• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Polimdo Dampingi Korban Kekerasan, 11 Mahasiswa Sanksi Berat

by Agustinus Hari
10 Agustus 2023
in Edukasi
0
Polimdo Dampingi Korban Kekerasan, 11 Mahasiswa Sanksi Berat

Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo didampingi Koordinator Humas, Stevie Kaligis. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
347
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), melalui Direkturnya Dra Mareyke Alelo MBA mensyukuri kekerasan yang dialami mahasiswa baru terkuak ke publik, agar tidak ada lagi kejadian yang sama dilakukan oleh oknum-oknum yang merasa dirinya hebat.

“Namanya kekerasan tidak diijinkan di sini. Masalah ini harus diseriusi jangan sampai menjadi penyebar horor bagi generasi kedepannya. Teridentifikasi ada 2 pelaku yakni oknum alumni, dan kedapatan juga mahasiswa aktif turut hadir pada kejadian itu dan tidak melaporkannya. Ada 11 orang mahasiswa, nama-namanya sudah ada dan akan diberikan sanksi disiplin berat. Keputusan disiplin itu akan dirapatkan pihak Polimdo secepatnya,” tegas Alelo di Ruangannya didampingi Koordinator Humas Polimdo, Stevie Kaligis, Selasa (8/8/2023).

Menurut Alelo, mungkin saja pelaku ini kena pasal penculikan, dikarenakan menjemput korban dari kosnya yang kemudian dicekoki minuman keras, di tampar, dan menyundut rokok.

“Kejadian ini terjadi di luar kampus, seharusnya juga pihak kos-kosan bertanggungjawab dengan aktivitas yang ada, apalagi berkaitan dengan miras dan sebagainya,” pintanya.

Kejadian ini, kata perempuan asal Nusa Utara, terjadi sejak Kamis hingga Jumat sore. Dimana keluarga menghubungi pihak kampus di hari Jumat, dan memberi tahu bahwa Timoty Rondonuwu tidak ada kabarnya, serta tidak hadir dikegiatan PK2MB. Menanggapi itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Selvie Kalele langsung merespon pihak keluarga dengan mengatakan jika ada informasi selanjutnya bisa dikabarkan kembali.

Berselang beberapa jam, pihak kampus mendapatkan informasi bahwa Timoty mendapatkan perundungan dari oknum seniornya. Merespon itu, pihak Polimdo langsung mengarahkan keluarga membawah anaknya ke RS Bhayangkara untung melakukan pemeriksaan.

“Melihat hal itu, pihak Polimdo terus melakukan pendampingan terhadap korban hingga saat ini. Dan korban nantinya akan dipindahkan dari kosnya ke Asrama Polimdo agar mendapatkan pendampingan,” jelas wakil direktur bidang akademik pada periode sebelumnya itu.

Perlu diketahui, saat Polimdo melakukan kegiatan PK2MB itu di satu tempat saja, yakni Ruang Auditorium Prof Ruddy Tenda. Dimana mahasiswa baru diberikan fasiltas yang layak beserta pimpinan dan panitia memberikan bunga pertanda masuknya kaum akademis dan intelektual di perguruan tinggi Polimdo.

“Sejak tahun 2021 kami sudah melakukan perubahan ditingkatan organisasi mahasiswa. Setiap organsiasi harus mampu menampilkan kreativitasnya berupa seni, olahraga dan banyak lagi. Jangan ada lagi kekerasan, seperti diskriminasi, jalan jongkok dan sebagainya,” tuturnya.

Saat ini, bukan saja kekerasan fisik atau seksual yang bisa dikenakan hukuman, melainkan perkataan kasar bisa dikenai hukuman. Apalagi, kejadian ini sudah melakukan.

“Era saat ini kita harus menjawab kebutuhan jaman. Sudah tidak jaman lagi, melakukan pola yang lama. Mereka manusia, yang harus diperlakukan secara manusiawi pula. Dan perlu diketahui juga, Polimdo adalah kampus pertama di Sulut yang memilki standar operasional prosedur untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang bekerja sama dengan pihak Internasional Labour Organization (ILO). Kita juga punya satgas PPKS,” pungkasnya.

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: kekerasanmahasiswapolimdo
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Kampanye Hentikan Membuang Limbah Rumah Tangga ke Sungai. (foto: istimewa)

Limbah Rumah Tangga Yang Tidak Tertangani Dengan Baik Mengakibatkan Pencemaran Sungai

Discussion about this post

Berita Terkini

  • RELIGIUSITAS KRISTIANI DALAM PUISI “IJINKAN AKU MERINDUKAN-MU”, KARYA DONALD TOLOH 21 April 2026
  • Polisi Tangani Kasus Dugaan Pemalakan dan Penganiayaan terhadap Pelajar di Bitung 20 April 2026
  • Hengky Honandar : Manajemen ASN Fondasi Utama dalam Mewujudkan Birokrasi yang Profesional 20 April 2026
  • Wabup Sangihe Buka TKA SD 2026, Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Infrastruktur 20 April 2026
  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In