• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Gallery

Vaksin, Cara Ampuh Akhiri Pandemi

by Ady Putong
25 Oktober 2021
in Gallery
0
Ilustrasi Foto oleh cottonbro dari Pexels

Ilustrasi Foto oleh cottonbro dari Pexels

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dunia tak bisa mengabaikan sejarah yang membuktikan vaksin adalah cara ampuh mengakhiri pandemi. Hari ini juga angka penyebaran Covid-19 berhasil ditekan setelah program vaksinasi dilakukan massal di seluruh dunia.

Namun, riset Katadata Insight Center (KIC) yang berkolaborasi dengan Change.org menunjukkan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang tidak percaya dengan vaksin corona Covid-19. Mayoritas atau 48,4% responden tak percaya karena individu masih bisa terkena corona setelah vaksinasi. Alhasil, mereka menilai tak ada gunanya melakukan vaksinasi corona.

Dari angka itu, 41% responden yang tak percaya vaksin corona karena ingin membiarkan terbangunnya kekebalan tubuh secara natural. Kemudian, ada 34,2% responden yang beralasan karena tak percaya kepada pemerintah. Juga 32,3% responden yang tidak percaya vaksin corona pada umumnya. Sebanyak 24,8% responden tak percaya vaksin corona karena menganggap hal tersebut hanyalah akal-akalan industri farmasi. Sebanyak 21,7% responden tak percaya vaksin corona karena menganggapnya tidak halal. Sebanyak 15,5% responden tak mempercayai vaksin corona karena terpengaruh oleh tokoh panutannya.

Kemudian, 12,4% responden yang tak percaya vaksin corona karena menganggapnya berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Ada pula 7,1% responden yang merasa takut dimasukkan chip pengintai ketika mengikuti vaksinasi corona. Responden yang tak percaya vaksin karena merasa sudah punya kekebalan alami setelah terinfeksi corona sebesar 5,6%. Sedangkan, ada 7,1% responden lainnya yang tak percaya vaksin karena alasan lainnya. Vaksin memang tidak mencegah masyarakat terinfeksi corona.

survei itu dilakukan secara daring terhadap terhadap 8.299 responden di seluruh Indonesia pada 6-22 Agustus 2021. Dari jumlah tersebut, ada 322 responden yang mengaku tak percaya vaksin corona.

Pandemi terpatri pada sejarah manusia sejak 541 Masehi, ketika wabah Pes menyerang Konstantinopel. Bakteri Pes menempel pada tikus hitam yang hidup di kapal membuat wabah itu dengan cepat menginvasi Eropa, Asia, Afrika hingga semenanjung Arab. Nyaris 50 juta orang meninggal masa itu, namun Pes akhirnya berakhir ketika umat manusia mencapai imunitas.

Black Death terjadi 800 tahun kemudian. 200 juta nyawa disinyalir tewas akibat wabah ini dan berakhir setelah diterapkannya masa karantina yang ketat, seperti halnya The Great Plague of London. Semua ruang publik ditutup, orang yang terinfeksi wajib mengisolasi diri dalam rumah. Namun vaksin pertama kali disuntikan pada penderita cacar air, wabah lainnya yang tak kalah mematikan. Itu pun setelah Cacar Air telah menewaskan puluhan ribu penderitanya.

Dalam gerakan sosial di Sulawesi Utara, persoalan vaksin sebagai cara ampuh mengakhiri pandemi didukung berbagai elemen masyarakat. Banyak yang bergerak aktif bersama pemerintah untuk melakukan program vaksinasi mengakhiri pandemi Covid-19 yang telah terjadi 2 tahun terakhir.

Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) Sulawesi Utara, Kurniawan Lawendatu mengatakan, IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah tetap percaya dengan pandemi COVID-19, termasuk pemberian vaksinasi.

“PP Muhammadiyah sudah sampaikan harus vaksin, kami tinggal mengikuti saja,” tandas Kurniawan baru-baru.

PP Muhammadiyah lanjut dia juga sangat peduli dengan adanya pandemi COVID-19 ini. Karena itu dibentuklah Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) atau Tim Khusus dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengantisipasi persebaran virus Corona.

Pemerintah sendiri telah mengambil baerbagai langkah untuk mengakhiri pandemi. Diawali dengan program 3M yakni Mencuci tangan, Menggunakan masker dan Menjaga jarak. Program terakhir pemerintah adalah Strategi Pengendalian Pandemi COVID-19 pada bagian hulu yaitu melaksanakan 6M, penguatan 3T dan Vaksinasi. Program 6M itu adalah Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari makan bersama. Sedangkan penguatan 3T adalah pemeriksaan dini (Testing), pelacakan (Tracing), dan perawatan (Treatment). (**)

Editor: Ferdinand L. Putong

Barta1.Com
Tags: Covid-19pandemivaksin
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Tenaga kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin Covi-19 ke sasaran. (foto: Barta1)

Sulut Bertahan Zona Kuning, Optimis Pandemi Berakhir

Discussion about this post

Berita Terkini

  • PLN dan KESDM Alirkan Listrik Gratis bagi 968 Keluarga Prasejahtera di Banggai Bersaudara 7 Mei 2026
  • PLN UID Suluttenggo Sasar Desa Pulutan Talaud, Sambung Listrik Gratis untuk Warga Prasejahtera 7 Mei 2026
  • PLN UID Suluttenggo Salurkan Bantuan Sosial dan Perkuat Potensi Wisata Kreatif di Tolitoli 7 Mei 2026
  • BPS: Kepulauan Sangihe Tunjukkan Kinerja Gemilang, Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan 7 Mei 2026
  • Sangihe Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Desa Jadi Ujung Tombak Statistik 7 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In