Manado, Barta1.com – Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) baru saja selesai. Berbagai cerita dan kesan telah didapatkan setiap peserta yang ikut PPAP selama sebulan, yakni 3 Juli sampai 5 Agustus 2022.
Cerita dan kesan itu pun dirasakan oleh peserta PPAP dari Sulawesi Utara, Marcelina Margareta Ngangi. Kepada Barta1.com, Sabtu (13/08/2022). Ia mengatakan, pertukaran PPAP dilaksanakan di Papua. “Di sana masyarakatnya sangat ramah-ramah,” ungkapnya.
“Kami mau mengubah mindset orang tentang Papua, bahwa itu daerah konflik. Ternyata, penduduknya disana sangat damai dan ramah,” jelasnya. Sambungnya, Papua adalah maha karyanya Indonesia dari segi pariwisata, ekonomi kreatif, seni dan budayanya.
“Namun, masih banyak anak-anak yang belum tau membaca di Papua. Papua juga kekurangan SDM dari segi tenaga pendidik. Untuk itu, saya berharap Pemerintah Indonesia harus lebih memperhatikan Papua,” ujarnya. Ia menambahkan, SDM di Papua sebenarnya banyak potensi, tinggal diasah dan dibimbing SDMnya.
“Intinya dengan PPAP banyak hal yang saya dapatkan, diantaranya belajar tentang kerukunan agama dan budaya Papua. Kemudian, memahami dan memecahkan masalah bersama teman-teman dengan latar belakang yang berbeda,” cetusnya.
Dari Papua banyak hal yang akan dibawa ke daerah, mulai dari menceritakan toleransi antara agama dan budaya Papua, pentingnya menghargai dan menghormati adat-istiadat setiap daerah, menumbuhkan jiwa nasionalisme ke generasi muda, dan mengajarkan tentang pentingnya menjaga sesama, alam maupun lingkungan sekitar.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post