Manado, Barta1.com – Tidak semua anak lahir dari keluarga yang serba berkecukupan dan bisa menikmati apa yang diinginkan. Apalagi ketika kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Begitulah cerita Rocky Oscar Rumagit.
Anak kedua dari dua bersaudara pasangan almarhum Adrian JL Rumagit dan almarhumah Detty Rumambi, sempat kehilangan arah dalam menjalani kehidupannya. “Saya pernah cuti perkuliahan di Politeknik Negeri Manado, tepatnya Jurusan Pariwisata. Awal cuti di tahun 2015, karena permasalahan ekonomi keluarga. Kedua karena orang tua saya meninggal. 3 bulan lamanya seakan kehidupan tidak ada artinya. Sempat berpikir apakah saya harus melanjutkan hidup atau mengakhirinya,” ungkap pemuda kelahiran Manado, 27 Oktober 1994.
Kehilangan kedua orang tua, kata Rocky, seperti seseorang yang keberadaanya di hutan rimba, kemudian kehilangan kompasnya. “Ketika mau mengingat masa itu lagi, mungkin sudah berada dititik untuk mengakhiri hidup. Namun, saya mencoba melepaskan keterpurukan itu dan berpikir untuk bisa bangkit kembali,” jelasnya.
“Pada saat itu saya mencoba memperbaiki diri dan cara berpikir, kemudian memutuskan untuk bekerja di Hotel Kota Sorong. Di sana saya bermodalkan ilmu yang didapatkan saat kuliah. Walaupun saat itu saya masih cuti, berjalannya waktu uang yang ditabung cukup untuk membiayai perkuliahan saya yang sempat tertunda dan memutuskan untuk kembali ke Kota Manado,” ujarnya sambil mengatakan dorongan agar dirinya bisa menyelesaikan studi adalah pesan dari seseorang kakek.
Lanjut Rocky, berjalannya waktu pada akhirnya dirinya bisa menyelesaikan studi di tahun 2020 di masa pandemi Covid-19. Masa dimana, tidak banyak perusahaan yang menerima karyawan baru. Melihat kondisi itu, bukan berarti mengurung semangat untuk terus berjuang, melainkan dirinya diajak mantan dosennya untuk membantu memberikan kuliah praktek, dan saat itu juga dia bisa memberikan memotivasi mahasiswanya dari pengalaman hidupnya, mendorong untuk lebih giat belajar, dan menceritakan pengalamannya saat magang di luar negeri.
“Praktek yang saya ajarkan kepada mahasiswa itu berupa bartender, bagaimana setiap orang itu bisa mengelola berbagai macam minuman. Dan saat itu juga, saya melatih mahasiswa terkait juggling botol,” jelasnya sembari menyampaikan bahwa Juggling botol menjadi rutinitasnya saat memasuki waktu libur, guna menambah skill yang dimiliki.
Dilibatkan menjadi tenaga pengajar di Jurusan Pariwisata Polimdo, Rocky menjelaskan bahwa dirinya sangat senang, dimana dirinya bisa membagikan ilmu, skill, kemampuan dan pengalamanya kepada mahasiswanya, sebagai penerus yang bisa membuat dunia semakin baik.
“Selain mengajar saya juga dipercayakan untuk mengelola cafe Polimdo, sebagai tempat mahasiswa untuk praktek terintegrasi selama 1 bulan penuh per kelas per semester, agar mahasiswa dapat merasakan suasana industry. Saya juga memberikan kegiatan ekstrakurikuler kepada mahasiswa berupa pelatihan di luar jam kampus untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa yang nantinya akan mengikuti skill competition daerah maupun nasional,” tuturnya.
Intinya, kata Rocky, setiap permasalahan yang didapatkan jangan cepat mengambil keputusan. Sebelum mengambil keputusan, harus ada hal yang dipikirkan untuk menumbuhkan kepercayaan diri seseorang untuk bangkit. Dan jangan lupa untuk terus meminta pertolongan Tuhan, melalui doa teman-teman.
Rocky menjelaskan terkait alasan dirinya memilih masuk Polimdo, karena metode pembelajarannya 70% praktek dan 30% teori. Dirinya juga seseorang yang lebih suka dan cepat mengerti dalam praktek. Maka dari itu, membuat dirinya bersemangat untuk melanjutkan Perkuliahan di Politeknik.
Menurutnya, Jurusan Pariwisata adalah tempat yang tepat baginya. Guna melatih dan mengasah, kemampuannya dalam berbahasa inggris. Rocky mengambil program studi Manajemen Perhotelan, selama proses pembelajaran dirinya mendapatkan pengetahuan baru, seperti front office, housekeeping, accounting, sales and marketing serta FnB.
“Berjalannya proses saya mendapati passion saya di bidang FnB dan akhirnya memilih mendalami ke dalam dunia food and beverage, terutama bagian beverages yaitu bartender dan barista, kemudian saya bisa magang di luar negeri,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post