir dan bisa terpilih sebagai duta potensi pemuda Indonesia 2024,” singkatnya.
Sebelum menginjakkan kaki di Gedung Kemenpora RI, kata Nafilah, tentunya membutuhkan berbagai tahapan yang panjang, di mana dirinya seperti peserta lainnya menyediakan dan memasukan berkas sesuai dengan persyaratan yang dimintakan. “Dan dari hasil seleksi berkas, akhirnya kami dari Sulut itu sebanayak 8 orang yang lulus berkas sesuai dengan penilaian oleh tim seleksi (para duta-duta terpilih sebelumnya). Sedangkan perwakilan Provinsi lainnya, sampai belasan pemuda yang lulus berkas.”
“Apalagi yang mendaftar saat itu sebanyak 2.464 peserta, namun saya tetap optimis untuk bisa ke tahap selanjutnya,” terang mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado itu.
Setelah dinyatakan lulus berkas, Nafilah, selanjutnya mengikuti tahapan kedua yaitu karantina selama sebulan dengan mengkuti setiap kegiatan melalui apalikasi zoom (vhia online), kemudian menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh tim seleksi.
“Dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, saya mencoba memberikan yang terbaik, seperti membuat resume sekereatif mungkin. Setelah itu, saya mengikuti forum group discussion (FGD). Dari FGD tersebut, kemudian saya diumumkan menjadi salah satu finalis dan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu wawancara,” jelas Relawan Komunitas Dinding Manado ini.
Setelah wawancara, akhirnya Nafilah, mendapatkan informasi melalaui email bahwa dirinya dinobatkan sebagai duta potensi pemuda Indonesia 2024, kemudian diundang ke Jakarta, tepatnya di Gedung Kemenpora RI untuk dikukuhkan. “Setelah dikukuhkan, tentunya ke depan akan menjalankan visi dan misi melalui program kerja yang akan dijalankan. Setiap program kerja nantinya akan dilakukan semaksimal mungkin dengan rasa tanggung jawab yang besar,” pungkasnya.
Diketahui, duta potensi pemuda Indonesia ini merupakan program dari youth pemuda Indonesia yang bekerjasama dengan Kemenpora RI. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post