Manado, Barta1.com – Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Maryke Alelo, MBA, menyampaikan pesan penting kepada 814 wisudawan Program Diploma III (DIII) dan Sarjana Terapan Polimdo Gelombang II Tahun 2026. Pesan tersebut disampaikannya dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Selasa (27/10/2026).
Dalam sambutannya, Maryke mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan wisuda yang turut disambut dengan turunnya hujan. Ia bahkan menyebut hujan tersebut sebagai pertanda kebahagiaan alam menyaksikan momen bersejarah para wisudawan.
“Bukan hanya Politeknik yang bersyukur, tetapi alam pun bersyukur karena hujan. Pertanda alam bahagia menyaksikan Anda memakai kebesaran tanda wisudawan,” ungkap Direktur Maryke, yang disambut tepuk tangan para wisudawan dan orang tua.
Ia juga mengingatkan bahwa hari wisuda menjadi momen terakhir bagi para mahasiswa untuk meneriakkan yel-yel kebanggaan jurusan mereka sebagai mahasiswa aktif Polimdo.
Lebih dari itu, Maryke menegaskan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan memasuki dunia kerja yang penuh persaingan. Karena itu, mereka tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan kompetensi akademik, tetapi juga perlu membangun personal branding atau citra diri yang positif.
“Adik-adik ini memasuki masa untuk mencari pekerjaan. Tetapi, masih jarang mahasiswa, bahkan alumni, yang menyadari bahwa mereka harus membangun personal branding. Mereka harus belajar memasarkan dirinya, menjual dirinya secara positif agar dilirik oleh perusahaan dan dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Maryke, citra diri yang dibangun setiap lulusan akan turut menentukan peluang dan tempat mereka berkarier. Oleh sebab itu, ia mengajak para wisudawan untuk mulai membangun citra diri yang baik sejak sekarang.
“Jadi, branding yang dibangun akan menentukan di mana kamu landing atau bekerja. Bangunlah branding yang positif,” pesannya.
Untuk memperjelas pentingnya membangun citra diri, Maryke kemudian memperlihatkan dua produk ikan tuna dengan kemasan berbeda. Ia meminta para wisudawan memilih produk A atau B berdasarkan tampilan kemasannya.
Melalui contoh tersebut, ia menjelaskan bahwa kemasan yang baik dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual suatu produk. Hal serupa juga berlaku bagi seseorang ketika menampilkan dirinya di hadapan orang lain maupun calon pemberi kerja.
“Mengapa B tampak mahal? Karena dia melakukan packing yang baik. Anda juga akan tampak mahal dan tidak kekurangan ketika melakukan packing diri dengan baik, yaitu menampilkan diri dengan baik,” tambahnya.
Maryke juga mengingatkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memasarkan diri secara positif. Menurutnya, meskipun dua produk sama-sama ikan tuna, tampilannya dapat memberikan kesan dan nilai yang berbeda karena kemasannya.
“Walaupun sama-sama lulusan Politeknik, seseorang akan tampak mahal tergantung bagaimana dia menampilkan dirinya,” tambahnya.
Selain menekankan pentingnya personal branding, perempuan berdarah Sangihe itu turut mengingatkan para wisudawan agar senantiasa menghormati dan menghargai orang tua, terutama ibu yang telah berperan besar dalam kehidupan mereka.
Di sisi lain, Maryke juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar selalu memberikan dukungan melalui kata-kata yang membangun, bukan ucapan yang dapat menjatuhkan semangat anak-anak mereka.
“Bagi orang tua, jangan keluarkan kata-kata yang bisa mengutuk anak-anakmu. Doakan mereka agar diberikan keberhasilan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post