• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kendala Pencairan Dana Desa dan BLT di Talaud

by Agustinus Hari
29 Desember 2020
in Daerah, News
0
Kendala Pencairan Dana Desa dan BLT di Talaud

Ilustrasi penyaluran dana desa. (foto: istimewa)

0
SHARES
209
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud mempertanyakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (Dandes). Pasalnya, hingga saat ini masyarakat belum menerima BLT tahap 4 yakni bulan Oktober hingga Desember 2020.

Desa Salibabu, Kecamatan Salibabu merupakan salah satu Desa yang mengalami hal tersebut. Ryna Pulumbara, salah satu warga Desa Salibabu yang menjadi penerima BLT mengungkapkan kekesalannya kepada pemerintah Desa Salibabu lewat unggahan statusnya di media sosial. Rasa kesal tersebut dipicuh oleh dana BLT yang tak kunjung mereka terima. Sementara Dana Desa yang merupakan sumber anggaran telah tercairkan dari Bank SulutGo Cabang Melonguane.

“Bagi pemangku kewenangan di desa, jangan resah ketika persoalan ini sudah dipublikasikan di media karena BLT Dandes sudah dicairkan dari bank tetapi hingga saat ini kami belum menerimanya,” ujar Pulumbara dengan nada kesal dalam kutipan status yang diunggahnya di media sosial.

Ia juga menegaskan agar pemerintah Desa Salibabu tidak main-main dengan dana BLT karena itu merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk korban bencana non alam yakni Covid-19.

Terpisah, Plt Kepala Desa (Kades) Salibabu, Hartam M Laluhan menerangkan, penyaluran BLT terhambat oleh Dana Desa yang belum bisa dicairkan dari Bank SulutGo karena terkendala oleh kuota anggaran. “BLT Dana Desa Salibabu belum bisa dicairkan karena Dana Desa belum cair,” ungkap Laluhan dengan ringkas.

Dirinya meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang beredar bahwa anggarannya sudah dicairkan tetapi belum disalurkan. “Masyarakat jangan termakan isu yang berkembang saat ini karena itu tidak benar. Itu hoax,” katanya.

Sementara iti, Pejabat sementara Branch Manager Bank SulutGo Cabang Melonguane membantah kalau BSG Cabang Melonguane kehabisan uang saat hendak mencairkan Dana Desa. Dirinya menerangkan bahwa yang terjadi bukan karena kehabisan uang tetapi adanya pembatasan pencairan dari Bank Indonesia.

“Memang sebelum Natal, pada 23 Desember ada pembatasan pencairan. Kami baru dapat info dari BI dimana pada saat itu sudah tidak bisa melakukan penambahan kas ke BI karena kouta sudah mencapai 102%. Pedahal kita memiliki kas titipan BI,” ungkap Maringka.

Maringka menjelaskan, pembatasan penarikan uang besar ini terjadi se-Sulawesi Utara. “Pembatasan penarikan uang besar ini bukan hanya di Bank Sulut-Go Cabang Melonguane tetapi se-Sulut,” jelas Maringka.

Lebih lanjut lagi, Maringka mengatakan bahwa saat ini sudah bisa dilakukannya pencairan uang besar. “Kemarin kita sudah mendapatkan tambahan kas sehingga sudah bisa dilakukan pencairan uang besar termasuk Dana Desa atau ADD,” kata Maringka.

“Kami juga meminta maaf atas ketidaknyamanan karena ada pembatasan penarikan atau pencairan uang besar pada 22 -23 Desember,” kunci Maringka.

Peliput : Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: Desa SalibabuHartam M LaluhanKecamatan Salibabu
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Sebuah lukisan karya pelukis asal Sulut Sonny Lengkong.

Tak Ada Pameran, Pasar Seni Lukis Sulut Ambruk Pada 2020

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pasca Kades Awit Selatan Ditetapkan Tersangka, Warga: Segera Dinonaktifkan 25 Mei 2026
  • Pegadaian Kanwil V Manado Hadirkan Program Gold Generation, 50 Siswa SMK Negeri 7 Manado terima Beasiswa Pendidikan 25 Mei 2026
  • Tertibkan Lapak, Perumda Pasar Bitung Gelar Patroli Rutin di Pasar Girian 25 Mei 2026
  • Michael Thungari Serahkan Hewan Kurban di Embuhanga 25 Mei 2026
  • Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026 24 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In