Manado, Barta1.com – Sejumlah daerah di Jawa ditenggarai masih menggelar peragaan sirkus lumba-lumba. Hal ini disampaikan 002 Seasoldier, Dinni Septianingrum dalam diskusi webinar, Minggu (5/7/2020).
“Iya, sampai-sampai saya dengan Nadine Chandrawinata (001 Seasoldier) turun langsung untuk melihatnya. Untuk tidak ketahuan, Nadinenya sampai nyamar, dan saat itu kita buatin vidio tujuanya agar kami bisa menyuarakan agar tidak ada lagi sirkus lumba-lumba keliling,” kata Dini.
Diketahui, Seasoldier merupakan sebuah gerakan yang berkomitmen untuk menyerbarkan virus ramah lingkungan yang ‘digawangi’ Nadine dan Dinni. Salah satunya tentang aksi protes menentang maraknya sirkus lumba-lumba
Berbagai cara pun dilakukan agar tidak ada lagi sirkus lumba-lumba keliling selain yang ada di wilayah Konservasi. “Berbagai cara sudah kami coba lakukan. Akhirnya kami dipanggil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI untuk membicarakan masalah tersebut,” kata Dinni.
Hasilnya, KLHK mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor S.989/KHK/AJ/KSA.2/9/2018 terkait peragaan satwa lumba-lumba. Sebagai anggota Seasoldier ketika adanya keputusan seperti saat ini sangat senang, karena bisa berbuat untuk melindungi lumba-lumba agar tetap beraktivitas pada tempatnya.
“Ada yang bertanya, berarti tugas Seasoldier sudah selesai kan, karena adanya surat dari KLHK dimana sirkus lumba-lumba keliling yang mulai dilarang? Saya katakan, tugas kami belum selesai. Kami akan terus melakukan edukasi kepada anak-anak sekolah, nelayan, teman-teman dan komunitas yang lain terkait pentingnya kita menjaga lumba-lumba,” ujarnya.
Sayang yah, jika lumba-lumba terus ditampilkan yang bukan pada tempatnya. “Umur lumba-lumba tersebut tidak akan lama. Lumba-lumba hewan yang memiliki tugas penting seperti penyeimbang ekosistem dan menyehatkan laut,” katanya sembari berharap Seasoldier terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga satwa ini.
Jangan menyerah, jangan putus asa. Pada intinya tujuan Seasoldier baik. “Sampai saat ini, peran pemerintah belum ke konservasi, sebab masih mementingkan masalah ekonomi, pembangunan dan pendidikan. Kiranya selesai pandemi ini, segala hal berkaitan dengan konservasi ikut diperhatikan pemerintah,” ujar Dinni.
Dalam diskusi webinar yang digelar Seasoldier Sulawesi Utara bertema: Say Goodbye To The Dolphin Circus, ikut juga sebagai pemantik, akademisi Institut Teknologi Kalimantan, Destyariana Liana Putri. Ia menyampaikan betapa pentingnya lumba-lumba ini harus dipelajari dan dilindungi.
“Alasan satwa lumba-lumba dipelajari dan dilindungi salah satunya adalah gaya tarik hewan ini memliki kecerdasan dan cepat beradaptasi dengan sesuatu yang didengar,” kata Destyariana.
Perlu diketahui, bahwa otak pada lumba-lumba itu hampir sama dengan manusia. Hewan ini tahu berbagai signal yang akan disampaikan kepadanya. “Sebagai kawan Seasoldier kita harus terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar satwa ini terus dilindungi,” ujarnya.
Ketua Seasoldier Sulut, Jesica Geofani Tumuahi yang membuka diskusi, menjelaskan maksud seminar online agar lebih mengenal lagi tentang Seasoldier dari Dinni Septianingrum serta membangun silahturami dengan anggota Seasoldier yang ada di 14 regional.
“Kedua untuk mendapatkan pengetahuan terkait dolpin atau lumba-lumba,” kata Jesica. Apalagi sejak 6 Februari 2020, peragaan lumba-lumba di luar lingkungan lembaga konservasi dihentikan. “Banyak lembaga atau pemerhati lumba-lumba sering menyuarakan terkait pelarangan lumba-lumba yang bukan pada wilayah konservasi, salah satunya Komunitas Seasoldier,” paparnya.
Diskusi webinar yang berlangsung menarik dan santai itu, dimoderatori Gledys Poluan (mantan Sekretaris Seasoldier Sulut). Seasoldier memiliki empat program serentak yaitu bersih warungku, dolphin sesoldier, penanaman mangrove dan pondok pemuda.
Pelliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post