Manado, Barta1.com– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengelar Musyawarah Cabang (Muscab) se-kabupaten/ kota yang ada di Sulawesi Utara (Sulut), di Wisata Rumah Alam, Kamis (11/3/2021). Pada kesempatan itu, Ketua PKB Sulut, Lukman Hakim menyampaikan ucapan syukurnya kepada semua pihak yang telah berperan dalam menyukseskan Muscab yang dilakukan PKB kabupaten/kota se-Sulut.
Berkah buat PKB atas kehadiran Ketua dan Sekretaris PW Nahdhlatul Ulama (NU) Sulut. “Hakekatnya, PKB itu anak dan NU orang tuanya. Maka dari itu, ke depannya PKB harus terus menerus menjadi anak yang sholeh, dan anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang mampu memikul, memperjuangkan cita-cita politik orang tuanya,” katanya.
Dirinya meyakini dengan hasil Muscab ini, PKB Sulut akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memanggul cita-cita NU kedepannya. Apakah demikian hikmat PKB hanya untuk NU, itu tidak. Cita-cita NU dititipkan untuk PKB bukan hanya kepentingan warga NU, tetapi untuk kepentingan warga bangsa tanpa melihat perbedaan apapun baik Suku maupun Agama,” ungkap Lukman saat didampingi Sekretaris PKB Sulut, Yusra Alhabsyi yang juga anggota DPRD Sulut dari PKB.
Perlu ditegaskan PKB itu hibah, sumbangan atau kontribusi NU untuk memperbaiki rakyat, bangsa dan negara. Untuk itu, apapun warna yang ada di dalam PKB, apapun latar belakang suku dan agamanya ketika berkumpul di PKB berarti cita-cita atau plaform politiknya adalah NU bukan yang lain.
“Saya mau memberikan contoh di Papua Barat, daerah Kabupaten Sorong PKB ada 3 kursi, 2 kursi dari Kristen dan 1 Kursi dari muslim. Setiap bulan ke 3 anggota DPRD PKB rutin memberikan dana ke PW NU setempat. Untuk apa? Apakah hanya memperkaya NU, itu tidak. Ini bagian dari pengabdian anak terhadap orang tuanya. Saya sampaikan juga di DPP PKB dari 58 anggota DPR RI, ada beberapa anggota DPR RI non Muslim, tetapi ke-58 anggota DPR RI rutin memberikan kontribusi terhadap PB NU termasuk teman-teman non Muslim, dikarenakan 100 persen saham bukan milik PKB namun NU,” tegasnya.
Muscab ini bukanlah akhir, Muscab ini adalah awal. Awal dari semua yang menginginkan PKB di Sulut terus makin solid, makin besar dan tahun 2024 punya cita-cita untuk merebut kursi minimal 5 di DPRD Sulut. “Lalu kabupaten/kota harus ada kursi. Saya tidak mau tahu bagaimana caranya, yang tahu kalian semua, Jika ketua-ketua yang terpilih tidak tahu caranya untuk mendapatkan kursi di DPRD tahun 2024 di tempat masing-masing, saya persilakan mundur sekarang. Sekali lagi saya persilakan mundur sekarang, tidak perlu lama-lama untuk menjabat ketua partai jika tidak bisa mendapatkan kursi di daerahnya masing-masing,” ucapnya.
“Kami sudah merindukan PKB di Sulut bisa mendapatkan kursi di DPRD, mengingat kursi di DPRD dari PKB baru di 6 kabupaten/kota. Masih ada 9 daerah yang kita belum punya kursi. Maksimum di 9 kabupaten/kota yang belum ada kursi, diharuskan mendapatkan kursi,” tambahnya.
Diketahui Muscab dihadiri oleh Ketua PW NU, Ulyas Taha yang ditemani oleh pengurus PKB Sulut dan pengurus PKB yang datang dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulut.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post