Manado, Barta1.com – Komisi II DPRD Sulut memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut untuk menggelar rapat dengar pendapat di Ruang Komisi II DPRD Sulut, Senin (10/10/2022). RDP tersebut dilakukan untuk mengevaluasi program-program yang terlaksana di tahun-tahun sebelumnya, serta membahas keberlanjutan program di tahun berikutnya.
Setelah pertemuan, Ketua Komisi II DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu mengatakan, Disperindag Sulut harus lebih giat lagi bekerja. “Harus cepat tangkap apa yang dipikirkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika kedepannya dilakukan ekspor bahan ke luar negeri, alangkah baiknya perhatikan terlebih dahulu kesiapan yang ada. “Jangan sampai kita bicara ekspor, dan akhirnya yang di ekspor hanya ikan tuna saja. Kedepannya, harus ada hasil dari pertanian yang boleh kita usahakan untuk di ekspor,” tuturnya.
Menurutnya, dinas tersebut harus memperhatikan masalah ekspor ini. “Dinas harus membangun kerjasamanya. Harus berkolaborasi dengan perikanan dan pertanian. Semua itu harus disinkronkan sambil Dinas Pertanian mendorong setiap petani untuk mengelola hasil pertanian organik, seperti yang dibutuhkan oleh Jepang dan Korea,” pungkasnya.
Diketahui, hadir dalam rapat diantaranya kadis beserta jajarannya, kemudian Komisi II DPRD Sulut, diantaranya James Tuuk, Inggrid Sondakh, dan Nursiwin Yunus Dunggio.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post