Jurnal ini disusun oleh akademisi dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado. Mereka adalah:
Sicilia S. Panelewen
Yelly S. Paendong
Decire D. Wagiu
Nathalia Christin Sombolayuk
Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Corprorate Social Responsibility (CSR) berdasarkan konsep Triple Bottom Line pada PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung.
Latar belakang penelitian ini adalah Keberhasilan perusahaan dianggap tercapai ketika perusahaan mencapai laba yang maksimal. Tanggung jawab perusahaan terkadang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan dari perencanaan dan pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan ini, berkaitan dengan masalah penelitian yang dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan pengambilan keputusan dari hasilpenelitian.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Analisis Implementasi Corprorate Social Responsibility (CSR) berdasarkan konsep Triple Bottom Line pada PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung secara nyata sudah dilaksanakan dan bisa dilihat dari kegiatan kegiatan CSR, yang sudah dilakukan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung, di mana sudah sesuai dengan tiga unsur utama dari konsep Triple Bottom Line.
1. PENDAHULUAN
Pada era globalisasi sekarang banyak perusahaan diberbagai belahan dunia sedang gencar berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan cara berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaaan, di mana ada aktivitas dalam membantu masyarakat atau komunitas lokal, yang dilakukan perusahaan pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian, di antaranya: aktivitas persaingan dengan perusahaan lain untuk menjaga pelanggan dari produk yang diciptakan, karena adanya desakan dari kondisi masyarakat untuk mencegah konflik. Hal ini dikarenakan perusahaan menggunakan sumber-sumber daya yang secara keseluruhan berasal dari lingkungan, hal ini menyebabkan perusahaan mempunyai tanggungjawab yang sangat besar terhadap lingkungan.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan bagi masyarakat dan lingkungan, untuk menjaga dan meminimalisir dampak buruk yang bisa timbul dari kegiatan operasional perusahaan. Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program tanggung jawab social perusahaan pertama kali dikemukakan oleh Howard R. Bowen pada tahun 1953. Setelah itu, CSR mengalami pengembangan konsep secara terus menerus.
Semula kegiatan CSR berorentasi pada “filantropi”, maka saat ini telah dijadikan sebagai salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan “citra perusahaan” yang akan turut mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan beserta pentingnya pengembangan masyarakat terhadap penerapan Corporate Social Responsibility (CSR).
1. Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) adalah sub-holding BUMN KepelabuhananPelindo yang menjalankan bisnis sebagai pengelola terminal peti kemas terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional melalui standarisasi dan jaringan yang terintegrasi antar terminal. PT.Pelindo Terminal Petikemas Bitung mempunyai tanggung jawab sosial kepada masyarakat maupun memperbaiki kondisi lingkungan hidup melalui kegiatan tanggung jawab sosial Perusahaan.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Implementasi CSR (Corporate Social Responsibility) Berdasarkan Konsep Triple Bottom Line pada PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung” untuk mengetahui pelaksanaan program CSR pada PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung, dan untuk mengetahui penerapannya berdasarkan Triple Bottom Line yang di mana nantinya akan di analisis tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan berdasarkan tiga aspek yang terkandung didalamnya.
Dilihat dari tiga aspek itu ada pada triple bottom line, seperti people, profit dan planet. CSR tidak hanya berkaitan dengan Pelindo Mengajar, Pelindo Peduli, dan Pelindo Berbagi, tetapi apakah dari kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung itu jika dinilai dari sisi perusahaan berdampak untung atau rugi dengan adanya kegiatan-kegiatan CSR yang dilaksanakan.
- METODE PENELITIAN
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data asli yang berasal dari PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung seperti hasil wawancara dengan informan dalam hal ini penulis mewancarai anggota bagian SDM dan Umum, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan yang ada pada eksternal perusahaan dan sumber lainnya.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara:
- Penelitian langsung dengan melakukan pengamatan secara langsung pada bagian yang akan dilakukan penelitian.
- Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung pada bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengumpulkan data yang diperlukan.
- Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab dengan pegawai di bagian Sumber Daya Manusia (SDM), Manajer SDM, dan bagian Health Safety Security & Environment (HSSE). Tujuannya untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.
- Penelitian kepustakaan, ialah studi kepustakaan yang bertujuan untuk mengumpulkan berbagai data melalui buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini.
Teknik analisis data yang digunakan penulis yaitu dengan metode analisis kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dalam beberapa tahap antara lain:
- Mengumpulkan data lewat pengamatan atau observasi secara langsung di dalam perusahaan dan pelaksanaan CSR yang dilaksanakan.
- Melakukan wawancara kepada informan kunci yaitu seseorang yang memahami dan mengetahui pelaksanaan CSR perusahaan.
- Menganalisis data CSR berdasarkan Triple Bottom Line, setelah itu penulis menyusun data-data yang ada secara sistematis.
- Menarik kesimpulan dan saran mengenai hasil analisa.
III. PEMBAHASAN
Terminal Petikemas Bitung merupakan salah satu inti segmen usaha yang ada di PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Terminal Petikemas Bitung diresmikan pada 12 Oktober 2004 oleh Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri, dan pada 1 Januari 2011 Terminal Petikemas Bitung telah dideklarasikan sebagai cabang usaha yang berdiri sendiri. Hal ini bertujuan untuk lebih mengspesifikan pelayanan PT. Pelindo, khususnya terkait pelayanan terhadap petikemas seiring pertumbuhan kontainerisasi di Pelabuhan Bitung.
Perkembangan Terminal Petikemas Bitung juga didukung dengan ketersediaan fasilitas dan peralatan yang modern, serta dukungan sumber daya manusia kualitas tinggi yang mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan aman. Selain itu, penerapan layanan dengan sistem teknologi komputerisasi dan berstandar internasional juga menjadi kunci dalam peningkatan kualitas pelayanan Terminal Petikemas Bitung.
CSR Pada PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung Tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah hal yang sudah tidak asing bagi PT. Pelindo. CSR ini sudah dijalankan oleh perusahaan sejak PT. Pelindo berdiri, namun namanya bukan CSR, melainkan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Istilah CSR digunakan sejak tahun 2003 dan terus berjalan sesuai dengan perkembangan bisnis PT. Pelindo.
Keuntungan yang dipetik PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung dalam menjalankan program CSR yaitu:
- Meningkatkan Citra Baik Perusahaan
- Peluang untuk Mendapatkan Penghargaan
- Produktivitas Karyawan Implementasi Program CSR PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung.
Semua jenis perusahaan berlomba dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dalam mengimplementasikan program CSR tentunya berbeda disetiap perusahaan. Begitu juga dengan implementasi program CSR yang dilakukan oleh PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung. Proses implementasi program CSR PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung dapat dilihat pada gambar berikut:

(Gambar Alur Implementasi CSR PT. PELINDO Terminal Petikemas TPK Bitung).
Gambar di atas menunjukan alur implementasi CSR yang penulis peroleh dari PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Data Komunitas.
Data komunitas adalah berisi program yang terkumpul dari beberapa sumber. Sumber pertama adalah sumber yang berasal dari rapat hasil kerja CSR dalam menentukan program setahun ke depan yang diajukan oleh koordinator masing-masing bagian. Sumber kedua berasal dari pengajuan proposal berisikan program yang sifatnya sosial dan diajukan oleh pihak yang berkepentingan stakeholders.
2. Proposal
Dalam hal ini proposal adalah pengajuan kegiatan yang diambil dari hasil data komunitas baik dari sumber pertama maupun sumber kedua.
3. Evaluasi
Evaluasi dimaksud adalah evaluasi atau memantau kegiatan yang akan dilaksanaka. Bentuk kegiatan ini akan dilihat dari beberapa sudut pandang antara kepentingan masyarakat kepada perusahaan dan sebaliknya.
4. Sesuai Kriteria dan tidak sesuai kriteria
Proses selanjutnya bagaimana melihat dari pandangan materi dan inmateri. Proses ini melibatkan public relation karena ada hal yang bersangkutan langsung dengan image brandcorporate, apakah kegiatan sudah sesuai dengan dana yang diajukan, teknik yang sepertiapa, dan bagaimana publikasi perusahaan terhadap masyarakat. Dalam tahap ini untukprogram dengan dana CSR yang besar maupun dana di bawah sepuluh juta rupiah yang memiliki kewenangan adalah PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Nilam yang terletak di Surabaya.
5. Ditolak
Ketika suatu program yang diajukan tidak sesuai dengan kriteria, maka langsung akan ditolak.
6. Proses implementasi
Proses ini adalah ketika program CSR yang telah disetujui maka akan langsung dilaksanakan. Dalam hal ini sebelum kegiatan dilakukan maka perlu diadakan rapat yang membahas tentang kegiatan pelaksanaannya.
7. Laporan Pelaksanaan
Ketika program CSR telah dilakukan maka pelaksana harus membuat laporan pelaksanaan. Laporan ini bersifat wajib sebagai bentuk pertanggung jawaban terlaksananya kegiatan CSR.
8. Evaluasi
Evaluasi menentukan program yang akan masuk dalam profile CSR. Evaluasi ini dilihat dari proses ketika pelaksanaan program kegiatan berlangsung.
9. CSR Profiles
Laporan kegiatan yang telah dimasukkan untuk dibukukan atau diterbitkan untuk kepentingan perusahaan.
Program CSR Yang Dijalankan PT. Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung Sejauh ini antara lain:Bidang Pendidikan, Bidang Peduli Lingkungan, Bantuan Sosial, Bidang Keagamaan, BidangKesehatan, Keterlibatan Masyarakat, dan Pelindo Greenport.

Analisis Implementasi CSR PT. PELINDO Terminal Petikemas TPK Bitung berdasarkan konsep Triple Bottom Line. Triple bottom line terbagi atas 3 aspek yang mendukung pengimplementasian CSR pada PT. Pelindo Terminal Petikemas Bitung, di antaranya (1) Triple Bottom Line berdasarkan People (Masyarakat Pemangku Kepentingan), (2) Teori Triple Bottom Line berdasarkan Profit (Keuntungan), dan (3) Teori Triple Bottom Line berdasarkan Planet (Lingkungan).
1. KESIMPULAN
Kegiatan-kegiatan CSR yang dilaksanakan oleh PT. Pelindo Terminal Petikemas
Bitung telah menerapkan berdasarkan triple bottom line yang mencakup pada tiga unsur utama, yakni
profit, people dan planet serta aspek keberlanjutan program yang dinilai. Hal ini dilihat
dari:
1. Tanggung jawab ekonomi (profit) perusahaan dapat dilihat pada program greenport yang
dilakukan perusahaan dalam kegiatan jasa yang dihasilkan dari kegiatan operasional
bisnisnya, yang secara nyata berdampak profit bagi perushaan serta membawah dampak
positif bagi lingkungan.
2. Tanggung jawab lingkungan (planet) PT. Pelindo Terminal Petikemas Bitung dapat dilihat
dari program-program CSR bidang lingkungan secara nyata dilakukan untuk
menyelamatkan dan melestarikan lingkungan seperti penanaman pohon dan tempat
pembuangan limbah kegiatan perusahaan.
3. Tanggung jawab sosial (people) secara nyata dilaksanakan PT. Pelindo Terminal Petikemas
Bitung melalui aktivitas CSR pada bantuan berbagi sembako, bantuan Pendidikan, bantuan
berbagi hari raya Qurban, dan bantuan bidang Kesehatan seperti peduli covid dan kegiatan
donor darah. Tanggung jawab sosial (people) secara nyata dilaksanakan
1. REFERENSI
Akuntansi. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2011.
Anatan Lina. “Corporate Social Responsibility (CSR): tinjauan teoritis dan praktik Indonesia”.
Jurnal. 2010.
Ayu Ashari (2015) tinjauan implementasi akuntansi corporate social responsibility (csr)
berdasarkan triple battom line pada pt maruki internasional Indonesia. Makassar
AYU, V. (2020). ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP CSR
PERUSAHAAN.
Buntung, H. B. (2017). Corporate Social Responsibility. Skripsi , 12.
CARBELLA, N. (2015). ANALISIS PENERAPAN CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) . Thesis .
Fatchan, A. Metode Penelitian Kualitatif. (Malang: Universitas Negeri Malang, 2013).
Hidayat, Hendi. 2009. CSR: Sekilas Sejarah Dan Konsep.
Jalal. (2010). Evaluasi Pelaksanaan Corporate Social Responsibility di PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. Skripsi , 245.
Kartikasari Lisa. “Niat Akuntan dan Akuntansi Lingkungan”. Jurnal. 2012
- D. (2019). Implementasi Kegiatan Social Responsibility PT. Pelindo 1 Dalam
Pengembangan Desa Wisata Tomok Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.
Skripsi.
Muntaha, M. S. (2015). Analisis Penerapan K3. Thesis .
Rahmatulah. (2011). Kewajiban Hukum Tanggung Jawab Corporate Social Responsibility.
Thesis , 2
Sembiring. (2003). Teori-teori Corporate Social Responsibility . Thesis , 11.
Suharto. (2007). Model-model Pelaksanaan CSR. 35.
SUNARFIANA. (2018). ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY. THESIS .
Suryanto. (2007). Model-model Pelaksanaan CSR. 35.
Usman, N. (2002). Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Thesis , 21.
Wibisono. (2007). Triple Bottom Line. Thesis , 22. (*)


Discussion about this post