Manado, Barta1.com – Akses jalan di Kota Manado masih menjadi persoalan serius yang terus diperjuangkan wakil rakyat. Termasuk juga perhatian Pemkot Manado lewat dana lansia.
Persoalan-persoalan itu yang mengemuka saat reses kedua tahun 2020 Anggota DPRD Manado dari Fraksi Nasdem, Frederik OG Tangkau di tiga lokasi berbeda di Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kamis (13/8/2020).
“Dalam keadaan pandemi Covid-19, reses kali ini mengikuti protap pemerintah seperti jaga jarak, rajin mencuci tangan, dan memakai masker,” katanya.
Aspirasi warga seperti dana lansia, relokasi lahan pekuburan, pemasangan lampu jalan serta perbaikan saluran terus mengemuka. Padahal pada reses sebelumnya itu juga disampaikan.
“Kami berharap dapat memperjuangkan 20 orang nama penerima dana lansia,” ujar Harold Wuwungan, salah satu warga.
Jonly Engka warga lain, meminta dibuatkan akses jalan alternatif karena jalan di lorong sudah buntu. “Kami minta pak anggota dewan memperhatikan akses jalan di sini,” ucapnya.
Usai sesi tanya jawab, Tangkau langsung meninjau lokasi rencana pembuatan jalan tersebut. “Saya akan bawa aspirasi ini ke Dinas PUPR Manado untuk membuka akses jalan agar bisa tembus di lorong ini,” katanya.
Terkait penerima dana lansia, ditanggapi Lurah Teling Atas, Maikel Handoyo, yang ikut hadir. Menurutnya, calon penerima dana lansia itu sudah tertata di mata anggaran.
“20 nama yang tersisa penerima dana lansia akan tetap direalisasikan secepatnya,” ujarnya.
Lurah juga berharap Anggota DPRD Frederik Tangkau bisa mengawal aspirasi warga penerima dana lansia. “Sekaligus mengusulkan ada penerangan lampu jalan di beberapa titik di Kelurahan Teling Atas. Sebab, banyak terjadi pencurian,” ungkap Handoyo.
Peliput : Albert P Nalang


Discussion about this post