Sangihe, Barta1.com – Pemuda Kampung Mala Tiwelo, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengecam aksi vandalisme yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab di puncak Gunung Awu.
Bagaimana tidak, gunung yang dikenal memiliki rangkaian cerita budaya itu dicemari dengan coretan-coretan yang memenuhi dinding batu di puncaknya.
Dan Selasa (28/7/2020) lalu sejumlah pemuda berbekal peralatan seadanya dari hasil sumbangan para donatur, mereka menginisiasi gerakan pembersihkan coretan hasil vandalisme di puncak gunung tersebut.
Hermanto Mohonis, budayawan sekaligus pengajar di SMA Negeri 1 Tabukan Utara (Tabut) yang menjadi ketua tim, mengatakan jika operasi pembersihan memang sedianya sudah direncanakan. Mengingat status Gunung Awu sebagai salah satu spot wisata, bahkan yang lebih genting lagi menyimpan banyak situs bersejarah.
“Memang sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh masyarakat yang datang ke gunung Awu ini. Banyak dari mereka yang kurang beretika. Hasilnya, selain membuang sampah di atas gunung, mereka juga mencoret-coret batu besar, padahal ada beberapa yang merupakan situs bersejarah,” ungkap Mohonis.
Lebih lanjut dijelaskannya, usaha yang tim tersebut lakukan, sudah bisa membersihkan sekira 60 persen dari hasil vandalisme di jalur pendakian Tabukan Utara tersebut. Namun, gebrakan tersebut tentu akan dilanjutkan lagi agar bisa dilaksanakan secara tuntas.
“Kali ini, memang hanya menggunakan tiner, kertas pasir, dan sikat besi yang ternyata tidak ampuh, mengingat vandalisme ini sudah berlangsung lama. Makanya akan kami lanjutkan dengan bahan yang lebih kuat, seperti soda api dan remove paint,” kata dia.
Mohonis dan pemuda-pemuda lainnya berharap agar kedepannya bisa ada ketegasan dari pemerintah desa ataupun penanggung jawab jalur pendakian, agar bisa meningkatkan kedisiplinan para pendaki, baik melalui aturan-aturan yang diberlakukan, atau memberlakukan sistem pendamping.
“Sasarannya satu. Kalau memang gunung Awu bisa dimanfaatkan sebagai spot wisata, maka keasrian gunung yang dipenuhi sejarah panjang perkembangan Bumi Tampungang Lawo ini, wajib diperketat,” tegasnya.
Gunung Awu, merupakan gunung api aktif, dan dicatat memiliki ketinggian 1320 mdpl. Selain memiliki legenda dan pemandangan yang menarik, letusan dasyat Awu pernah mengguncangkan dunia dan menelan ribuan korban jiwa.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post