• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Agustus 9, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Alasan Mengapa Menolak Investasi Tambang di Kepulauan Sangihe

by Redaksi Barta1
25 Maret 2021
in Daerah
0
Aktivis perempuan dari Pulau Sangihe, Jull Takaliuang, berjuang menolak aktivitas pertembangan. (foto: SSI)

Aktivis perempuan dari Pulau Sangihe, Jull Takaliuang, berjuang menolak aktivitas pertembangan. (foto: SSI)

0
SHARES
933
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Banyak hal yang tidak logis jika Pulau Sangihe akan ditambang. Perubahan iklim yang ekstrem harusnya menjadi pertimbangan utama untuk menyelamatkan pulau-pulau kecil termasuk Sangihe. “Siapapun boleh kaya dan meraup untung sebanyak-banyaknya, tetapi jangan ‘membunuh’ kehidupan banyak orang yang tidak berdosa,” demikian salah satu testimoni aktivis lingkungan, Jull Takaliuang, Selasa (23/3/2021) menyikapi kontrak karya PT Tambang Mas Sangihe yang telah mendapat izin usaha produksi.

Banyak hal yang disuarakan peraih N-Peace Award 2015 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini. Menurutnya, Sangihe termasuk di zona merah ancaman tsunami dan gempa bumi, sebab terdapat dua gunung bawah laut aktif yakni Gunung Kawio dan Gunung Mahengetang. Kondisi ini juga mempengaruhi struktur tanah yang sangat labil sehingga sangat rentan bagi keselamatan masyarakat.

Dirinya mempertanyakan jika perusahaan tambang akan mengkavling 42.000 ribu hektar tanah yang mencakup 4-5 kecamatan, itu berarti lebih dari setengah luas pulau yang hanya 92.000 hektar. “Lalu masyarakat bermukim di wilayah tersebut yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam yang ada itu akan diangkut kemana oleh perusahaan? Belum lagi ketergantungan hidup masyarakat terhadap air bersih juga sangat tinggi pada saat memproduksi makanan pokok andalannya yakni ‘memangkong’ membuat sagu membutuhkan air bersih yang banyak dan sehat-sehat,” ungkapnya.

Lanjutnya tanah pertanian yang sudah ratusan tahun menjadi sumber hidup haruskah diporak-poranda oleh operasional tambang skala besar. Lalu bagaimana pula nasib nelayan yang sangat tergantung pada kesehatan bakau sebagai tempat bertelur ikan, kepiting, dan habitat sejenisnya. “Diprediksi semua bakal hancur akibat lelehan limbah beracun dari aktivitas tambang,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa kontrak karya generasi ke-VI sebagai landasan penerbitan ijin sejak jaman Soeharto sangat tidak realistis jika dipaksakan pada kondisi sekarang ini. “Pada saat itu diposisikan negara sejajar dengan perusahaan. Sangat memalukan,” tukasnya.

Sangihe sebagai daerah berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina diberkahi dengan keindahan wisata laut yang tak dapat terelakan. Keindahan dunia bawah laut dan pesisir Sangihe masih original dan mempesona yang selama ini sudah mulai diekspose di medsos. “Semuanya akan menjadi sia-sia,” kata dia. Wanita yang biasa disapa dengan sapaan khas Sangihe ‘Akang Jull’ ini mempertanyakan sikap pemerintah dan DPRD Sangihe. Dirinya meminta pemerintah dan DPRD mengambil sikap tegas dan jangan membela investor. “Lalu, bagaimana dengan program pemerintah yang memotivasi masyarakat untuk bertani tanaman-tanaman holtikultura di bawah tanaman tahunan? Kemudian, bagaimana pula nasib sektor perikanan. Sektor pembangunan mana yang jadi pilihan untuk dimajukan di Sangihe? Pemerintah harus membuka mata dan bersikap tegas. Jangan seperti sapi yang dicocor di hidung lalu diseret ke sana ke mari. Mana suara DPRD yang dipilih konstituen untuk menyuarakan hak dan kepentingan rakyat? Tolong keluar dan bersuara lantang. Bela hak rakyat. Jangan bela investor yang hanya datang meraup untung lalu pergi,” ungkapnya lantang.

Aktivis kelahiran Kampung Menggawa Tamako ini sangat menyayangkan Menteri ESDM yang meneken Izin Usaha Produksi (IUP) dan sikap para pembuat Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang rela menukar ilmu dengan uang. “Menteri ESDM yang mengeluarkan IUP tidak tahu kondisi Pulau Sangihe. Dia pasti tidak punya keluarga atau kenalan selain pemerintah bawahannya. Jadi jika terjadi bencana, mereka tidak akan merasa bersalah atau pun sedih. Sama halnya dengan pembuat Amdal atau juga yang menerbitkan ijin lingkungan. Mereka dibutakan oleh investasi. Tidak logis. Ilmu yang ditukar dengan uang. Parah. Materi membutakan manusia. Mematikan logika. sadis,” Ungkapnya.

“Bagi saya sebagai pewaris peradaban Sangihe, yang dilahirkan dan dibesarkan di Sangihe, secara historis keluar dari rahim pulau ini hanya dua kata kerja yang saya pilih yakni usir dan lawan,” seruannya.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: jull takaliuangPT Tambang Mas Sangihesangihe
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
GMNI Sulut Susun Resolusi Sebagai Kritik Konstruktif Terhadap Pemerintah

GMNI Sulut Susun Resolusi Sebagai Kritik Konstruktif Terhadap Pemerintah

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Banggar DPRD Sulut Soroti Kinerja SKPD dan Keterbatasan Anggaran, Tahlis: Akan Disesuaikan dengan Pagu Definitif 2027 9 Agustus 2026
  • Menangkap Puitika di Mimbar Puisi GMIM: Catatan Dari LCBP PKB 2026 9 Agustus 2026
  • 30 Calon Paskibraka Sangihe Mulai Dikarantina, Disiapkan Bukan Sekadar Pengibar Bendera 9 Agustus 2026
  • Proyek Oksigen RSUD Liun Kendage Antar Sangihe Pertahankan Juara I NSIC 2026 9 Agustus 2026
  • Evaluasi Rutin Kepala Lingkungan, Altin Tumengkol: Kinerja Buruk Bisa Diganti Kapan Saja 8 Agustus 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In