Sangihe, Barta1.com – Rencana Sangihe Documentary Film (SDF) merilis film ketiga mereka berjudul ‘Sangihe Not For Sale’ batal digelar, Minggu (15/8/2021) malam. Pasalnya, rilis film dalam rangkaian memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-67 tahun itu tak diizinkan pihak kepolisian.
Ya, rencana penayangan film perdana secara offline akan dilaksanakan di Gallery Sangihe Art Space, Minggu (15/8/2021). Launching ini sekaligus bedah topik isi film tersebut.
“Persiapan tim Sangihe Documentary Film (SDF), sudah memaksimalkan persoalan teknis dalam pemutaran. Misalnya, soal protokol kesehatan, jumlah kuota peserta dibatasi 38 peserta. Undangan sudah jalan, termasuk Bupati, Dandim, Danlanal, DPRD, Kejaksaan, dan tentunya Kapolres, tokoh masyarakat, dan SSI,” ujar Audro Chrustofel dari Sangihe Documentary Film dihubungi Barta1.com, Senin (16/8/2021).
Namun pihaknya sangat menyayangkan pemutaran film Sangihe Not For Sale secara offline dibatalkan oleh Kepolisian Resort (Polres) Sangihe dengan alasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan zona merah. Tim Sangihe Documentary Film sendiri telah berusaha untuk membicarakan secara langsung dengan Kapolres tetapi Kapolres tetap tidak memberikan izin.
“Nanti akan ada kecemburuan sosial kalau kegiatan itu digelar. Maksudnya karena ini masih PPKM. Jadi tindakan tegas tidak boleh pilih kasih,” terang seorang anggota polisi yang menemui mereka sebagaimana ditiru Aundro.
Akhirnya pihaknya sepakat bahwa film akan tayang serentak di channel youtube Sangihe Documentery Film pada 17 Agustus 2021. “Hanya saja kami mempertanyakan, apa bedanya dengan kerumunan aktivitas pertokoan, pernikahan, bahkan jajaran pemda yang sering Gelar Fun Bike saat PPKM dan zona merah seperti ini? Justru itu namanya pilih kasih,” paparnya.
Kapolres Sangihe, AKBP Tony Budhy Susetyo SIK dikonfirmasi mengaku tidak melarang penayangan film tersebut. “Kami tidak pernah melarang pemutaran film itu. Cuma mungkin caranya saja yang tidak boleh, karena mengumpulkan massa disaat PPKM,” ujarnya dihubungi via telpon.
Justru dirinya mengaku sangat senang kalau ada anak-anak muda yang kreatif di Sangihe. “Kami justru dukung anak-anak muda Sangihe yang kreatif. Mungkin caranya perlu lebih edukatif, lewat channel youtube. Saya sudah sampaikan bahwa Polres Sangihe tawarkan alternatif yakni siap memfasilitasi pemutaran film di polres. Soal mereka mau atau tidak, terserah mereka,” imbuhnya.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post