• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Unsrat Manado Racik Hand Sanitizer Berbahan Cap Tikus

by Agustinus Hari
8 Mei 2020
in Edukasi
0
Unsrat Manado Racik Hand Sanitizer Berbahan Cap Tikus

Peneliti FMIPA Unsrat saat meracik hand sanitizer berbahan dasar cap tikus. (foto: istimewa)

0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Di tengah wabah virus Corona membuat berbagai pihak berinovasi membantu masyarakat. Salah satunya, membuat hand sanitizer yang dilakukan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) para peneliti dari Jurusan Fisika dan Kimia meracik hand sanitizer menggunakan bahan dasar minuman beralkohol khas Sulut yaitu cap tikus.

Rektor Unsrat Manado, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA mengatakan adanya kekurangan hand sanitizer pihak kampus berupaya untuk memproduksinya sendiri. “Ya Unsrat melalui FMIPA telah mampu memproduksinya yang awalnya dibuat dari bahan alkohol,” kata Kumaat, Selasa (24/3/2020).

Hanya saja karena bahan baku alkohol sangat terbatas sehingga pihak kampus melalui peneliti melakukan terobosan dengan menggunakan bahan cap tikus, untuk digunakan sebagai bahan pembuat hand sanitizer.

“Kami saat ini tengah melakukan pencarian cap tikus sekitar 100 liter setiap kali disuling. Minimal kita akan mencukupi kebutuhan seputaran Unsrat dulu,” tuturnya.

Kata dia, untuk bahan bakunya sendiri diambil dari daerah di sekitar Kota Manado dan juga daerah Tareran, Kabupaten Minsel. “Ini adalah tanggung jawab akademik Unsrat, bagian dari pengabdian masyarakat, sekaligus menjaga kebersihan kita semua dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Fisika FMIPA Unsrat Manado, Hanny Sangian saat ditemui di Laboratorium Fisika memgatakan sebenarnya mereka bagi tugas, dimana Jurusan Fisika memproduksi etanol dari bahan dasar cap tikus dan etanol ini digunakan sebagai salah satu bahan pembuat hand sanitizer, dikerjakan oleh Jurusan Kimia.

“Jadi cap tikus yang merupakan bahan dasar pembuatan etanol diproduksi sekitar 100 ribu liter per hari di Sulut. Sebagian besar produk cap tikus ini dikonsumsi sebagai minuman keras,” kata dia.

Lalu mereka ubah sebagian dari produk cap tikus itu menjadi hand sanitizer dan antiseptik. “Cap tikus yang dibutuhkan sebagai bahan dasar pembuatan etanol ini adalah dengan konsentrasi alkohol di atas 40 persen. Sedangkan perbandingan hasil produksi dengan bahan baku adalah untuk setiap 3 liter Cap Tikus, bisa mendapatkan 1 liter hand sanitizer,” bebernya.

Lanjut Sangiang, untuk cara pembuatan etanol dengan bahan dasar cap tikus ini sederhana, yakni dengan membuat sebuah perangkat penyulingan, cap tikus dimasukkan ke dalam broiler dan dipanaskan sampai titik didih 90 derajat celsius.

“Dalam proses pemanasan itu, akan naik uap etanol dan sebagian air ke atas, dan masuk dalam kolom refraksi. Di dalam kolom refraksi itu akan terjadi penyulingan hingga berkali-kali. Selanjutnya yang keluar adalah etanol dengan kadar 85 hingga 90 persen. Uap yang tersisa akan kembali masuk kondensor, pendinginan dan mengalami frasa cair,” ujar Sangian.

Semua itu merujuk pada komposisi hand sanitizer yang ditetapkan World Health Organization (WHO), etanol itu komposisinya minimal 80 persen. Dan dengan menggunakan perangkat tadi didapatkan etanol 85 hingga 90 persen.

Memang kata dia, setelah mendapatkan etanol sebagai salah satu bahan baku pembuatan hand sanitizer, langkah berikutnya dikerjakan oleh Jurusan Kimia dengan membuat hand sanitizer berbahan dasar cap tikus. “Untuk proses produksi ini, selain melibatkan para peneliti dari kedua jurusan itu juga melibatkan kalangan mahasiswa,” kuncinya.

Peliput : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: Ellen Joan KumaatFMIPA Unsrat ManadoHand Sanitizer Berbahan Cap Tikusunsrat manado
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Lie Tjeng Lok, Kisah Konglomerat Manado yang Berakhir Tragis

Lie Tjeng Lok, Kisah Konglomerat Manado yang Berakhir Tragis

Discussion about this post

Berita Terkini

  • 13 Tahun Putusan MK.35: Negara Masih Ingkar terhadap Hak-Hak Masyarakat Adat 16 Mei 2026
  • Dukungan Modal Usaha Dorong Pemberdayaan UMKM di Gorontalo 16 Mei 2026
  • Daya 66.000 VA Menyala di Melonguane, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Beranda Utara NKRI 16 Mei 2026
  • Meningkatkan Akses Desa, Bantuan TJSL Wujudkan Jalan Paving di Tempang Dua 16 Mei 2026
  • PLN UID Suluttenggo Pastikan Kelistrikan Andal Saat Kunjungan Presiden Prabowo di Gorontalo 16 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In