Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu (Saron) murka saat rapat terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut tahun 2020.
Penyebabnya, ketika melihat laporan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kesehatan Sulut. “Ada dua juta lima ratus jiwa masyarakat Sulut yang harus kita perjuangkan. Namun, apa yang harus diperjuangkan ketika laporan dalam buku LKPJ ini tidak beres,” tegasnya Saron, di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Jumat (23/4/2021).
Ia menambahkan, mungkin anak SD dan SMP lebih baik membuat laporan. “Tolong masalah LKPJ ini perlu diperhatikan. Sekali lagi, saya meminta jangan begini lagi laporannya. Jika laporan saja tidak beres apalagi menghadapi masyarakat Sulut sebanyak dua juta lima ratus jiwa ini,” ucap legislator Minsel-mitra ini.
Senada dengan Saron, anggota Pansus lainnya, Cindy Wurangian ikut menanggapi. Menurutnya, penyusunan buku LKPJ Pemprov Sulut tahun 2020 ini dinilai hanya copy paste. “Saya sependapat dengan ibu Saron. Buku LKPJ ini sudah dikeluhkan oleh teman-teman lainnya. Ini contoh kesekian kalinya dari Dinas PU dan Dinas Kesehatan. Di buku kebijakan strategis sebagai dasar untuk membuat program tidak ada. Buku LKPJ Pemprov Sulut 2020 ini, sama persis dengan tahun kemarin, sepertinya ini copy paste. Saya melihat kebijakan strategis dari dinas PU dan Dinas Kesehatan Sulut tidak ada. Saya pun harus tahu siapa yang membuat buku ini,” tuturnya.
Kata pengantar dan warna pada gambar sangat menarik, ketika masuk pada laporannya kacau balau. “Ini buku diprint menggunakan anggaran. Jika anggaran ini digunakan dengan hasil laporan seperti ini, lebih baik diperuntukan untuk kebutuhan peternakan,” ungkapnya.
Kritikan itu langsung ditanggapi Kadis PU Sulut, Adolf Harry Tamengkel. “Laporan yang dimasukan ke pansus bisa ditanyakan ke asisten,” ujarnya.
Saat ditanya lagi, apakah laporan dibaca terlebih dahulu sebelum dimasukan ke buku LKPJ? Tamengkel menjawab, sudah dibaca. “Apa yang saya bacakan, sama dengan apa yang dimasukan ke pansus,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post