Pergulatannya yang tanpa henti di dunia teater telah mengantar dia sebagai salah satu aktor kuat di panggung teater Indonesia saat ini.
Uche Ismail, dikenal sebagai dramawan yang pernah menghiasi pertumbuhan teater modern di Sulawesi Utara. Selama mukim di Manado, ia sangat aktif menggelar sejumlah pertunjukan berkualitas. Bahkan, karya-karya penyutradaraannya memenangkan beberapa festival teater di Manado antara periode 1985-1995.
Ia aktif membina sejumlah sanggar seni sekolah, antaranya, grup Teater SMP ST Hubertus Manado, SMEA Negeri Manado. Pada 24 November 1990, bersama sejumlah dramawan dan perupa Sulut, ia mendirikan Sanggar Seni Kreatif Manado. Sebuah sanggar dengan reputasi nasional yang hingga kini masih aktif berkiprah. Ia juga pernah menjadi penari dan koreografer di Bidang Kesenian Kanwil Depdikbud Provinsi Sulawesi Utara.
Lahir di Manado, 2 Mei 1965. Dikenal sebagai aktor, sutradara teater dan seorang koreografer tari yang handal. Dramawan yang pernah tinggal di Kelurahan Wawonasa, Lingkungan VI ini tercatat beberapa kali meraih predikat Sutradara Terbaik dan Aktor Terbaik teater Sulut.
Di panggung puisi, ia berkali-kali dinobatkan sebagai pembaca pusi terbaik. Menjabat Ketua Persatuan Artis Teater Sulawesi Utara (PATSU) di masa kepemimpinan Wolter Piri sebagai Ketua Umum. Dua karya tari ciptaannya pernah meraih grup terbaik pada saat dibawakan oleh SD PIM, dan SMP Negeri 3, pada festival tari di Kota Manado.
Sejak tahun 1995 ia memutuskan pindah ke Jakarta, ikut bergabung dengan Dapur Teater Remmy Silado. Ia juga berkiprah di Teater Wijaya Kusuma dan beberapa teater lainnya. Selama di Jakarta, ia terbilang aktif sebagai pekerja teater dan sempat mementaskan beberapa naskah, antaranya, “Pinangan”, “Perkawinan”, “Akal Bulus Scapin”, dan “Suatu Salah Faham”.
Sempat ikut dalam pertunjukan Teater Kanvas dalam naskah “Penghuni Kapal Selam” sebuah lakon karya dan Sutradara Zak Sorga. Ikut pertunjukan keliling Jawa dan Sumatera. Aktif di Teater Pandu, dan saat ini sebagai Ketua Komite Seni Peran Dewan Kesenian Kabupaten Bogor, membawahi Film dan Teater.
Sempat mementaskan naskah “Faust” Karya Goethe. Sekarang dalam persiapan pertunjukan dua naskah. “Alap-alap” dan “Diah Pitaloka”. Untuk naskah “Alap-alap”, diperisiapkan untuk Event Teater Tengah Kota yang digagas Asosiasi Teater Jakarta Pusat (Atap). Sedangkan “Diah Pitaloka” dipersiapkan untuk pentas keliling Jawa Barat.
Penulis : Iverdixon Tinungki


Discussion about this post