• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Selain Masker, Hidup Tanpa Listrik Jadi Bagian New Normal di Talaud

by Redaksi Barta1
21 April 2021
in Daerah
0
Selain Masker, Hidup Tanpa Listrik Jadi Bagian New Normal di Talaud

Ilustrasi tentang pemadaman listrik. (foto: istimewa)

0
SHARES
198
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com – Fenomena listrik padam di Kabupaten Kepulauan Talaud dikategorikan oleh masyarakat sebagai bagian hidup dalam era new normal.

Tak hanya memakai masker, mencuci tangan dan beberapa hal yang menjadi tradisi baru dalam kehidupan masyarakat di era new normal pasca mewabahnya Pandemi Covid-19. Beraktifitas disiang dan malam hari tanpa adanya listrik didaulat oleh warga masyarakat sebagai gaya hidup di era yang baru.

Hal ini dikarenakan seringnya terjadi pemadaman listrik. Dari hasil penelusuran di lapangan, ada beberapa indikator terjadinya pemadaman listrik di Kepulauan Talaud. Mulai dari pohon yang roboh dan ranting pohon yang menimpah jaringan, mesin pembangkit yang dimakan usia, kerusakan bagian mesin, tak ada pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diangkut oleh kapal akibat cuaca ekstrem.

Beberapa warga masyarakat sebelumnya mempertanyakan soal pemadaman listrik yang kerap melanda Kabupaten paling utara ini. Namun pada akhirnya mereka enngan mempertanyakan lagi hal tersebut.

Mengapa demikian? Seperti yang diungkapkan oleh Sabdius Penga, warga Desa Ensem. “Ini sudah menjadi bagian dari era new normal. Soalnya hidup tanpa listrik sudah jadi hal biasa dalam era baru ini,” kata Penga.

Dirinya mengaku telah pasrah dengan kondisi yang ada karena apapun dan bagaimanapun pertanyaan yang mereka lontarkan, mesin pembangkit tetap tidak akan memasok aliran listrik dalam seketika saat itu bahkan bisa berjam-jam dan memakan hari.

“Kenapa listrik di Kepulauan Talaud sering padam? Apa kendalanya? Apakah dikarenakan alat dari mesin ada yang rusak? Tapi kan kalau dipikir-pikir jika mesinnya rusak, maka onderdil mesin yang dipesan akan sampai dan kerusakan mesin bisa diperbaiki,” ujar Penga dengan nada bertanya.

Penga menambahkan, dengan adanya listrik yang sering padam kami selaku masyarakat sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa. “Karena setiap bertanya ke pihak yang bersangkutan pasti jawabannya selalu sama. Jadi mau marah percuma karena kami hanya pengguna listrik walaupun imbasnya banyak barang-barang elektronik yang rusak karena listrik selalu padam,” ungkap Penga.

Lain lagi apa yang disampaikan oleh Fernando Loronusa. Baginya, persoalan sudah berlarut-larut ini sudah menjadi masalah kronis yang sulit diselesaikan secara manusiawi. Karena itu, ia ber pasrah dan menyerahkan persoalan ini kepada Yang Maha Kuasa. “PLN tetap semangat melaksanakan tugas. Kami tetap mengapresiasi kerja PLN yang selalu sigap di lapangan dengan bertaruh nyawa karena selalu berurusan dengan aktifitas yang penuh resiko,” tukas Loronusa.

“Tapi atas semua itu, soal mesin rusak atau tidak, soal masalah BBM, soal masalah jaringan, hanya pihak PLN dan yang maha Esa yang tau. Torang masyarakat biasa tinggal Tunggu apa yang terjadi. Mati lampu atau lampu hidup, kami tetap bersyukur, ” tutur Loronusa.

Peliput : Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: Desa EnsemTALAUD
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Kartini Masa Kini, Jessica: Mari Tunjukan Potensi Kita

Kartini Masa Kini, Jessica: Mari Tunjukan Potensi Kita

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Normans Luntungan Kritik RDP Komisi II DPRD Sulut: Dinilai Sekadar Seremonial, Tak Bisa Ubah Anggaran 28 Oktober 2026
  • Jeane Laluyan Soroti Anggaran Belanja Tak Terduga Rp5 Miliar untuk Tahun 2027 27 Oktober 2026
  • Prodi DIII Teknik Listrik Polimdo Optimistis Raih Akreditasi Unggul 27 Oktober 2026
  • Direktur Polimdo Maryke Alelo Tekankan Pentingnya Personal Branding kepada 814 Wisudawan 27 Oktober 2026
  • GM PLN UID Suluttenggo Perkuat Sinergi Strategis Bersama Stakeholder Kunci di Sulawesi Utara 27 Oktober 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In