Talaud, Barta1.com – Pemutusan arus listrik di Puskesmas Mangaran yang dilakukan oleh pihak PLN ULP Lirung Sub Rayon Mangaran mendapat kecaman, Kamis (13/10/2022).
Jim R Tindi, aktivis vokal asal Pulau Kabaruan mengecam tindakan yang dilakukan oleh PLN ULP Lirung Sub Rayon Mangaran yang memutus arus listrik ke Puskesmas Mangaran.
Tindi mengatakan, pemutusan arus listrik ke Puskesmas Mangaran merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.
“Ini adalah tindakan yang tidak manusiawi. Puskesmas merupakan salah satu objek vital. Disana ada masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan. Kalau tidak ada listrik, bagaimana bisa melayani pasien,” tegas Tindi.
Tindi sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya, PLN yang merupakan bagian dari BUMN seharusnya menunjukan akhlak dalam mengambil tindakan.
Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD Puskesmas Mangaran, dr. Grace Bambulu membenarkan hal tersebut.
“Saat ini Puskesmas berada dalam keadaan gelap dan ada pasien yang sedang dirawat,” ujar Bambulu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr. Kerry D. Monangin, ME menjelaskan, sebelumnya sudah dilakukan pembayaran meteran, pemasangan tiang listrik, kabel dan pembayaran SLO.
Monangin menerangkan, setelah dilakukan pemasangan dan pembayaran beberap sarana tersebut, pihak PLN masih meminta biaya ratusan juta rupiah.
“PLN masih meminta biaya Rp.117.000.000. Kami jadi bingung, karena ketika dimintai dasar secara tertulis mengenai biaya tersebut, pihak PLN tidak mau memberikannya,” ungkap Monangin.
Monangin menerangkan, saat penyusunan RAB untuk kontrak dilakukan bersama dengan PLN ULP Melonguane tetapi tidak ada biaya tersebut.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post