Talaud, Barta1.com – Warga jemaat GERMITA Kasih Diaspora, Kelurahan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud dirundung pilu atas robohnya gedung ibadah akibat terjangan angin kencang, Senin (19/4/2021). Musibah tersebut masih menyisakan luka mendalam bagi warga jemaat.
Gedung gereja yang mulai dipakai sejak 8 tahun silam ini dalam seketika ambruk diterpa angin kencang. Beredarnya informasi tentang peristiwa robohnya GERMITA Kasih Diaspora menggegerkan Kabupaten Kepulauan Talaud. Pasalnya, peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Jason Lindo, salah seorang warga menggambarkan suasana hati antara kaget dan panik saat kabar tersebut sampai di telinganya.
“Bingungnya minta ampun. Rasanya mau nangis saat mendengar berita itu. Disisi lain, saya makin panik karena saat itu lagi was-was karena angin bertiup sangat kencang tiba-tiba mendengar kabar bahwa banyak pohon tumbang, bangunan roboh termasuk gereja,” ucap Lindo.
Saat dikunjungi media, beberapa pelayanan khusus GERMITA Kasih Diaspora mengaku kaget bagai disambar petir saat mendengar berita tersebut. Bahkan ada yang sempat syok dan menitikan air mata setelah menyaksikan rumah ibadah yang rusak parah dan nyaris rata tanah.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jemaat, Yulius Sasube. “Sekalipun sempat terpukul oleh peristiwa ini, tetapi kami mengimani bahwa ada rencana indah yang sudah Tuhan sediakan bagi kami,” kata pria yang akrab disapa embo Uli dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga sempat heran karena sebelum peristiwa ini terjadi gedung ibadah berada dalam keadaan baik dan kokoh. “Siapa sangka bangunan yang kokoh bisa ambruk ditiup angin. Tapi, namanya musibah kita tidak dapat memprediksi kapan hal itu akan terjadi,” kata Sasube.
Namun di tengah gumul dan tangis, mereka tetap memanjatkan syukur kepada Tuhan karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.20 WITA tersebut. “Satu hal yang kami syukuri yaitu tidak ada korban jiwa. Bersyukur musibah ini tidak terjadi pada hari Minggu kemarin karena waktunya tepat saat pelaksanaan ibadah sentral di gereja,” ucap Robert Lindo, Koordinator Bidang 1 GERMITA Kasih Diaspora.
Selain itu, ia menceritakan tentang kondisi dari beberapa inventaris jemaat yang masih berada dalam keadaan utuh di bawah reruntuhan bangunan. “Ada campur tangan Tuhan dalam peristiwa ini. Selain tidak ada korban jiwa, fasilitas yang biasa digunakan saat beribadah seperti mimbar, keyboard dan lainnya tidak rusak sedikitpun. Yang rusak hanya perlengkapan seperti kursi,” ujar Lindo dengan nada menahan haru. Tak hanya itu, beruntung ambruknya bangunan gereja ini tidak ikut menyeret 2 rumah warga yang berada persis di samping gereja dengan jarak yang sangat dekat.
Diketahui, tak jauh dari pesisir pantai lokasi gedung Gereja yang roboh, jemaat GERMITA Kasih Diaspora sudah sementara melakukan pembangunan gedung gereja permanen. Sekalipun kondisi bangunan gereja belum selesai dikerjakan, tempat ini nantinya akan difungsikan sebagai tempat beribadah mulai Minggu pekan ini.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post