Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada hari ini Kamis 7 Maret 2024 diberi judul: Jangan Lengah, Iblis Sangat Licik sesuai dengan bacaan Yohanes 13:27.
Yesus sungguh baik dan teramat sangat baik. Dia tahu bahwa Yudas Iskariot, murid kepercayaan-Nya akan mengkhianati Dia. Karena Dia Tuhan yang maha tahu, mengetahui kedalaman hati setiap umat manusia, termasuk Yudas. Tetapi karena kasih dan kebijaksanaan-Nya yang agung, Dia tidak menghakimi Yudas. Justeru Dia berulang kali memperingatkannya meski dengan simbol dan tanda-tanda.
Termasuk tanda yang lebih spesifik bahwa siapa yang akan menerima roti dari tangan-Nya setelah Dia mencelupkan tangan-Nya, Dialah si pengkhianat itu. Jelas, Yudas yang melakukan itu. Toh Yesus tidak langsung menuduh, menghakimi apalagi menghukumnya. Malah sekali lagi Yesus memberikan kesempatan agar dia sadar bahwa niat hatinya itu adalah jahat karena berkhianat kepada Guru dan Tuhannya. Tetapi, Yudas mengeraskan hati. Maka ketika dia menerima roti dari Yesus setelah Kristus mencelupkan tangan-Nya, Yudas pun kerasukan iblis.
Iblis bekerja sangat tertib dan rapi. Tidak seperti yang kita bayangkan bahwa orang kerasukan iblis kejang atau kesurupan. Justeru iblis memanfaatkan Yudas dengan cara yang biasa saja, tenang dan seperti baik-baik saja. Hal ini sulit dibaca atau diketahui oleh orang lain. Iblis membuat para murid Yesus seakan tak ada sesuatu yang terjadi pada Yudas. Cara kerjanya rapi, manis dan sulit dideteksi.
Tetapi Tuhan Yesus tahu apa yang terjadi pada diri Yudas. Karena itu, sebelum Yudas keluar dari meja perjamuan, Yesus masih berbisik lagi kepada-Nya. Bahwa kalau memang Yudas sudah berkeras hati untuk melanjutkan niatnya itu, silahkan dilakukan. Bisikan ini sebenarnya merupakan teguran dan peringatan Yesus yang terakhir. Tetapi, karena Yudas sudah bulat tekadnya untuk mengkhianati Yesus, diapun pergi meninggalkan Tuhannya dan juga teman-teman sepelayanannya.
Yudas lebih mendengar panggilan dan bisikan iblis yang bekerja begitu halus dan meyakinkan dirinya dengan tawaran kepuasan duniawinya, padahal itu adalah pengkhianatan dengan menjual Sang Guru sekaligus ujungnya adalah membunuh Yesus. Itu tak terpikirkan dengan baik dan cermat oleh Yudas. Karena pengaruh iblis dalam dirinya yang sangat kuat yang (mungkin) dia tidak sadari. Iblis telah memerangkapnya dengan jeratan yang licik. Kelihatan baik, padahal ujungnya menuju maut.
Yudas lengah. Dia tidak mampu lagi mengendalikan dirinya. Meski teman-temannya tidak tahu bahwa dia punya niat jahat itu, tapi Yesus tahu. Ini yang tidak disadari atau mungkin dilupakan Yudas. Bahwa Gurunya itu juga adalah Tuhan yang maha tahu segalanya. Dia boleh menyembunyikan itu dari manusia, tapi Tuhan tahu.
Dia boleh menyembunyikan segala kebusukan itu dari semua orang, tapi kebusukan kejahatan itu pasti akan berbau, terbongkar dan akan mengorbankan dirinya sendiri. Iblis sangat licik. Sehingga ketika Yudas lengah, dia memanfaatkannya, mengelabui pikiran dan hati Yudas sehingga dia menganggap bahwa mengkhianati Yesus itu adalah pilihan yang terbaik. Padahal itu adalah pengkhianatan terbesar sepanjang sejarah umat manusia.
Yesus tidak memaksa Yudas harus bertobat. Dia memberi kebebasan kepada Yudas bahkan semua umat manusia, termasuk orang percaya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Tetapi, Yesus memperkenalkan bahwa siapa yang rela memikul salib mengikuti Dia, melakukan kebenaran dan kebaikan dalam ketaatan kepada firman, kita akan diberkati secara luar biasa dan menikmati keselamatan dan kebahagiaan kekal. Karena Dia akan menyertai, memelihara, menjaga dan melindungi kita.
Namun, siapa yang menolak Dia, memilih jalannya sendiri, mementingkan keinginan tubuh, jasmani dan duniawi, akan menerima akibatnya. Akan dihukum, baik di bumi maupun dalam kekekalan. Hidupnya pasti menderita selamanya. Maka janganlah silau dengan kesenangan sesaat yang ujungnya adalah kesesatan, karena itu cara iblis yang licik menjerat dan mempedaya manusia untuk mengikuti jalannya. Janganlah ikuti keinginan hati manusiawi dan duniawi seperti Yudas, agar kita tidak terjerat tipu muslihat iblis yang licik itu.
Demikian firman Tuhan hari ini: Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera, (ay 27).
Sahabat Kristus, jangan lengah. Waspadalah. Jangan terperangkap tipu daya iblis yang kelihatan manis dan menyenangkan padahal ujungnya menuju kehancuran dan kebinasaan. Jangan keraskan hati. Ikutlah Tuhan meski harus pikul Salib, karena kita akan menikmati kebahagiaan dan sukacita sempurna, di bumi maupun di sorga.
Jagalah hati. Hiduplah sesuai kehendak-Nya. Setia dan taatlah pada-Nya. Hiduplah dalam kebenaran dan kasih. Tuhan sangat mengasihi kita, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post