Manado, Barta1.com – DPD I Partai Golkar Sulut telah membentuk tim terkait video yang viral yang melibatkan kader Partai Golkar, yakni James Arthur Kojongian. Bertempat di Ruangan Fraksi Golkar Sulut, Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulut, Raski Mokodompit menyampaikan Ketua tim investigasi terkait video viral dipimpin langsung Wakil Ketua Bidang OKK, Feryando Lamaluta.
Ketua OKK DPD I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta mengungkapkan sikap Golkar akan seperti yang disampaikan beberapa hari yang lalu, yang dimana akan ada sikap partai.
“Kedua DPD I Partai Golkar Sulut sudah membentuk tim investigasi. Kemudian sejak 6 Maret 2023 yang lalu, kami sudah melakukan rapat pleno. Rapat pleno dipimpin langsung oleh Ketua DPD I Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu dan menghasilkan 2 hal penting, yaitu satu melakukan reposisi AKD di DPRD Sulut. Kedua melakukan revitalisasi kepengurusan di DPD I Golkar Sulut,” jelasnya.
Terkait, dengan berita yang viral belakangan ini. DPD I Partai Golkar Sulut sudah jauh hari melakukan kajian organisasi. Dengan kasus yang ini lebih mempercepat kajian dan keputusan. “Pertama atas perintah ibu ketua saya mau sampaikan, dan ini sudah melewati koordinasi sejak malam hari. Hasilnya adalah saudara James Arthur Kojongian tidak lagi menjadi pengurus DPD I Partai Golkar Sulut dari hasil revitalisasi. Kedua, soal perubahan atau reposisi AKD. Yang bersangkutan dalam waktu dekat ini, dan akan menyurat ke DPRD Sulut dengan menarik yang bersangkutan dari pimpinan DPRD Sulut.
“Poin kedua secara tegas sudah diputuskan. Jika SK revitalisasi sudah ada. Besok SK-nya akan dijemput oleh Sekretaris dan Wakil Sekretaris bidang umum DPD I Partai Golkar Sulut di Jakarta,” terangnya.
Sebagai bocoran lagi, bahwa saudara James Arthur Kojongian tidak lagi masuk dalam struktur Partai Golkar Sulut periode 2020-2025 hasil revitalisasi. Kedua penegasan lagi bahwa saudara James Arthur Kojongian ditarik oleh partai dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut. “Soal siapa penggantinya sementara berproses. Tinggal kita tunggu hasilnya kedepannya, yang pasti orang ini dari 6 yang tersisa,” sahutnya.
Merespon apa yang disampaikan oleh DPD I Partai Golkar Sulut, terkait dirinya dirinya tidak lagi menjadi pengurus dan ditarik dari pimpinan DPRD Sulut. JAK sapaan akrab rekan-rekannya itu, terlihat santai menanggapi sikap DPD I Partai Golkar Sulut. Ditemui di ruangan terpisah, JAK menyebut bahwa dirinya belum mengetahui keputusan dari DPD I Partai Golkar Sulut akan dirinya.
“Sampai saat ini belum ada pemberitahuan secara tertulis dari Partai Golkar terkait revitalisasi, atau ditarik dari pimpinan DPRD Sulut. Saya juga baru mendengar dari kawan-kawan media,” jawab JAK.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post