Manado, Barta1.com – Jaringan internet di daerah kepulauan Nusa Utara yakni Sitaro, Sangihe dan Talaud pada 31 Juli 2026 hingga 10 Agustus 2026 bakal terganggu. Sehingga melalui BAKTI atau Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) yakni badan layanan umum di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang bertugas menyediakan infrastruktur internet dan komunikasi di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah tiga daerah tersebut, Selasa (28/7/2026).
Plt Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas ikut hadir dalam rakor bersama Bupati Sangihe Michael Thungari dan Bupati Talaud Welly Titah dengan sejumlah pihak. Makainas menyampaikan Pemkab Sitaro secara umum siap mengantisipasi terkait gangguan internet selang dua pekan tersebut. ‘’Pemkab memang sudah memikirkan untuk menyiapkan langkah antisipatif seperti menyiapkan starling. Namun diharapkan juga pemerintah pusat ikut peduli dengan hal ini,’’ katanya.
Plt Bupati yang hadir rakor didampingi Kadis Kominfo Sitaro, Indra Purukan, memberi masukan agar segera melanjutkan restorasi jalur Manado Ondong Siau (MOS) yang sudah lama jadi PR namun tidak pernah selesai. ‘’Kalau ini (baca: MOS) secepatnya diperbaiki saya kira gangguan internet dari jalur Moratai – Melonguane ini tidak perlu dikuatirkan,’’ imbuhnya.
Menanggapi hal itu, ibu Mei dari PT LEN bahwa putusnya jaringan segmen Morotai-Melonguane diakibatkan ada 2 serat putus. Kata dia, hal itu dipengaruhi bencana alam seperti gempa bumi. Serat optik putus karena terjadi gerakan di bawah laut. Maka kami mengambil asesmen apa resiko untuk segera diambil tindakan,’’ kata dia.
Dirinya menyebutkan kondisi daerah tiga kepulauan ini sangat rawan terjadi bencana sehingga untuk melakukan perbaikan berdasarkan pengalaman bulan-bulan inilah saat yakni Juli hingga Agustus cuaca sedikit mumpuni. ‘’Maka kami lakukan segera. Termasuk perbaikan secara teknis,’’ ujarnya.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post