• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Workshop Pembuatan E-Raport Kurikulum Merdeka di SD Inpres Kaiwatu

by Redaksi Barta1
9 Maret 2023
in Edukasi
0
Workshop Pembuatan E-Raport Kurikulum Merdeka di SD Inpres Kaiwatu

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Steven Tumiwa saat membuka workshop pembuatan E-Raport di SD Inpres Kaiwatu, Rabu (8/3/2023). (foto: jurnalis pendidikan sulut)

0
SHARES
103
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Steven Tumiwa SPd MPd membuka Workshop pembuatan E-Raport Kurikulum Merdeka di SD Inpres Kaiwatu yang dihadiri Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Mapanget, Rabu (8/3/2023).

 

Kadis Dikbud Manado Steven Tumiwa menyampaikan, Elektronik Raport atau yang lebih dikenal dengan E-Raport adalah sebuah aplikasi sistem penilaian berbasis web yang digunakan untuk mengubah pola penilaian manual dari Guru terhadap Peserta Didik ke pola digital.

 

“Ya secara teknis aplikasi E-Rapor SD didesain terintegrasi dengan aplikasi dapodik yang dikeluarkan oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Setditjen Dikdasmen). Pada saat ini telah dirilis aplikasi E-Rapor SD yang dapat terintegrasi dengan Aplikasi Dapodik versi terbaru,” ujarnya.

 

“E-Rapor SD adalah aplikasi atau perangkat lunak berbasis web yang berfungsi untuk menyusun laporan capaian kompetensi peserta didik (rapor) pada satuan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD),” ungkap Tumiwa.

 

Ia menjelaskan bahwa dengan menggunakan E-Rapor, diharapkan dapat memberikan dampak positif pada satuan pendidikan terutama pada guru karena mempermudah dalam mengelola penilaian sehingga guru dapat setiap saat bisa mencetak dan melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik.

 

“Berdasarkan alur proses data E-Raport untuk jenjang pendidikan SD sudah terintegrasi dengan Dapodik, sehingga satuan pendidikan tidak perlu menginputkan ulang data-data pendukung seperti data Satuan Pendidikan, Peserta Didik, PTK, Rombongan Belajar, Mata Pelajaran dan Ekstrakurikuler,” jelasnya.

 

Kata Tumiwa, yang paling tahu adalah guru tentang capaian kurikulum sampai sejauh mana dan kita lihat apakah capaian anak sudah sampai di sana. “Nilai yang diberikan itu harus betul-betul valid sumbernya dan sesuai dengan fakta dan jangan hanya kejar kejaran E-Raport tapi tidak melihat dasar penilainnya,” kata Tumiwa.

 

Nilai itu adalah cermin dari guru itu sendiri dan itu bukan kepsek. “Ketika rata-rata kelas Siswa dapat nilai 70, maka itu gambaran bahwa nilai guru itu juga 70,” katanya. Lanjutnya, guru harus variatif dan banyak terobosan dan juga harus bikin persiapan sepanjang hari. “Ketika kita menilai juga, jangan abaikan penilaian itu dan dari proses belajar bukan bagian dari proses penghakiman,” katanya.

 

Lanjut kadis, ada yang menganggap nilai itu adalah penghakiman dan itu jangan terjadi di Sekolah. “Biasanya para guru hanya mengambil hasil akhirnya saja dan mengabaikan proses. Dan agar supaya proses itu berjalan bagus maka dipersiapkan diri termasuk proses pembelajarannya,” tutup Tumiwa.

 

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: E-RaportSD Inpres KaiwatuSteven Tumiwa
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Pendiri ZonaUtara.com Bersaksi di PTUN Jakarta Terkait Gugatan AJI-Sindikasi ke Kominfo

Pendiri ZonaUtara.com Bersaksi di PTUN Jakarta Terkait Gugatan AJI-Sindikasi ke Kominfo

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Sambut HUT ke-81 RI, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Pastikan Keandalan Pembangkit Listrik untuk Mendukung Ketahanan Energi Listrik di Sulawesi Tengah 26 Juli 2026
  • zkg7lfsjkxrbeat8jx 26 Juli 2026
  • Bupati Sangihe Minta Dana Desa Diprioritaskan untuk Pemulihan Pascabencana 25 Juli 2026
  • Jaringan Air Bersih Rusak Diterjang Banjir, Warga Lelipang Andalkan Mobil Tangki 25 Juli 2026
  • Gelapkan Uang Perusahan Ratusan Juta, Dua Karyawan Diamankan Polda Sulut 25 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In