Manado, Barta1.com — Komisi IV DPRD Sulut ikut menyoal persoalan anggaran Dinas Sosial Provinsi Sulut, khusunya UPTD Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar (BPSLUT) Senja Cerah Manado, di ruang Komisi IV DPRD Sulut, Senin (15/08/2022).
Anggota DPRD Sulut, Priscilia Cindy Wurangian angkat bicara. “Saya mau bertanya terkait anggaran refocusing di BPSLUT senja cerah ini. Saya bingung ini di refocusing kapan. Tahun ini, setau saya tidak ada refocusing. Apakah ini baru wacana untuk dibahas oleh TPAD dan Banggar DPRD di APBD perubahan atau seperti apa,” tanya wurangian.
Lanjutnya, tadi ibu berbicara seolah-olah dana sudah tidak ada di BPSLUT Senja Cerah, karena sudah di refocusing. Pertanyaannya, melalui mekanisme apa refocusing itu.
“Anggaran yang ditetapkan untuk APBD tahun 2022, itu kan dibahas bersama antara TPAD dengan Banggar DPRD Sulut. Jika sekarang sudah disampaikan refocusing, itu dibahas di mana ya,” tanya kembali anggota legislatif dapil Bitung-Minut ini.
Mendengarkan itu, langsung ditanggapi oleh kepala BPSLUT, Gisye M. Budiman.
“Kami diharapkan harus melakukan refocusing. kami berusaha, dari mana kami akan ambil guna memenuhi refocusing itu. Jika mau lihat anggaran kami sangat terbatas. Kami melakukan refocusing dari anggaran obat-obatan, serta makan dan minum,” jawabnya.
Setelah mendengar jawaban Budiman, langsung ditanggapi kembali anggota legislatif dari Fraksi Golkar ini. “Ini bicara kemanusiaan, bagaiman pun kita disini harus memiliki tanggungjawab moril untuk memperhatikan 48 orang tua yang ada di BPSLUT,” jelasnya.
“Saya berpikir hanya 48 orang bisa diperhatikan kehidupannya. Kita harus memiliki itikad yang baik, bahwa 48 lansia ini harus mendapatkan jaminan dan tempat yang layak. Ibu sampaikan tadi 7 juta dipangkas dari makan dan minum. Apakah 7 juta ini tidak bisa diambil dari tempat lain,” tambahnya.
Lanjutnya, angka 7 juta ini tidaklah besar. Selain makan dan minum, kenapa harus dipangkas lagi anggaran obat-obatan bagi para lansia ini. Coba itu diperhatikan kembali, mengingat refocusing kan belum terjadi.
Ketika mendengarkan tanggapan Wurangian. Budiman kembali menjawab. “Jika mereka sakit kami langsung membawanya ke Rumah sakit. Apa yang menjadi masukan ibu akan kami perhatikan,” pungkasnya.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post