Manado, Barta1.com — Penghuni Asrama Mahasiswa Poso di Manado, Daud Murion Reo, membantah istrinya menetap di aset milik Pemkab Poso tersebut. Sang istri, aku Daud, hanya datang sebentar untuk menghadiri pelantikan dirinya sebagai lurah di jajaran Pemkot Manado.
Mengklarifikasi pemberitaan Barta1, Daud menyatakan pada 5 Februari 2022 ada pelantikan 30 lurah di mana dia salah satunya. Oleh pemerintahan Andrei Angouw-Richard Sualang, Daud diangkat sebagai Lurah Mahakeret Timur Kecamatan Wenang.
“Istri dan anak saya datang dari Tentena untuk ikut mendampingi saya di pelantikan lurah, jadi untuk sementara menginap di asrama. Saya pastikan mereka hanya sementara bukan menetap karena keluarga saya ada rumah di Tentena,” ujar birokrat muda itu, Kamis (25/02/2022).
Sebelumnya diberitakan sorotan dari sosok Gunawan Ndai yang pernah mengunjungi Asrama Mahasiswa Poso di Manado. Gunawan mengeluhkan kondisi bangunan itu mengenaskan dan terkesan tak diperhatikan oleh Pemkab Poso selaku pemilik aset.
Baca juga: Kondisi Asrama Mahasiswa Poso di Manado Memprihatinkan
“Kondisi beberapa ruangan kamar sudah tidak layak digunakan dikarenakan langit-langit ruangan yang sudah bocor,” terangnya. “Plafon ruang tamu sudah rusak. Kamar mandi yang sudah tidak memiliki pintu, dan water closet (WC) yang kotor ditambah lagi tangki septik yang sudah bocor,” tambah dia.
Masalah lainnya menurut Gunawan, penghuninya sebagian besar bukan mahasiswa bahkan ada PNS yang sudah berkeluarga tinggal di sana. Bahkan urusan keamanan dalam asrama tidak terjamin karena beberapa kali ada kasus kehilangan barang.
“Permasalahan yang terjadi di Asrama Poso sudah disampaikan ke Bupati Poso, Verna Inkriwang melalui sosial media mengingat ini masih kondisi Covid-19, dan salah satu alumni organisasi Himpunan Generasi Muda Kabupaten Poso (HGMKP) kami sampaikan. Tetapi jawaban yang kami dapatkan adalah asrama mahasiswa Poso sudah ditinjau dan saat ini terkendala dengan anggaran untuk perbaikan,” jelas Gunawan
Tetapi masalah Asrama tidak diperhatikan oleh Pemkab Poso juga dibantah oleh Daud.
“Apa yang disampaikan itu banyak tidak benarnya. Bukan tidak mau memperhatikan, tetapi informasi yang saya dapatkan dari pihak Pemda Poso untuk saat ini belum ada anggarannya, ada bukti pesan pada saya,” ungkapnya.
“Kemudian tim Pemda Poso saat kunjungan dianggap tidak teliti memeriksa Asrama semuanya tidak benar. Tetapi situasi kemarin coba saya tenangkan agar tidak melebar permasalahannya,” kata dia lagi.
Daud pernah mengajak mahasiswa Poso di Manado agar kembali menggunakan fasilitas ini. Tetapi mungkin menurutnya karena merasa kurang nyaman mereka tidak mau. Dalam posisi demikian Daud membantah masalah itu menjadi alasan dirinya menyerang Pemda Poso. di sisi lain, adanya pencarian dana untuk renovasi Asrama Poso juga dibantah oleh Daud.
” Selama ini saya memantau Asrama Poso tidak melihat mereka melakukan pencarian dana untuk perbaikan Asrama. Jadi, semuanya itu tidak benar apa yang dikatakan,” imbuhnya. (*)
Peliput: Meikel Pontondo


Discussion about this post