Manado, Barta1.com – Banyak cerita menarik dan inspiratif ditemui saat banyak warga terpaksa di rumahkan karena pandemi Covid-19.
Dirumahkan dari pekerjaan hingga waktu tak menentu, tentu menjadi kabar buruk bagi sebagian besar orang, karena bisa saja tumpuan hidup keluarga dari pekerjaan tersebut.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Ariska Sambiran (25). Sejak di rumahkan medio Mei 2020 sebagai karyawan Hotel Sultanraja Minahasa Utara (Minut), dia mulai berpikir tetap survive.
Anak ketiga dari Kandow Sambiran (60) dan Sosan Pangkola (56) ini pun putar otak mendapatkan penghasilan di tengah pandemi Covid-19 ini. Adalah berjualan kue martabak.
Awalnya, Ariska iseng membuat kue martabak untuk santapan di rumah dan dibagi kepada tetangga. “Beberapa hari saya membuat kue martabak kemudian dibagikan kepada tetangga,” katanya kepada Barta1.com, Jumat (19/6/2020).
Dengan kebiasaan membagikan kue hasil buatannya, Ariska didorong tetangga untuk menjual. Rupanya ide tetangga tersebut membuat kepikiran. “Dengan masukan itu, akhirnya saya berani mencoba,” tuturnya.
Dari sekadar mencoba ia mulai membuat kue donat, big flores, ceke dan roti, dan dijualkan melalui melalui media sosial. Ariska mengatakan, memasarkan kue-kue ini mulai dari sahabat dan saudara.
Keempat macam kue tersebut dibuat sendiri. “Kita yang buat untuk empat macam kue dan antar langsung bagi teman-teman dan saudara. Jika beruntung seharinya dapat keuntungan sudah pada pengembalian pokok sebesar Rp 150 per hari,” tutur Ariska.
Fantastis, yang sebelumnya mendapat gaji di Hotel Sultanraja sebesar Rp 3,3 juta, sekarang pasca di rumahkan justru mendapat uang lebih. “Ya, puji Tuhan, uang hasil jualan kue bisa untuk kehidupan setiap hari,” akunya.
Ditanya belajar bikin kue dari mana? Ia menjawab pertama dari kampus saat mengambil Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado. Kedua, pengalaman dari Hotel Sultanraja dan memang punya hobi bikin kue.
“Ketika pandemi seperti saat ini, menantang kita lebih bersemangat menjalani kehidupan dengan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkas wanita yang menjabat garde manager merangkap cooking di Hotel Sultanraja.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post