• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Rayakan Natal-Tahun Baru, PGI Minta Hindari ‘Open House’

by Ady Putong
23 November 2021
in News
0
Jemaat di Manado beribadah di rumah akibat pandemi (foto ady/barta1)

Jemaat di Manado beribadah di rumah akibat pandemi (foto ady/barta1)

0
SHARES
93
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) terlibat dalam gumul bangsa menghadapi Covid-19. Menghadapi perayaan Natal dan tahun baru, PGI meminta jemaat gereja di Indonesia untuk tetap mematuhi berbagai kebijakan pemerintah dalam upaya mengakhiri pandemi.

Hal itu ditegaskan PGI lewat surat imbauan bertanggal 19 November 2021, yang ditandatangani Ketua Umum Pdt Gomar Gultom dan Sekretaris Umum Pdt Jackjlevyn Manuputty. Dalam imbauan tersebut, PGI juga meminta jemaat gereja-gereja tak merayakan masa Advent, Natal dan tahun baru berlebihan, juga menghindari ‘open house’.

“Mendorong warga untuk memprioritaskan penyelenggaraan ibadah dan perayaan Adven, Natal dan Tahun Baru – yang aman dan berkeugaharian, serta memerhatikan kebijakan-kebijakan yang diberlakukan pemerintah dalam upaya mengakhiri pandemi Covid-19 di negeri yang kita cintai ini. Terkait hal tersebut, pengumpulan umat secara ragawi dan perayaan di rumah-rumah dalam bentuk “open house” – sebaiknya dihindari,” ujar PGI dalam poin pertama imbauannya.

Selanjutnya dalam poin lain, PGI mendorong warga senantiasa menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Ini bisa dilakukan dengan terus memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas, dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kendati saat ini sejumlah daerah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel rendah. Namun, menurut Pdt Gultom, pandemi belumlah usai. Indonesia masih berada dalam bayang-bayang ancaman masalah kesehatan dan beragam dampak buruknya. Belum lagi lanjut dia negeri tercinta ini acap diterpa bencana alam yang menimbulkan banyak korban dan kerugian.

“Oleh karenanya, dengan semangat pengosongan diri di tengah masa pandemi dan beragam krisis yang kita hadapi bersama, rangkaian ibadah perayaan Adven dan Natal di tahun ini sejatinya tidak diselenggarakan secara berlebihan dan berpotensi mengancam kehidupan bersama,” kata dia.

PGI memberi pemahaman kepada keluarga-keluarga Kristen, bahwa keluarga merupakan palungan bagi kelahiran Yesus, sehingga sentrum perayaan Natal sepatutnya ditempatkan pada persekutuan keluarga. Serta bersama warga, meningkatkan empati dan solidaritas terhadap para korban bencana alam dan warga masyarakat yang menderita akibat persoalan kemiskinan, diskriminasi dan ketidakadilan.

“Kami sangat mengapresiasi peran nyata gereja-gereja selama ini dalam upaya bersama memutus mata rantai penularan Covid-19, serta sedia bahu-membahu menolong anak-anak bangsa yang terdampak berat pandemi dan bencana alam yang terjadi berulang kali,” ujar Pdt Gomar Gultom. (*)

Peliput/Editor: Ferdinand L. Putong

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Pelaksanaan vaksinasi di lingkungan kampus di Manado. (foto: Meikel/Barta1)

Hindari Gelombang Ketiga, Satgas Covid-19 Sulut: Disiplin Patuhi Prokes

Discussion about this post

Berita Terkini

  • DPRD Sulut Bahas Dua Ranperda Strategis, Gubernur Yulius Tekankan Akuntabilitas APBD dan Kemudahan Investasi 26 Juni 2026
  • Welfrits Jacobus: Soliditas dan Integritas Kunci Organisasi Profesional 26 Juni 2026
  • AMDATARA Resmi Hadir di Sulut, Berikut Susunan Pengurusnya 25 Juni 2026
  • Plt Bupati dan Ketua TP-PKK Membaur di HUT ke-168 GMIST Imanuel Kelling Balehumara 25 Juni 2026
  • Bupati Michael Thungari Promosikan Potensi Sangihe di Penutupan PENAS XVII 25 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In