Cristy Puitika Tinungki dikenal sebagai salah seorang aktor di pentas teater Indonesia. Namun prestasi di dunia seni tak memadamkan cita-citanya di dunia pelayanan menjadi hamba Tuhan.
Harapannya itu pun kini terkabul setelah kemarin, Minggu (3/7), bertempat di Jemaat GMIM Tasik Wangurer, Bitung, ia menjadi salah satu dari 150 orang yang diteguhkan sebagai Pendeta GMIM.
“Menjadi Pendeta adalah cita-cita saya sejak masa kecil. Puji Tuhan Yesus kini saya bisa diteguhnya sebagai pelayanNya,” kata Cristy gembira kepada Barta1.com.
Ity –begitu sapaan akrab– salah seorang aktor Sanggar Kreatif Manado yang boleh dikata memiliki prestasi menyolok ini. Bagi dia, dunia teater dan dunia pelayanan memiliki korelasi yang sangat kuat.
“Keduanya merupakan sarana pemuliaan nama Tuhan sekaligus sebagai sarana pemuliaan nilai-nilai kemanusiaan dan alam semesta,” kata dia.
Sebagai aktor, di tahun 2016 ia bermain dalam lakon “Kata Mati” pada Festival Teater Remaja Indonesia di Grand Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta yang mengantar Sanggar Kreatif menjadi grup teater terbaik Indonesia dan menyabet 5 penghargaan sekaligus meraih aktor terbaik tanpa jejang.
Aktor kelahiran Tahuna, Sangihe, 4 Juli 1995 ini telah bergabung di Sanggar Kreatif sejak masa Sekolah Dasar (SD) dan terlibat dalam sejumlah pertunjukan besar sanggar terkemuka di Sulut itu.
Ia kemudian terlibat dalam banyak pertunjukan teater sekolahnya SMA Eben Haezar Manado. Bersama grup Teater Sodanama SMA Eben Haezar, ia beberapa kali meraih penghargaan aktris terbaik dalam festival teater pelajar Sulawesi Utara, dan grupnya menjadi grup terbaik teater pelajar Sulut.
Selain terlibat sebagai aktor dalam puluhan pertunjukan Sanggar Kreatif, Teater Nazaret Kreatif, dan Manado Teaterholic, ia juga tercatat aktif menyutradarai sejumlah pertunjukan teater gereja dan menjadi juri festival teater.
Ikut membintangi sejumlah film televisi di antarannya Film Anak “Semateir” yang terpilih sebagai Film Anak Terbaik Indonesia pada Festival Film Anak Piala Gatra Kencana TVRI tahun 2017.
Pada 2018 ia ikut membintangi film “Kinatoanku” yang disiarkan TVRI Nasional.
Pada tahun 2017, ia ikut terlibat sebagai aktor untuk Lakon “Museum” bersama Sanggar Kreatif Manado ke ajang Pekan Teater Nasional di Jogyakarta yang disutradarai Vick Chenore.
Pada tahun 9 November 2019 ia kembali terlibat sebagai aktor dalam lakon “Museum” yang dipentaskan Manado Teaterholic di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
Penyandang Sarjana Theologi dari Universitas Kristen Tomohon (UKIT) yang kini juga Pendeta di lingkup Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ini selain dikenal sebagai aktor dan sutradara, ia juga seorang pembaca puisi yang handal.
Ia juga memiliki talenta di bidang musik, baik sebagai penyanyi paduan suara, vokal grup yang sempat menjurai beberapa festival di Indonesia, juga sebagai pelatih vocal grup.
Untuk pengayaan wawasan teologinya, kini ia tengah menjalani studi pasca-sarjana di Fakultas Teologi. (*)
Penulis: Ady Putong


Discussion about this post