Minahasa, Barta1.com – Jika ingin melihat keindahan akan pulau dan pegunungan di Sulawesi Utara, cobalah dari lokasi wisata Ketama Adventure Park.
Berlokasi Tondano, Minahasa. Jaraknya dari pusat kota Tondano hanya berkisar 4,5 kilo meter. Dan memakan waktu 8 hingga 10 menit untuk sampai ke lokasi tersebut.
Jalanan menuju wisata tersebut sangat mudah dijangkau mengunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Begitu pun saat pertama tiba di gerbang masuk, pengunjung akan terpikat ketika melihat berbagai keindahan bunga dan pepohonan yang menghiasi jalanan masuk Ketama Adventure Park.
Tempat parkir sudah tersedia, pengunjung disambut ramah oleh Brami Rompas (48) beserta keluarga, selaku pemilik Katama Adventure Park.
Menariknya, setiap pengunjung yang datang tidak dipungut biaya masuk. “Ada dua view yang begitu indah di sini. View menghadap ke danau dan hutan. Bisa juga untuk camping. Karena beberapa pondok disiapkan baik bagi keluarga, pasangan muda hingga komunitas untuk melakukan kegiatan santai di alam,” ujar Brami Kepada Barta1.com, akhir pekan lalu.
Bukan itu saja, ada beberapa games disiapkan untuk anak-anak hingga orang dewasa. Gamesnya berupa low roups Rp 15 ribu per orang, hammock tower Rp 10 ribu per orang dan flying fox Rp 35 ribu per orang.
Jika yang punya hobi nyanyi sudah disiapkan panggung beserta beberapa alat musik. Adapun kuliner yang disiapkan tinggal pengunjung akan memesan seperti roti bakar, pisang goreng, jagung rebus, nasi goreng, kopi dan berbagai makanan ringan lainnya.
Bagi yang akan camping, ada perlengkapan tenda yang sudah disiapkan dengan biaya Rp 200 ribu untuk 4 orang sekalian dengan makan pagi. Jika ada yang membawa tenda sendiri hanya membayar Rp 50 ribu saja.
“Ketama Adveture Park ini adalah lahan keluarga saya, dan pengunaan untuk wisata mencapai 3 hektar. Rencananya masih akan diperluas lagi. Sementara ini lagi dibuat kolam sesuai dengan masukan dari para pengunjung yang datang,” tambahnya.
Kunjungan terbanyak hingga saat ini masih masyarakat lokal, adapun artis yang sudah berkunjung seperti Alf Tatale dan Vonny Mamahit.
Bagaimana awal berdiri dan kiat pengelola wisata Ketama Adventure Park bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19? “Awal dibangunnya wisata ini atas ide dan masukan dari teman-teman. Mereka ada 7 orang, saat itu hanya kumpul-kumpul biasa dan mereka memberi masukan bahwa tempat ini viewnya sangat bagus coba dibuatkan tempat outdoor. Mendengar masukan itu, saya mencoba membuatnya,” ungkapnya.
Pertama, dibuat tempat games dan pondok untuk santai, dan pembuatannya seadanya. “Setelah pembuatan fasilitas secara bertahap. Mulai banyak pengunjung, tempat wisata tersebut saya beri nama Ketama. Kenapa Ketama, karena di sini setiap lahan atau kebun punya nama, dan lokasi wisata ini yang dulunya disebut kebun Ketama. Dan kepikiran dari saya nama wisata menjadi Ketama Adventure Park, agar nama Ketama selalu menjadi cerita ,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara, dari Eddy Rompas dan Gertje Rumiap.
Fenomena yang terjadi tentang wisata di Sulut adalah dimana ada wisata baru dibuka pastinya akan booming, tetapi tak butuh waktu yang lama kemudian terdiam akan wisata tersebut, ada yang sampai sudah tutup karena kurang akan pengunjung.
“Ketama Adventure Park awal dibangun tahun 2017 dan sudah mau menuju ke 4 tahun. Berbagai tantangan yang harus dihadapi dan saya terus mencoba menyelesaikan dengan meminta masukan dan saran dari setiap pengunjung yang datang,” katanya.
Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan semua wisata tutup. Padahal sebelum pandemi, pengunjung sehari itu mencapai 200 hingga 300 orang, tetapi saat ini, sangat menurun jauh. “Kurangnya pengunjung, tidak membuat kami beserta sekeluarga menyerah dengan keadaan. Jika ada yang bertanya kenapa Ketama Adventure Park tetap bertahan ketika pengunjung berkurang atau ditutup ketika pandemi, jawabannya simple. Pertama, karena kecintaan saya terhadap alam. Kedua, karena saya ingin mempertahankan Ketama Adventure Park sebagai salah wisata kekayaan Minahasa yang akan terus bertahan,” ujar dia.
Dua tahun terakhir ini, pihak pemerintah telah memberikan perhatian bagi wisata Minahasa, salah satunya Ketama Adventure Park. “Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa sangat mendukung akan kegiatan kami. Dan mereka telah memberikan penambahan pengetahuan tentang pemandu wisata,” ujar Brami.
Peliput : Meikel Pontolondo



Discussion about this post