Manado, Barta1.com — Setiap manusia memiliki kelebihannya dan akan menjadi kian maksimal jika diarahkan, dimotivasi serta didukung dengan berbagai fasilitas. Inilah yang coba dilakukan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terhadap beberapa pelaku UMKM di Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Luckas Johanes petani kelapa yang mampu membuat hasil kreatifitasnya dengan tempurung, serbuk kelapa hingga batang kelapa hingga bernilai jual.
“Saya seorang petani kelapa, karena dimotivasi, dan diarahkan oleh pihak Polimdo, di dalamnya ada pak Vekky Supit dan Arthur Karwur, saya iseng-iseng mencoba dan hasilnya sangat dinilai luar biasa oleh warga Budo dan pengunjung,” ungkap Luckas saat diwawancarai Barta1.com baru-baru.
Ada 5 karya yang ia buat selama sebulan terakhir, yakni bentuk burung hantu, asbak, wajah kasus penampung minyak goreng di Indonesia, perahu dan ikan durian.
“Jika saya berfokus hanya membuat kerajinan ini, bisa-bisa hanya 3 hari bisa selesai, karena waktu juga diluangkan dengan pekerjaan sebagai petani kelapa, waktu untuk membuat kerajinan ini setiap malam saja,” jelasnya.
“5 Kreatif ini dibuat dari bahan kelapa, semuanya diambil dari berbagai kehidupan yang nyata. Pertama, ada 3 wajah muram pelaku Penampung minyak goreng di Indonesia saat ditangkap, meraka membuat semua warga Indonesia kesulitan dengan harga dan stok minyak goreng,” tuturnya.
Lanjutnya, kedua, ada asbak model Ikan, perahu, dan bahan tempurung dilengkapi pohon kelapanya, itu menceritakan dirinya sebagai seorang perokok, pohon kelapa sebagai sumber mata pencarian.
Kemudian ikan durian merupakan sumber kekayaan Desa Budo, yang sering dilihat ketika nelayan di Desa Budo sedang mencari ikan.
“Untuk model perahu, saya ambil dari bentuk-bentuk perahu di Desa Budo,” cetusnya.
“Sedangkan bentuk burung hantu yang saya buat dikarenakan burung tesebut banyak terlihat di sini saat saya menaiki kelapa, selalu terlihat burung tersebut dan terinspirasi untuk membuatnya,” imbuhnya.
Luckas menyebut, dirinya sudah menyiapkan lagi bentuk-bentuk kerajinan, salah satunya kalung.
“Saya sudah menyiapkan beberapa karya, yang dibuat dari kalongkong, dan akan diperlihatkan saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Republik Indonesia (RI), Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Budo pada Juni ini,” ujarnya.
“Kami sudah siap memperlihatkan karya kreatif kami, untuk menunjang kemajuan Wisata Mangrove Desa Budo,” kata Luckas sembari menyebutkan bahan-bahan yang ia gunakan dalam pembuatan kerajinan dari bahan kelapa yakni cat pernis kayu, lem Philippines, bor mini, alat ukir, pemboran dan amplas.
Luckas berharap pengrajin di Desa Bahowo juga mendapat bantuan peralatan. Untuk saat ini masih mengunakan alat sederhana.
“Kami sangat berharap adanya bantuan beberapa alat disini, guna menunjang pembuatan kerajinan kami yang lebih banyak, dengan waktu yang cepat,” pungkasnya.
Peliput: Meikel Pontondo


Discussion about this post