Manado, Barta1.com – Setiap orang memiliki impian untuk mengekspresikan dirinya tanpa batas dalam meraih mimpinya. Hal itu juga, dirasakan oleh runner up (peringkat 3) Putri Indonesia Sulawesi Utara (Sulut), Cindi Noladyta Takumangsang.
Perempuan kelahiran Maros, 10 November 2000 itu, memilih mimpinya untuk berfokus pada dunia pekerjaan dan pendidikan ke strata yang lebih tinggi kedepannya. Selain berfokus pada pekerjaan dan pendidikan, anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Fridman Edy Takumangsang dan Non Ritha ini, menekuni dunia modeling.
Kepada Barta1.com, Cindi Noladyta Takumangsang mengatakan, modeling bisa mendorong dirinya mengekspresikan diri, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa setiap manusia memiliki kemampuannya masing-masing.
“Sejak tahun 2017, saya menekuni dunia modeling ini. Bisa diperkirakan sudah 6 tahun. Semua berawal dari kegiatan Paskibraka, dimana saat itu saya dipercayakan sebagai salah satu model hunter dari agency modelling Manado, yaitu Hera Talent Management (HTM),” tuturnya.
Setelah kegiatan itu, dirinya dianggap tinggi dan mencolok. Kemudian, keesokan harinya pihak HTM menghubunginya lagi untuk bergabung dengan agency mereka. “Awalnya saya ragu untuk bergabung dan merasa kurang percaya diri, tetapi berkat dorongan teman-teman sekolah dan anggota agency tersebut, sehingga saya akhirnya memantapkan diri dan memulai karier saya bersama HTM,” ujarnya.
“Ketika menjadi bagian dari modeling. Banyak hal yang saya dapatkan, dan itu saya alami sendiri. Dimana terjadi perubahan pada pola pikir saya, sehingga menumbuhkan kepercayaan diri dan bisa memberikan yang terbaik menurut versi saya sendiri. Bukan itu saja, tetapi saya bisa memberikan dampak positif kepada orang lain, terlebih khusus menginspirasi perempuan muda lainnya,” jelasnya sambil tersenyum.
Lulusan Unika De La Salle Manado ini, memanfaatkan pengetahuannya yang ia miliki dari dunia modeling, yaitu dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan penggunaan sosial media yang baik. Didalamnya bagaimana cara pengelolaan informasi. Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa instansi dan organisasi yang relevan terhadap isu-isu tersebut.
“Dengan modeling, saya bisa bertemu dengan orang-orang penting hingga mendapatkan pekerjaan, yang tentunya membantu ekonomi saya sendiri,” cetusnya.
Dia kemudian menceritakan hal yang disukai saat mengikuti berbagai event, seperti menjadi finalis Putri Indonesia Sulut. Saat dirinya di karantina, di situ dia dibekali banyak pengetahuan tentang soft skill dan hard skill, kemudian bertemu dengan narasumber terpercaya dan selalu diakhiri dengan sesi sharing hingga menumbuhkan wawasan kepada setiap finalis yang ada.
“Selain ada sukanya, pasti ada kesulitannya juga. Kesulitan yang sering saya dapatkan, ialah bagaimana berpenampilan secara profesional dan mengesampingkan perasaan pribadi,” imbuhnya. “Namun, kesulitan itu bisa diselesaikan dengan percaya diri bahwa saya menarik jika diperhatikan, sehingga selalu berusaha membangun afirmasi yang positif, agar semesta turut serta mengelilingi diri dan vibrasi positif,” pungkasnya.
Diketahui, selain menjadi bagian dari Putri Indonesia Sulut, Cindi Noladyta Takumangsang pernah mengikuti berbagai iven modeling, seperti Putri Fakep Photogenic Unika De La Salle Manado, Wakil 1 Duta Kain Sulawesi Utara 2018, Wakil 1 Momo Sangihe 2018, Noni Sulawesi Utara Sosial Media 2019 dan Winner Mahasiswa Berprestasi Sulawesi Utara 2020.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post