Yunni, generasi teranyar di panggung Teater Sulawesi Utara. 6 tahun bergiat di dunia akting, akhirnya meraih Aktris Terbaik dalam lomba teater pada Festival Seni Pemuda Gereja (FSPG) GMIM 2019.
Ceria di wajah cantik itu membersit. Ia muda belia dan energik. Belum lama, ketika ditemui Barat1.com di suatu sore di Manado, Yunni nampak bening dengan dandanan ala milenial. Cara ia tersipu-sipu kecil pun seakan karakteristik khas di garis wajahnya.
Namun di panggung, kemampuan akting anak teater GMIM Bethesda Ranotana Manado ini boleh dikata lumayan brilian. Gestik, mimik dan penghayatan peran kadang membuat penonton tak percaya kalau pemilik nama lengkap Yunni Jibrailla Rakian ini masih mudah usia.
Dalam lakon Tarsi yang digarap Dramawan Aldes Sambalao, gadis kelahiran Manado, 22 Juni 1996 ini boleh dikata berhasil memerankan tokoh Tarsi, sesok tua yang digelayuti beragam kerunyaman hidup, pergumulan psycologis yang mendera sepanjang hidup.
“Sosok Tarsi adalah tokoh dengan tingkat kesulitan relatif tinggi untuk diperankan. Selain memerlukan kemampuan pemeranan yang lumayan pelik, para aktor dan aktris juga harus punya kemampuan tari serta kemampuan bernyanyi. Itulah yang menarik dan menantang saya pada lakon itu,” ungkap gadis penyandang D4-Manajemen Bisnis dari Politeknik Negeri Manado ini.
Sebelum memerankan Tarsi yang mengatar dirinya menjadi aktris terbaik pada FSPG GMIM yang berlangsung23-24 Agustus 2019 di Jemaat GMIM Anugerah Teling Tingkulu, Wilayah Manado-Teling, Yunni mengaku telah mengenal teater sejak 2014.
“Pada 2016 saya memerankan Ibu dalam naskah Takut. Lalu 2017 memerankan Starla dalam naskah Orang Kasar. Pada 2018 berperan Nyonya dalam naskah Orang Kasar,” ujar pehobi menggambar, menyanyi, dan berenang itu.
Anak ketiga pasangan Carolien Silvana Tangkere – Ferny Oktovany Rakian ini mengatakan, teater sebagai media Firman sejatinya suatu bentuk pelayanan gerejani yang menarik bagi anak muda.
“Selain kita bisa mengasah bakat kita sendiri dalam seni peran, dalam teater ada pembentukan karakter dan jati diri. Dan tentu yang terutama, kita telah menjadi sarana penyampaian firman Tuhan,” ungkapnya.
Penulis : Iverdixon Tinungki

Discussion about this post