Manado, Barta1.com – Mari mengenal lebih dekat Cintania Engli Tulangow. Perempuan cantik kelahiran Ampreng, 21 Agustus 2002 itu, sudah menjuarai 5 kali arung jeram.
Mengahadapi arus deras sudah menjadi hal yang biasa bagi Tulangouw, karena dirinya sudah dibiasakan dan dilatih untuk menguasai medan Arung Jeram, baik itu saat berlatih maupun kejuaraan.
“Menekuni olahraga arung jeram ini yang diutamakan adalah fisik dan pengetahuan. Karena di medannya nanti, kita akan menemukan arus yang menguntungkan dan merugikan, tergantung bagaimana cara setiap tim memanfaatkan kondisi yang ada,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Jerry Tulangow dan Fidiati Manampiring.
Olahraga yang memiliki banyak tantangan ini, tidak disengaja dikenalkan temannya sendiri yang tergabung dalam komunitas World Cleanup Day (WCD), yaitu Rio Saerang. Kemudian, ditekuninya hingga saat ini.
“Saya sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan dan bisa menjuarainya, diantaranya lomba dibuat Basarnas kategori Juara 1 umum, Kejurda 2 Kategori Juara 1 umum, Open Turnamen Piala Walikota Tomohon 2 Kategori Juara 1 umum. Kemudian, Porprov 4 Kategori 2 Emas dan 2 Perak, dan terkahir ini lomba dayung Bendungan Kuwil 2 Kategori H2H Juara 1, sedangkan Slalom Juara 2,” ujarnya sambil menyebut tahun 2022 adalah pertama kali menekuni arung jeram.
Dengan kejuaraan yang sering didapatkan, Nia, sapaan akrab rekan-rekannya itu mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang mendidiknya hingga saat ini.
“Saya mau berterimakasih kepada semua pihak yang mau melatih saya hingga saat ini, khususnya juga buat pelatih Dolly Hihola tanpanya kami bukanlah siapa-siapa. Dukungan orang tua juga sangat berperan penting ketika saya mau menekuni arung jeram ini. Intinya, banyak manfaat yang saya dapatkan seperti prestasi, mengenal banyak atlet hebat, bertemu dengan teman hebat, dan official yang hebat-hebat,” terangnya.
Melihat keberhasilannya itu, Nia, tidak menyangka dirinya bisa sampai ke tahap saat ini, yang dimana tidak semua orang bisa mencapainya. “Saya hanya bisa bersyukur kepada Tuhan, atas berkat dan penyertaannya hingga bisa ke tahap ini,” singkatnya.
“Saya berharap olahraga air itu kedepannya lebih banyak diminati, khususnya perempuan. Perempuan jangan sampai kalah sama laki-laki, kita pasti bisa hingga ke kanca Nasional maupun Internasional. Arung Jeram ini tidak menakutkan, seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Mari junjung prestasi kita,” tutur perempuan yang memiliki posisi stopper atau skipper dalam tim arung jeram FAJI Minahasa.
Intinya bagi setiap pemula yang akan menekuni olahraga air ini, pastinya akan mendapatkan kesulitan yang sama diawal yakni kesulitan mendayung, fisik yang kurang hingga gagal fokus. Akan tetapi, semua bisa dihadapi jika benar-benar ditekuni.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post